INDOPOSCO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi calon petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pada penyelenggaraan haji 2026, Kemenhaj merekrut kurang lebih 4.000 petugas PPIH.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan, Diklat PPIH Arab Saudi dilakukan selama 30 hari. Dengan mekanisme 20 hari secara tatap muka dan 10 hari secara daring (online).
“Pada penyelenggaraan haji tahun lalu banyak keluhan dari jemaah, jadi durasi Diklat PPIH Arab Saudi durasi lebih panjang,” ujar Gus Irfan di sela-sela Diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Ia menuturkan, selama Diklat petugas PPIH bakal mendapatkan pembekalan bahasa Arab. Selain kedisplinan, penempatan fisik hingga pengetahuan tentang haji dan berbagai hal terkait dengan haji.
“Dan yang lebih penting lagi, setelah di sini mereka sudah tahu, mereka akan dibagi tugas di mana, posisinya di mana, posnya, kepala posnya siapa, temannya dan sebagainya,” ungkapnya.
“Sehingga berangkat pun mereka sudah paham tugasnya, sudah tahu teman-teman yang akan jadi timnya,” sambungnya.
Ia menambahkan, para petugas haji 90 persen kerja fisik. Oleh karena itu, petugas PPIH Arab Saudi harus siap secara fisik.
Diketahui, pada penyelenggaraan haji 2026/ 1447 Hijriah (H) kuota haji Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah. Dengan rincian 203.310 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. (nas)




















