INDOPOSCO.ID – PLN Indonesia Power (PLN IP) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan energi baru dan energi terbarukan (EBT) dengan memborong sejumlah apresiasi pada ajang Penyerahan Apresiasi Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBTKE) Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, di Jakarta, Senin (23/12/2025).
Capaian tersebut diraih dari berbagai kategori pembangkit EBT, baik komersial maupun captive power, dan menjadi bukti konsistensi PLN Indonesia Power dalam mengelola pembangkit energi bersih yang andal, berkelanjutan, serta sejalan dengan penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan.
Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan energi bersih nasional.
“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam pengembangan energi bersih guna mendukung transisi energi nasional,” ujar Eniya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Haris, menilai tahun 2025 sebagai momentum kebangkitan swasembada energi nasional.
“Tahun 2025 menjadi tahun transformasi karena berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan swasembada energi nasional melalui pengembangan energi baru dan terbarukan,” katanya.
Dalam ajang tersebut, PLN Indonesia Power meraih apresiasi tertinggi Predikat Aditama untuk sejumlah unit pembangkit, antara lain Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling pada kategori Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) komersial, serta UBP Semarang, Priok, Suralaya, Tello, Cilegon, dan Banten 3 Lontar pada kategori captive power sektor industri.
Selain itu, PLN IP juga meraih Predikat Madya untuk beberapa pembangkit, di antaranya UBP Mrica–PLTM Jelok, UBP Bali-PLTS Nusa Penida, UBP Tello–PLTS Selayar, serta UBP Jateng 2 Adipala. Sementara Predikat Pratama diraih UBP Barito–PLTA Ir PM Noor.
Melalui capaian tersebut, PLN Indonesia Power menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Pengembangan pembangkit EBT yang terintegrasi dan berkelanjutan terus didorong sebagai fondasi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus percepatan terwujudnya swasembada energi. (srv)











