INDOPOSCO.ID – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) terus memperkuat diplomasi pendidikan dan budaya Indonesia di kancah internasional melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Luar Negeri. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan di Sekolah Indonesia Cairo (SIC), Mesir, yang berlangsung pada 23-25 November 2025.
Mengusung tema “Integrasi Budaya Nusantara dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Siswa”, program ini diinisiasi oleh Tim PKM Ubhara Jaya yang terdiri dari Sri Wulandari, S.T., M.M., Dr. Sani Aryanto, S.Pd., M.Pd., dan Aulia Huda Pinandita, S.T., M.T.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas literasi dan pembelajaran bagi guru serta siswa Indonesia di luar negeri.
Program tersebut mendapat perhatian dan dukungan langsung dari para pemangku kebijakan pendidikan nasional. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Profesor Dr. Atip Latipulhayat, S.H., M.H., Ph.D., Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A., serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga jati diri bangsa di tengah komunitas diaspora Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, SIC menjelma menjadi ruang pembelajaran budaya yang interaktif dan penuh antusiasme. Tim PKM Ubhara Jaya memberikan pelatihan intensif kepada 22 guru SIC terkait miskonsepsi literasi dan strategi penguatan literasi berbasis budaya Nusantara. Melalui diskusi, analisis kasus, serta evaluasi kompetensi menggunakan pretest dan posttest, para guru memperoleh pemahaman baru mengenai integrasi budaya lokal Indonesia dalam proses pembelajaran.
Tak hanya menyasar guru, program ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan bagi ratusan siswa dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Para siswa diajak mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai aktivitas kreatif, mulai dari pengenalan filosofi busana tradisional, seni pertunjukan, hingga praktik membatik. Antusiasme terlihat saat siswa TK hingga SMP mencoba teknik membatik sederhana, sementara siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA belajar menggunakan canting serta memahami makna motif batik tradisional.
Di aula sekolah, siswa SD kelas tinggi hingga SMA mengikuti asistensi pembuatan Puisi Nusantara. Kegiatan ini mendorong siswa mengekspresikan imajinasi, pengalaman, dan rasa cinta terhadap Indonesia melalui karya sastra. Puluhan puisi lahir sebagai representasi kebanggaan siswa diaspora terhadap tanah air dan budaya bangsa.
Program PKM ini juga menandai penguatan kerja sama kelembagaan antara Ubhara Jaya dan Sekolah Indonesia Cairo melalui penandatanganan MoU, MoA, dan IA.
Kepala SIC, Priyo Nugroho, S.T., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut yang dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru dan siswa Indonesia di Mesir.
“Kami memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut yang dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru dan siswa Indonesia di Mesir,” katanya dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Di luar agenda akademik, Tim PKM Ubhara Jaya turut menghadiri jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang pendidikan dan diplomasi budaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Upacara Hari Guru di Sekolah Indonesia Cairo pada 25 November 2025. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Atip Latipulhayat, yang menyampaikan pesan inspiratif mengenai peran guru Indonesia di luar negeri sebagai penjaga mutu pendidikan sekaligus duta budaya bangsa. Kehadiran beliau menjadi penutup yang bermakna bagi pelaksanaan PKM Ubhara Jaya di Kairo. (rmn)











