INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengklaim fasilitas layanan kesehatan di tiga provinsi Sumatera yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berpraktik kembali pascabenca banjir dan longsor.
“Pada prinsipnya seluruh rumah sakit pemerintah sudah beroperasi. Sebagian kecil operasinya memang belum maksimal,” kata Pratikno secara daring soal penanganan banjir dan longsor di Sumatera, Kamis (25/12/2025).
Ia juga mengemukakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana telah kembali pulih. “Serta ratusan puskesmas telah aktif kembali dan terus ditingkatkan layanannya,” ujar Pratikno.
Upaya pemulihan rumah sakit dan layanan puskesmas di daerah terdampak bencana terus dikebut oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan para relawan.
“Kementerian Kesehatan dengan dibantu relawan, TNI dan Polri terus mempercepat pemulihan rumah sakit di wilayah terdampak, serta layanan di puskesmas,” imbuh Pratikno.
Kementerian Kesehatan sempat mengungkapkan, sejumlah rumah sakit masih lumpuh pascabenca banjir dan longsor menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera. Tim gabungan dari Kemenkes, TNI, dan relawan terus berupaya melakukan pembersihan dan perbaikan infrastruktur.
Total ada tujuh fasilitas layanan kesehatan yang belum beroperasi itu berada di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langkat Sumatera Utara. Di antaranya RSUD Muda Sedia, RSU Pertamina Rantau, RSU Prima Inti Medika, RS Mulia Raya, RSU Graha Bunda.
Selain itu, RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, RSUD Tanjung Pura. Sebagian besar bangunan di fasilitas layanan kesehatan itu mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.
“Sedang dilakukan pemulihan yang dimulai dengan pembersihan ruangan, fasilitas dan alat kesehatan (alkes) bersama para nakes, TNI dan relawan-relawan,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman terpisah kepada INDPOSCO melalui gawai, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Untuk layanan kesehatan sementara dialihkan ke pos kesehatan dekat pengungsian atau pemukiman warga. Sebagian menggunakan ruangan dan fasilitas di RSUD yang sudah bisa digunakan, sambil dilakukan pemulihan di bagian lainnya. “Kami juga kirimkan tenaga elektromedik untuk cek kondisi alkes dan lakukan perbaikan,” jelas Aji. (dan)










