INDOPOSCO.ID – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan sekaligus mengapresiasi penggunaan Tes Talent DNA ESQ berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pemetaan potensi siswa Sekolah Rakyat, di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan pada peresmian Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri langsung kegiatan tersebut.
Gus Ipul menegaskan, penggunaan Tes Talent DNA ESQ menjadi solusi strategis dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat yang tidak menerapkan tes akademik. Melalui pendekatan berbasis AI, pemetaan potensi siswa dinilai lebih objektif, terukur, dan komprehensif.
“Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi AI untuk memetakan potensi siswa. Untuk pertama kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah mendukung dan menyediakan Tes DNA Talent,” katanya.
Diketahui, Talent DNA ESQ dirumuskan berdasarkan konsep pemikiran Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yang telah dikembangkan sejak 25 tahun lalu. Seiring perkembangan zaman, instrumen tersebut kini bertransformasi ke dalam platform digital berbasis kecerdasan buatan.
Gus Ipul menjelaskan, hasil pemetaan talenta menunjukkan keragaman potensi siswa Sekolah Rakyat yang sangat kaya. Sebagian siswa memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi, sebagian lainnya unggul di bidang sosial, serta tidak sedikit yang menonjol dalam bidang bahasa.
“Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang sangat beragam. Ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” ujarnya.
Dari hampir 16 ribu siswa Sekolah Rakyat rintisan yang telah mengikuti Tes Talent DNA ESQ, pemetaan berbasis AI menghasilkan data yang sangat spesifik. Sebanyak 34,3 persen atau sekitar 4.659 siswa memiliki potensi besar di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Sementara itu, 54,2 persen atau 7.353 siswa menunjukkan potensi kuat di bidang sosial, dan 11,5 persen atau 1.560 siswa memiliki bakat menonjol di bidang bahasa.
Menurut Gus Ipul, hasil pemetaan ini menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan serta pendampingan siswa Sekolah Rakyat ke depan.
“Hasil pemetaan ini sangat penting sebagai pegangan bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama dalam memberikan pengajaran yang tepat sasaran selama beberapa tahun ke depan,” tutupnya.
Sebelumnya, untuk kali pertama di Indonesia, seluruh unit Sekolah Rakyat menerapkan Talent DNA ESQ sebagai bagian dari sistem pendidikan. Inovasi ini memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan karakter, sebagai upaya mengenali potensi unik setiap anak sejak dini agar proses pembelajaran lebih personal dan sesuai dengan jati diri peserta didik. (rmn)




















