INDOPOSCO.ID – Keterbatasan rumah susun di Jakarta Selatan dinilai berpotensi menghambat program penataan sungai, Komisi D DPRD DKI Jakarta, pun mendorong penambahan hunian sejak dini.
Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas mengatakan penataan sungai serta pembangunan sodetan kali membutuhkan kesiapan hunian agar proses relokasi warga terdampak dapat berjalan optimal tanpa kendala.
Menurutnya, jumlah rusun yang tersedia di Jakarta Selatan saat ini masih sangat terbatas. Bahkan, sebagian rusun yang ada dilaporkan mulai mendekati kapasitas penuh.
“Rusun di Jakarta Selatan jumlahnya masih minim dan sebagian sudah terisi penuh,” ujar Habib kepada wartawan Senin (12/1/2026)
Ia menambahkan, kebutuhan hunian vertikal dipastikan akan meningkat seiring rencana penataan sungai dan pembangunan sodetan kali di sejumlah titik rawan banjir.
Oleh karena itu, penyediaan rusun perlu dipersiapkan sejak dini agar tidak menghambat pelaksanaan program penataan kawasan yang tengah direncanakan pemerintah daerah.
“Ke depan, perlu disiapkan tambahan rusun di Jakarta Selatan agar dapat menampung warga yang terdampak penataan sungai,” terangnya.
Habib menegaskan, Komisi D DPRD DKI Jakarta akan terus mendorong kesiapan hunian sebagai bagian dari upaya penataan kawasan yang terintegrasi dengan program pengendalian banjir.
“Penataan sungai harus dibarengi kesiapan rusun agar relokasi warga berjalan baik dan tertata,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.
Menurut Afan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendukung seluruh program yang berkaitan dengan penataan kawasan dan pengendalian banjir di ibu kota.
“Pemerintah daerah mendukung penuh program penataan kawasan dan pengendalian banjir di Jakarta,” tandas Afan. (fer)










