INDOPOSCO.ID – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melakukan kerja sama strategis dengan perusahaan global energi bersih asal Tiongkok, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung pada Rabu (7/1/2025) di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou. Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer (CEO) Pertamina NRE, John Anis, bersama Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., Zhi Fei.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan membuka peluang pengembangan berbagai proyek energi di Indonesia, mulai dari pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy), energi baru dan terbarukan, hingga pembangkit listrik berbasis gas. Kolaborasi ini diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap penurunan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Tanah Air.
“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar dalam mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas serta pemahaman lokal Pertamina guna menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., Zhi Fei, mengapresiasi kepercayaan Pertamina NRE dalam menjalin kerja sama tersebut. Ia menilai Indonesia sebagai pasar strategis dalam pengembangan energi bersih secara global.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, serta PVT,” ungkap Zhi Fei.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga meninjau langsung fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam pengoperasian dan manajemen proyek energi bersih.
Pertamina NRE optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai motor penggerak transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060. (rmn)











