• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cuaca Ekstrem Mengintai, Akademisi Ingatkan Bencana Bukan Sekadar Faktor Alam

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 31 Desember 2025 - 20:08
in Nasional
bencana

Dampak banjir bandang terlihat di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Peristiwa ini menjadi pengingat tingginya risiko bencana hidrometeorologi di tengah persoalan tata ruang dan kerusakan lingkungan. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masyarakat dan pemerintah kembali diingatkan akan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada akhir 2025 hingga awal 2026. Ancaman serius yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi terjadi secara luas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang lebih rendah dibandingkan perairan Indonesia. Perbedaan suhu ini mendorong aliran massa udara menuju wilayah Indonesia, sehingga memicu pembentukan awan-awan tinggi yang berpotensi menurunkan hujan lebat dengan durasi panjang.

BacaJuga:

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Menanggapi peringatan tersebut, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Syukron Jamal, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa lagi memandang kebencanaan semata sebagai peristiwa alam yang datang tiba-tiba. Menurutnya, kebencanaan harus ditempatkan sebagai isu strategis dalam pembangunan nasional.

“Pemerintah harus menempatkan kebencanaan sebagai isu pembangunan, isu tata ruang, isu lingkungan, dan isu keadilan sosial,” ujar Syukron kepada INDOPOSCO melalui gawai, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini bukan murni disebabkan oleh faktor alam, melainkan akibat dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Alih fungsi hutan secara masif, pemukiman di daerah aliran sungai (DAS) dan lereng rawan, serta pembangunan infrastruktur yang tidak memperhitungkan aspek ekologis menjadi akar persoalan yang belum terselesaikan.

“Banyak bencana hidrometeorologi bukan murni alam, tapi akibat alih fungsi hutan, pemukiman di DAS dan lereng rawan, serta infrastruktur yang mengabaikan daya dukung lingkungan,” tegasnya.

Syukron mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah besar dan berani guna mencegah bencana serupa terus berulang. Salah satunya melalui reformasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lingkungan sebagai upaya menyentuh akar masalah.

Ia juga menilai pentingnya dilakukan audit nasional terhadap tata ruang wilayah rawan bencana, disertai dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. Selain itu, kebijakan relokasi warga harus dilakukan dengan pendekatan keadilan sosial, bukan sekadar penggusuran.

“Relokasi harus berbasis keadilan, bukan penggusuran. Negara harus hadir melindungi warga, bukan sekadar memindahkan masalah,” tutur Dosen Universitas Islam Depok dan Universitas Pancasila itu.

Lebih lanjut, Syukron menekankan perlunya penguatan peran pemerintah daerah hingga tingkat desa dalam mitigasi dan penanganan bencana. Menurutnya, daerah memiliki pengetahuan lokal yang penting dalam mengelola risiko bencana jika didukung kebijakan dan anggaran yang memadai.

Di akhir pernyataannya, Analis Komunikasi Kebijakan Publik itu menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah hanya dapat dipulihkan melalui sikap yang jujur dan konsisten dalam kebijakan.

“Kepercayaan hanya bisa dipulihkan jika pemerintah jujur, bertindak konsisten, dan mengutamakan keselamatan warga,” tutupnya.

Dengan ancaman cuaca ekstrem yang kian nyata, peringatan BMKG dan suara para akademisi menjadi pengingat bahwa keselamatan warga tidak cukup dijaga dengan respons darurat semata, melainkan membutuhkan keberanian negara untuk membenahi kebijakan pembangunan dari hulunya. (her)

Tags: akademisiAnalis Komunikasi Kebijakan PublikBencana Alamcuaca ekstremSyukron JamalUIN Syarif Hidayatullah

Berita Terkait.

sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27
demonstrasi
Nasional

Students Begin Gathering Outside House of Representatives Building This Afternoon, Raising Issues from Free Nutritious Meals Program to Fuel Prices

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:48
rini
Nasional

Bahas Reformasi Sektor Publik, Indonesia dan Australia Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Pemerintahan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7138 shares
    Share 2855 Tweet 1785
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1062 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
lesu
Piala Dunia 2026

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Amerika Serikat memetik kemenangan krusial 2-0 atas Timnas Australia dalam pertandingan kedua Grup D Piala...

SelengkapnyaDetails
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.