• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Dosa Pertama

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 26 Desember 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Bung, tolong diralat ya. Kabupaten Dairi itu bukan tanah Batak. Tapi tanah Pakpak. Jangan sampai kami orang Dairi tersakiti oleh Disway karena disebut tanah Batak”.

Itu dikirim langsung ke saya. Begitulah sebagian orang Pakpak bereaksi atas tulisan di Disway kemarin. Tidak hanya Pakpak. Ternyata orang Karo juga tidak bisa disebut Batak. Pun orang Mandailing. Berarti penyebutan Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Mandailing itu keliru. Yang disebut Batak ternyata hanya Tapanuli –lebih tepatnya Tapanuli Utara. Atau disebut juga Batak Toba.

BacaJuga:

Dokter Icha

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Masalahnya migrasi penduduk sudah sangat tinggi. Orang Batak sudah banyak di Pakpak. Orang Pakpak banyak di Karo. Orang Karo banyak di Mandailing. Mereka juga kawin-mawin antar sub-ras dan antar marga.

Maka Kabupaten Dairi pun sudah lebih banyak dihuni oleh orang Batak. Orang Pakpak menjadi agak minoritas. Mereka lebih terlihat homogen yang tinggal di kabupaten Pakpak Bharat.

Pun dalam hal agama. Kian campur. Meski tetap minoritas jumlah Muslim bertambah di Dairi. Mungkin kini sudah mencapai 15 persen. Kristen masih 85 persen.

Tapi di hari Natal 25 Desember kemarin saya terbangun pukul 04.00 oleh suara tahrim azan subuh. Begitu keras. Menggema dari pengeras suara masjid di tengah kota Sidikalang.

Saya pun ke masjid itu. Jalan kaki. Yang salat subuh satu baris. Itulah masjid Agung Sidikalang –ibu kota kabupaten Dairi. Dulunya masjid kayu. Kecil. Tahun 1986 dibangun oleh Presiden Soeharto lewat program Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila.

Selesai salat saya bertanya pada imam: apakah suara azan yang begitu keras di pagi buta tidak dipersoalkan penduduk yang mayoritas Kristen. “Tidak. Di sini hubungan antar agama sangat baik,” jawabnya.

Lalu saya menghampiri sekelompok jamaah yang lagi berbincang di sudut masjid. Ternyata mereka sedang rapat: membagi tugas dakwah. Ternyata mereka dari kelompok jamaah tabligh.

Selesai subuh saya masuk ke toko yang buka 24 jam. Di situ saya disapa seorang laki-laki yang mengenali saya.

“Saya tahu bapak juga suka durian. Mari ikut saya. Banyak durian di rumah saya. Tinggal metik sendiri”.

“Sepagi ini?”

“Hanya 20 menit dari sini”.

“Saya akan olahraga. Lain kali saja”.

“Kalau begitu saya antar saja duriannya ke rumah Pak Bupati. Satu pikap. Saya biasa kirim durian ke Jawa sampai pakai tronton,” ujarnya.

Sumut memang lagi musim durian. Pun Pontianak. Sepanjang jalan antara Medan-Sidikalang tidak hentinya pajangan durian. Apalagi di daerah Brastagi dan Kabanjahe. Rp100.000 dapat lima biji.

Pun sampai saatnya kami berangkat ke perayaan Natal di gereja Sidikalang. Bersama Bupati Dairi, Vickner Sinaga dan istri. Kami tidak pilih-pilih gereja yang mana. Yang paling dekat saja: gereja Katolik Sidikalang. Hanya sepelemparan batu dari rumah Bupati Dairi.

Di gereja itu misa Natal sudah dilaksanakan malam sebelumnya. Kemarin pagi perayaan Natalnya. Di halaman gereja.

Dari acara Natal itu kami ke tempat wisata Dairi. Ke patung Jenderal T.B. Simatupang. Di atas bukit. Berdekatan dengan patung pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang juga kelahiran Sidikalang: L. Manik. Liberty Manik. Lagu perjuangan itu sangat populer tapi Manik lebih banyak lagi menciptakan lagu gereja.

Patung T.B. Simatupang itu diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri. Berarti persoalan keluarga T.B. Simatupang dengan keluarga Bung Karno sudah baik. Jenderal T.B. Simatupang memang tokoh “militer pemberontak” di mata Bung Karno (lihat Disway kemarin).

Lalu kami ke surga. Surga beneran. Lokasinya berdampingan dengan bukit patung Simatupang.

Di Dairi orang yang belum meninggal dunia pun sudah bisa ke surga. Hanya 10 menit dari kota Sidikalang. Surganya pun lengkap: ada sungai mengalir di dalamnya. Empat sungai. Seperti gambaran surga dalam kitab suci.

Sayangnya itu surga lama: ketika Adam dan Eva (Hawa) masih berada di surga. Berdiri berdua. Di depan mereka terlihat kepala ular yang mulutnya membuka dan lidahnya menjulur ke arah Adam-Eva.

Ular itu, seperti digambarkan dalam kitab suci, melambangkan setan: yang sedang menggoda Adam untuk makan buah surga yang sebenarnya dilarang. Ularnya besar sekali. Sebesar badan kereta api. Panjangnya sampai lebih 100 meter.

Itulah adegan dosa pertama yang dibuat manusia. Yang lantas dipercaya menjadi dosa turunan. Yang kemudian harus ada Yesus sebagai juru selamat.

Maka isi berikutnya dari taman ini adalah: kandang domba tempat Yesus dilahirkan, Yesus memberi makan 5.000 orang miskin cukup dengan dua roti, Yesus diadili sebagai pembawa agama sesat, Yesus disiksa saat memanggul salib ke bukit Golgota, Yesus terjatuh-jatuh, sampai Yesus disalib.

Total luas taman ini lebih 13 hektare. Dilengkapi Gua Maria, sungai Yordan tempat Yesus dibaptis, dan ruang-ruang doa bagi pengunjung taman.

Nama resmi taman ini adalah Taman Wisata Iman. Bisa membuat orang lebih beriman –harapannya. Lokasinya di bukit tinggi yang indah. Dari sini bisa melihat ngarai jauh di bawah. Bisa mendengarkan suara air terjun yang bergemuruh.

Tapi surga itu memang surga lama. Dibangun oleh bupati

Dairi Master Parulian Tumanggor, 23 tahun yang lalu. Terlihat sudah agak lama tidak dipelihara. Keindahan surganya sudah rusak. Taman bunganya sudah jadi rumour. Empat sungainya sudah tanpa air. Tinggal jalan salibnya yang masih cukup rapi.

Sidikalang terlalu kecil untuk menerima objek wisata begini bagus. Bupati Dairi yang sekarang, Vickner Sinaga, harus putar otak untuk membangkitkannya.

Wisata Iman ini bukan dosa turunan tapi problem turunan. Penebusannya akan sangat mahal. Apalagi tidak mungkin dilengkapi dengan daya tarik wisatawan yang lain yang bisa dianggap merusak iman. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1697 shares
    Share 679 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1728 shares
    Share 691 Tweet 432
Tuchel
Olahraga

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Editor Laurens Dami
Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06

INDOPOSCO.ID - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta publik tidak mengharapkan performa memukau saat timnya bersua Republik Demokratik Kongo di...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.