INDOPOSCO.ID – Tata kelola Program Pemagangan Indonesia-Jepang harus diperkuat, agar semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangan, Kamis (25/12/2025). Menurutnya, program pemagangan di dalam dan luar negeri merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
“Tenaga kerja harus siap memasuki dunia kerja dan menjadi solusi dari tingginya angka pengangguran,” ujar Yassierli dalam keterangan, Kamis (25/12/2025).
Ia menegaskan, pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam seluruh proses, mulai dari regulasi hingga perizinan. “Praktik yang tidak sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik perlu dibenahi,” tegasnya.
Dalam konteks pemagangan luar negeri, khususnya Indonesia-Jepang, Yassierli menekankan pentingnya penataan peran dan kinerja Sending Organization, agar program berjalan efektif, adil, dan berfokus pada kepentingan peserta.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pemagangan bersifat sementara dan bertujuan meningkatkan kompetensi. Sehingga pelaksanaannya perlu dikelola secara profesional dan tidak dibebani biaya tinggi.
“Ini bisa berpotensi menghambat akses peserta, terutama dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Ia menyebut, sebagai langkah ke depan, ada tiga fokus penguatan program pemagangan, yaitu penyempurnaan regulasi dan perizinan, penguatan ekosistem berbasis satu data terintegrasi, serta pengembangan program pasca pemagangan. (nas)




















