• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kajian IPB Ungkap Banjir Bandang Sumatera Dipicu Faktor Alamiah Kompleks

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:21
in Nusantara
Ilustrasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 7.176 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Foto: ANTARA/HO-Pemkab OKI

Ilustrasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 7.176 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Foto: ANTARA/HO-Pemkab OKI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kajian ilmiah yang dilakukan tim IPB University menyimpulkan bahwa bencana longsor dan banjir bandang di Sumatera, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Garoga, Sumatera Utara, lebih dipengaruhi oleh kombinasi faktor alamiah, bukan semata-mata akibat aktivitas manusia.

Guru Besar Bidang Kehutanan IPB University, Prof. Dr. Yanto Santoso, menjelaskan bahwa sejumlah faktor alam berperan signifikan dalam terjadinya bencana tersebut. Faktor-faktor itu antara lain curah hujan ekstrem yang dipicu Siklon Tropis Senyar, kondisi geologi berupa batuan induk liat masif yang bersifat kedap air, solum tanah yang tipis pada lereng curam, serta kemiringan lereng yang tinggi.

BacaJuga:

Perkosa Anak Tiri, Pria Madiun Ditangkap Polisi

KEK Tembakau Madura Tuai Polemik, Dianggap Melawan Arus Tren Global

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

“Penyebab bencana perlu dilihat secara komprehensif dari aspek alamiah, tidak secara parsial dengan menunjuk satu entitas usaha tertentu,” ujar Yanto dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).

Menurut Yanto, kajian IPB tidak menemukan bukti ilmiah yang kuat bahwa aktivitas PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) menjadi penyebab utama banjir bandang dan longsor di DAS Aek Garoga.

Temuan kajian tersebut menunjukkan bahwa luasan kebun PT TBS yang berada di wilayah DAS Garoga tergolong sangat kecil, diperkirakan kurang dari 0,5 persen dari total luas DAS yang mencapai sekitar 12.767 hektare. Dari total izin lokasi seluas 2.497 hektare, lahan yang telah dibuka baru sekitar 282 hektare, sementara yang telah ditanami kelapa sawit hanya sekitar 86,5 hektare.

“Jika dibandingkan dengan skala DAS, kontribusi luasan tersebut secara hidrologis sangat terbatas. Secara ilmiah, sulit menyimpulkan bahwa luasan sekecil itu menjadi pemicu utama bencana berskala besar,” jelas Yanto.

Sementara itu, sebagaimana dilansir dari ANTARA, sejumlah kepala desa di wilayah terdampak di Kabupaten Tapanuli Tengah turut menyampaikan penjelasan kondisi lapangan. Mereka meminta agar penanganan dan penilaian penyebab bencana dilakukan berdasarkan fakta geografis dan kondisi riil di lapangan.

Para kepala desa menilai klarifikasi berbasis data ilmiah dan verifikasi lapangan penting untuk mencegah kesimpulan sepihak yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial serta ketidakadilan hukum.

Selain itu, mereka berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali berbagai informasi yang beredar dengan mengedepankan verifikasi lapangan dan mendengarkan keterangan masyarakat yang tinggal langsung di wilayah terdampak. (dil)

Tags: banjir bandangBencana SumateraBPBDipb university

Berita Terkait.

Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia
Nusantara

Perkosa Anak Tiri, Pria Madiun Ditangkap Polisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:16
kek
Nusantara

KEK Tembakau Madura Tuai Polemik, Dianggap Melawan Arus Tren Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35
dd
Nusantara

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:12
bmkg
Nusantara

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,1 Guncang Bandung di Jawa Barat, Wilayah Ini Terdampak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:35
Baduy
Nusantara

Negara Hadir di Daerah 3T: MBG 3B Jangkau Masyarakat Baduy

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:05
Sari-Yuliati
Nusantara

DPR Kutuk Perampokan Brutal di Pekanbaru, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:24

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3627 shares
    Share 1451 Tweet 907
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1286 shares
    Share 514 Tweet 322
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2565 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.