• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Musim Pancaroba, Warga Jakarta Diminta Waspadai DBD

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 5 Januari 2026 - 21:21
in Megapolitan
dbd

Arsip foto - Petugas juru pemantau jentik (jumantik) memeriksa bak kamar mandi milik warga di RT 15 RW 04 Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). Petugas mengintensifkan pemeriksaan jentik menjadi dua kali seminggu setiap Rabu dan Jumat untuk menekan perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah dengue (DBD). (ANTARA/Dewa Wiguna).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masa pancaroba.
Pria yang biasa disapa Bang Doel itu meminta warga agar menerapkan “3M (menguras, menutup dan mengubur)” sebagai upaya antisipasi penyakit tersebut.

“Ini menjadi warning (peringatan) bagi kita semua. Biasa itu, pancaroba setelah musim hujan, akan muncul DBD. Saya ingatkan saja, penting untuk menerapkan 3M. Itu jangan sampai kita lupa,” ujar Rano saat mengunjungi Kantor Pemerintah Kota Jakarta Barat, Senin.

BacaJuga:

Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Libur Panjang, Penumpang Kereta Api Serbu Pulau Jawa

DPRD: Markas Judol Internasional di Hayam Wuruk Alarm Keras Keamanan Jakarta

Dia pun meminta agar Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bergerak lebih optimal untuk menyidak kebiasaan masyarakat yang berpotensi meningkatkan kasus DBD.

“Kita kan sudah punya Tim Jumantik, dan itu harus lebih dioptimalkan lagi,” kata Rano.

Pencegahan DBD

Sementara itu, Praktisi Kesehatan Masyarakat Dokter Ngabila Salama menyarankan agar masyarakat rajin membersihkan rumahnya dari jentik, debu atau kotoran, agar tidak terjangkit penyakit rutin musim pancaroba, salah satunya DBD.

“Kalau kita tidak rajin bersih-bersih lingkungan, rumah, dan juga tentunya kalau demam berdarah tidak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), 3M+, terus juga kita membuat perindukan nyamuk maupun jentik, ya, otomatis itu juga akan membuat menjadi lebih mudah virus demam berdarah melalui perantaraan nyamuk Aedes Aegypti,” tutur Ngabila.

Menurut dia, nyamuk penyebab demam berdarah lebih mudah menjangkiti masyarakat pada musim pancaroba.

“Pada musim itu, ada banyak tempat yang jadi lahan jentik nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak, seperti di ember-ember atau kaleng-kaleng bekas,” terang Ngabila.

Dalam kondisi tersebut, dia menyarankan agar masyarakat lebih bisa memproteksi diri dengan mengonsumsi vitamin atau makanan yang kaya antioksidan, di antaranya sayur dan buah.

“Tapi kalau seandainya kita memang butuh dengan cepat, itu kita bisa minum vitamin C sekali sehari,” ungkap Ngabila.

Tak kalah penting, dia juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

“Kalau terkait demam berdarah, ada yang namanya Gerakan Satu Rumah, Satu Kader Jumantik. Jadi, silakan di rumah ditunjuk, apakah ibu, apakah bapak, apakah anak, apakah asisten rumah tangga, itu dijadikan satu orang Kader Jumantik,” pungkas Ngabila.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pada pukul 10.00 WIB, pemantauan jentik dapat dilakukan selama 10 menit saja, namun pemantauan itu dilakukan selama 10 minggu.

“Jadi, setiap Jumat pagi, kita lakukan dengan 3×10, yaitu 10 pertama adalah pukul 10 pagi, saat nyamuknya aktif, pukul 8-10 pagi atau pukul 3-5 sore,” imbuh Ngabila. (bro)

Tags: dbdPancarobawarga jakarta

Berita Terkait.

Hujan
Megapolitan

Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:01
libur
Megapolitan

Libur Panjang, Penumpang Kereta Api Serbu Pulau Jawa

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:23
judol
Megapolitan

DPRD: Markas Judol Internasional di Hayam Wuruk Alarm Keras Keamanan Jakarta

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:12
Hujan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34
Alwi Alatas
Megapolitan

Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana Seperti Dakwaan JPU, PN Jakut Vonis Bebas Pengusaha Ini

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:38
Anak
Megapolitan

Peringati 61 Tahun, PGN Salurkan Layanan Kesehatan Anak lewat Program Khitan Massal

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:25

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1323 shares
    Share 529 Tweet 331
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.