• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemerintah Perlu Evaluasi Rencana Pengaturan/Pelarangan Ekspor Rumput Laut Kering

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 8 Januari 2026 - 11:21
in Ekonomi
rumput lsut

Produksi Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku terus bergeliat. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

oleh: W. Farid Maruf, Dewan Pakar Asosiasi Rumput Laut Indonesia yang juga Dewan Pembina Pusat Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya KP

INDOPOSCO.ID – Wacana Pemerintah untuk melakukan pengaturan/pelarangan ekspor rumput laut Eucheuma cottoni kering perlu disikapi secara serius. Pemerintah berdalih, rencana ini dalam rangka memperkuat program hilirisasi yang tengah menjadi fokus perhatian ke depan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk. Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan produsen rumput laut jenis Eucheuma cottoni paling besar di dunia, dimana lebih dari 80 persen diekspor dalam bentuk raw material (rumput laut kering).

BacaJuga:

Hutan Hadir di Tengah Kota: Explore The Jungle Ramaikan Liburan Sekolah di Mal Ciputra Jakarta

Dukung Hilirisasi, BPDP Pamerkan Produk UMKM Berbasis Sawit di Sumut

Investasi Emas Kian Diminati, Galeri 24 Raup Penjualan Fantastis di BIJF 2026

Terlepas dari niat baik Pemerintah, namun langkah ini perlu diimbangi dengan pertimbangan matang, jangan sampai komoditas ini diperlakukan sebagaimana barang tambang. Pemerintah harus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian melalui kajian komprehensif terutama dari aspek social, ekonomi dan iklim usaha budidaya di level pembudidaya rumput laut. Kebijakan ini jangan sampai menimbulkan distorsi pasar yang justru secara langsung berdampak terhadap keberlanjutan usaha di zona hulu (on-farm).

Ada kurang lebih 267 ribu orang yang menggantungkan kehidupannya pada usaha rumput laut di zona hulu, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Kebijakan pengaturan/pelarangan ekspor yang tidak diimbangi oleh kesiapan industri dalam negeri justru sangat berpotensi menyebabkan trade off. Kita jangan sampai terjebak kembali pada kegagalan program dimasa lampau, dimana kebijakan industrialisasi rumput pada faktanya tidak berjalan optimal, diakibatkan oleh perencanaan yang prematur, parsial, disharmoni antar sektor, dan cenderung tidak terukur.

Penulis melihat ada dua alasan mengapa wacana pelarangan ekspor rumput laut Eucheuma cottoni kering perlu dievaluasi yakni pertama, rumput laut Indonesia atau sering disebut “tropical seaweed” merupakan komoditas unggulan karena posisi geografis perairan demikian pula karagenan yang dihasilkan dari rumput laut jenis Cottonii mempunyai sifat multi valent mampu membentuk banyak ikatan dengan atom molekul lain.

Inilah yang menyebabkan daya saing rumput laut kering sangat tinggi, dimana 80% kontribusi pangsa pasar dunia dari rumput laut Indonesia. Kedua, untuk produk hilirnya masih harus berpacu dalam daya saing. Produk karaginan yang dihasilkan Indonesia masih belum mampu bersaing (masih di bawah standar ekspor), hal ini disebabkan masih banyak kendala yang dihadapi oleh industri hilir untuk berdaya saing terutama terkait dengan teknologinya. Di sisi lain, investasi industri hilir sangat tinggi.

Setidaknya ada beberapa dampak negatif yang berpotensi muncul jika kebijakan pengaruran/pelarangan ekspor rumput laut E. cottoni terus berlanjut, tanpa ada perencanaan yang komprehensif, utamanya terkait kesiapan industri dalam negeri kita. Perlu dicatat, bahan baku rumput laut Indonesia memiliki daya saing komparatif dan kompetitif yang tinggi dengan menguasai 80 persen pangsa pasar dunia.

Dengan kondisi ini, rumput laut Indonesia memiliki potensi bargaining tinggi sebagai komoditas diplomasi. Menurut data International Trade Center (ITC), selama lima tahun terakhir (tahun 2020- 2024) pertumbuhan ekspor rumput laut kering Indonesia mengalami kenaikan rata-rata 7,62 persen per tahun, dengan volume ekspor mencapai 241.070 ton di tahun 2024.

Tahun 2024, volume impor rumput laut kering dunia mencapai 329.322 ton dengan pertumbuhan impor rata-rata per tahun sebesar 6,41 persen per tahun, terutama ke negara tujuan ekspor China. Dilihat dari kinerja ekspor memperlihatkan bahwa dari aspek struktur komoditas, distribusi pasar dan daya saing kompetetif rumput laut E. cottoni kering asal Indonesia masih sangat positif.

Penerapan kebijakan pengaturan/pelarangan total ekspor rumput laut kering, dimana disisi lain terjadi sentralisasi distribusi pasar ekspor ke China dengan suplai >80 persen bahan baku, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan pasar.

Distorsi pasar akan menyebabkan terganggunya suplai bahan baku rumput kering dari zona hulu, dan rantai distribusi pasar menjadi tidak efisien. Penurunan permintaan pasar secara signifikan akan memicu harga turun secara tajam, karena harga tidak lagi mencerminkan nilai pasar global. Dampak luasnya, keberlanjutan usaha budidaya rumput laut E. cottoni akan terganggu dan ini berimbas pada aspek ekonomi dan sosial.

Pelarangan ekspor bahan baku kering juga berpotensi memicu pergeseran preferensi negara importir terhadap bahan baku rumput laut saat ini. Larangan ekspor rumput laut kering akan mendorong importir melakukan substitusi bahan baku, baik dengan hidrokolloid sintetis maupun semi-sintetis (seperti CMC, xanthan gum, atau HPMC), yang secara teknis mampu menggantikan fungsi rumput laut dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Ini juga perlu kita antisipasi. Karena tanda-tanda penggunaan bahan hidrokoloid sintetis sudah mulai dilakukan di beberapa negara.

Kedua potensi dampak negatif di atas, perlu menjadi bahan pertimbangan utama sebelum menerapkan kebijakan pengaturan/pelarangan ekspor bahan baku rumput laut kering, jangan sampai Indonesia mengulang kesalahan masa lalu. Arah kebijakan bagus belum tentu memberikan feed back yang positif, atau justru bahkan sebaliknya. Mendorong hilirisasi komoditas menjadi hal penting untuk menaikan nilai tambah, tapi harus diimbangi kesiapan dari semua aspek multidimensi dan betul betul telah mempertimbangkan manajemen resiko yang terukur.

Indonesia harus menyiapkan terlebih dahulu iklim investasi yang kondusif yang memungkinkan tumbuh kembang industri dalam negeri, dan memastikan nilai ekonomi bergerak di dalam negeri, bukan sebaliknya sebagaimana yang terhadi pada hilirisasi tambang. Rumput laut adalah komoditas yang menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan menyerap tenaga kerja yang besar. Jangan sampai kebijakan justru membunuh masa depan penghidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada rumput laut.

Melalui artikel ini, kami merekomendasikan Pemerintah untuk mengevaluasi kembali wacana pelarangan ekspor rumput laut E. cottoni kering, sembari memastikan kesiapan dari aspek teknologi dan investasi yang berkelanjutan. Rumput laut sebagai “primary production” yang subur karena kandungan nutrisi perairan akan menjadi tidak optimal sebagai sumber kemakmuran masyarakat pesisir dan pulau jika dilakukan pembatasan/pelarangan ekspor. (*)

Tags: ekspor rumput lautRumput LautRumput Laut KeringW. Farid Maruf

Berita Terkait.

Explore
Ekonomi

Hutan Hadir di Tengah Kota: Explore The Jungle Ramaikan Liburan Sekolah di Mal Ciputra Jakarta

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02
BPNP
Ekonomi

Dukung Hilirisasi, BPDP Pamerkan Produk UMKM Berbasis Sawit di Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:48
Galeri-24
Ekonomi

Investasi Emas Kian Diminati, Galeri 24 Raup Penjualan Fantastis di BIJF 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:26
mitra
Ekonomi

Dukung UMKM Indonesia, Bright Store by Pertamina Hadirkan Produk Unggulan di Jakarta Fair

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:05
phe
Ekonomi

PHE dan Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Aset Strategis Demi Kelancaran Produksi Migas Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:14
magang
Ekonomi

PHR Perkuat Talent Pipeline Energi Nasional lewat Program Magang Batch 9

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7142 shares
    Share 2857 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Pemain-Paraguay
Olahraga

Turki Angkat Koper, Arda Guler Minta Maaf

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:01

INDOPOSCO.ID - Timnas Turki harus angkat koper lebih awal setelah menelan dua kekalahan dalam fase Grup D Piala Dunia 2026....

SelengkapnyaDetails
malarza

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57
lesu

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.