INDOPOSCO.ID – Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya dilaporkan telah diamankan dan diterbangkan ke luar wilayah Venezuela. Keduanya disebut akan menjalani penahanan di sebuah fasilitas tahanan di New York, Amerika Serikat.
Pesawat militer yang mengangkut pasangan tersebut dilaporkan mendarat di Pangkalan Udara Garda Nasional Stewart, Newburgh, Negara Bagian New York, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau Minggu (4/1/2025) pukul 05.00 WIB.
Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah laporan serta rekaman video yang beredar.
Berdasarkan surat dakwaan yang telah dibuka dan diumumkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Sabtu, Maduro bersama beberapa pihak lain dijadwalkan menjalani proses hukum pekan depan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.
Ia didakwa atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi terorisme narkotika, konspirasi impor kokaina, kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak, serta konspirasi kepemilikan senjata dan alat perusak tersebut.
Sementara itu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengungkapkan telah menghubungi Presiden AS Donald Trump secara langsung pada Sabtu.
Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan penolakannya terhadap apa yang ia sebut sebagai upaya penggulingan rezim yang bertentangan dengan hukum federal Amerika Serikat dan hukum internasional.
Di sisi lain, sekelompok warga menggelar aksi demonstrasi di luar Pangkalan Udara Newburgh sebagai bentuk protes terhadap tindakan militer Amerika Serikat di Venezuela seperti dilansir Xinhua melalui Antara.
Pada hari yang sama, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan televisi nasional Venezuela, menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. (aro)










