• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom: Dampak Pengetatan Defisit APBD Bersifat Ambivalen

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 7 Januari 2026 - 23:13
in Ekonomi
ekonom

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai dampak kebijakan pengetatan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersifat ambivalen, yang berarti terdapat keuntungan serta risiko secara bersamaan.

Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (7/1/2026), Yusuf menjelaskan, pembaruan batas defisit APBD pada dasarnya bertujuan untuk mengirimkan sinyal disiplin fiskal yang kuat kepada pemerintah daerah.

BacaJuga:

4 Rig Baru Pertamina Drilling Siap Dongkrak Efisiensi dan Produksi Migas Nasional

Keselamatan Jadi Prioritas, PGN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Energi

BAg Cetak Pendapatan Rp6,24 Triliun, Transformasi Digital dan Diversifikasi Jadi Motor Pertumbuhan

Secara teoretis, kata dia, pembatasan defisit mendorong pemda lebih berhati-hati dalam menyusun belanja, meningkatkan kualitas perencanaan, dan tidak lagi menjadikan APBD sekadar daftar keinginan politik.

“Namun dalam praktiknya, dampaknya terhadap disiplin fiskal sangat bergantung pada perilaku birokrasi daerah,” ujarnya.

Menurut dia, masalah pengelolaan fiskal pemda, seperti dana mengendap di perbankan, lebih disebabkan oleh keterbatasan perencanaan keuangan.

Selain itu, eksekusi belanja yang cenderung lambat dan insentif yang kurang tepat sasaran juga menjadi persoalan pemda yang masih perlu diatasi.

Maka dari itu, dia berpendapat kebijakan pengetatan defisit tidak secara otomatis mengatasi masalah dana mengendap pemda di perbankan.

“Bahkan ada risiko kebijakan ini justru membuat pemda semakin defensif, menahan belanja agar tidak melampaui batas defisit, sehingga penyerapan tetap rendah jika tidak dibarengi reformasi tata kelola belanja dan sistem insentif,” jelas Yusuf.

Meski begitu, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja fiskal nasional.

Defisit APBD yang lebih terkendali dapat membantu menjaga konsolidasi fiskal nasional dan mengurangi tekanan pembiayaan. Pada akhirnya, kebijakan ini dapat memperkuat kredibilitas fiskal Indonesia secara keseluruhan.

“Ini penting terutama ketika ruang fiskal pusat semakin sempit dan ketergantungan pada peran daerah dalam mendorong pertumbuhan makin besar,” tambahnya.

Akan tetapi, Yusuf mencatat risiko kebijakan yang perlu diantisipasi pemerintah. Bila pengetatan defisit APBD diterjemahkan secara kaku dan tidak sensitif terhadap siklus ekonomi daerah, menurut Yusuf, kebijakan ini berpotensi menahan belanja publik yang seharusnya bersifat produktif.

Untuk itu, pemerintah perlu mengantisipasi risiko seperti pelemahan stimulus fiskal di level daerah dan penurunan efek berganda (multiplier effect) belanja yang membuat dampak ke kinerja fiskal nasional menjadi kurang optimal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat aturan batas defisit APBD 2026 melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101 Tahun 2025.

PMK 101/2025 menggantikan PMK 83/2023 dengan perbedaan utama pada besaran batas maksimal defisit yang relatif lebih kecil dan diseragamkan.

Batas maksimal kumulatif defisit APBD tahun anggaran 2026 ditetapkan sebesar 0,11 persen dari proyeksi produk domestik bruto (PDB) yang digunakan dalam penyusunan APBN 2026.

Sementara itu, batas maksimal defisit APBD 2026 ditetapkan seragam sebesar 2,50 persen dari perkiraan pendapatan daerah tahun anggaran 2026.

Sejalan dengan perubahan itu, batas maksimal kumulatif pembiayaan utang daerah tahun anggaran 2026 juga ditetapkan sebesar 0,11 persen dari proyeksi PDB pada APBN 2026. (ney)

Tags: AmbivalenAPBDekonom

Berita Terkait.

Mobile-Rig
Ekonomi

4 Rig Baru Pertamina Drilling Siap Dongkrak Efisiensi dan Produksi Migas Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:06
Perwira PGN
Ekonomi

Keselamatan Jadi Prioritas, PGN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05
RUPS
Ekonomi

BAg Cetak Pendapatan Rp6,24 Triliun, Transformasi Digital dan Diversifikasi Jadi Motor Pertumbuhan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:23
Kegiatan-EI
Ekonomi

Impor Barang Modal Melonjak, Sinyal Industri Nasional Mulai Ngebut

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:02
Purbaya
Ekonomi

Pendidikan Jadi Prioritas APBN 2026, Purbaya Siapkan Fondasi Indonesia Emas 2045

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:30
Kapal
Ekonomi

PJM Panen Pengakuan, Transformasi Komunikasi Digital Diganjar Penghargaan Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:49

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2173 shares
    Share 869 Tweet 543
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1647 shares
    Share 659 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Pemain-Argentina
Olahraga

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27

INDOPOSCO.ID - Timnas Argentina sukses menumbangkan perlawanan sengit Tanjung Verde dengan skor 3-2 untuk mengamankan tiket babak 16 besar di...

SelengkapnyaDetails
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.