INDOPOSCO.ID – Implementasi visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Suyudi Ario Seto, menegaskan komitmen BNN mendukung kebijakan Presiden Prabowo dalam perang melawan narkoba.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Career Day Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Jakarta ke-10 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026).
“Presiden Prabowo melalui visi Asta Cita telah menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya isu kesehatan, tetapi bagian dari reformasi sistem hukum dan tata kelola pemerintahan,” ujar Suyudi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah strategis BNN yang dinilai selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam pendekatan pencegahan yang menyasar generasi muda.
Menurutnya, kehadiran Kepala BNN dalam forum pendidikan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan generasi muda dari ancaman narkoba.
“Ini bukti bahwa BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi telah mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo yang menekankan kolaborasi lintas instansi dan penghapusan ego sektoral secara konkret,” jelas Anam dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ia menilai strategi BNN sejalan dengan semangat Asta Cita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap ancaman narkoba yang semakin kompleks.
“BNN berada di jalur yang tepat dengan pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis data. Ini penting agar generasi muda memiliki pemahaman kuat tentang bahaya narkoba sekaligus daya tahan sosial,” katanya.
Anam juga mendukung program-program BNN yang menyasar pelajar, mahasiswa, serta komunitas milenial dan Gen Z. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun generasi muda yang sadar, berdaya, dan bebas dari narkoba.
Selain penguatan pencegahan, BNN juga terus memperkuat sinergi lintas sektor. Kepala BNN RI tercatat menerima audiensi Pengurus Besar Al Washliyah (PBAW) serta pimpinan Universitas Pancasila untuk menjalin kolaborasi strategis dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan edukatif dan penguatan karakter generasi muda.
Dalam aspek penindakan, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengungkap jaringan internasional peredaran gelap narkotika dengan modus penyamaran dalam liquid vape dan kemasan minuman energi pada Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
BNN juga bersinergi dengan Polri dalam penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dipimpin langsung Kepala BNN. Dalam dua kali operasi, aparat mengamankan 27 orang serta menyita barang bukti berupa 89 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, dan 159 butir ekstasi.
Langkah preventif dan represif tersebut dinilai sebagai bentuk konkret implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari ancaman narkoba. (rmn)










