• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Tetap Perawan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 24 Desember 2025 - 08:00
in Disway
disway-kamis

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sepanjang perjalanan 10 jam dari Poso ke Luwuk, ingatan saya terus ke Sumatera: ke daerah bencana.

“Mungkinkah alam Banggai ini bisa bertahan seperti ini untuk 20 tahun ke depan? Tidak kah hutan sepanjang perjalanan ini akan habis juga kelak? Lalu akan timbul bencana seperti di Sumatera?”

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Sudah begitu banyak sungai saya lewati. Semuanya berair jernih. Dengan bebatuan kecil dan pasir kasar di dasarnya. Setiap melalui sungai itu rasanya ingin turun dari mobil. Lalu berkecipung di situ. Saking bening airnya.

Memang, di beberapa tempat jalannya rusak. Itu akibat bukit yang longsor. Tapi hanya menimbulkan luka kecil di lereng butiknya. Tidak seberapa dalam goresan lukanya. Kanan-kiri-atasnya tetap terlihat hutan yang utuh. Yang mampu menahan longsoran itu tidak meluas.

Kalau pun ada industri baru di sepanjang jalan itu adalah industri pengolahan kelapa. Bukan smelter nikel. Bukan batu bara. Bukan sawit.

Dengan harga kelapa sekarang ini rasanya hutan kelapa itu tidak akan berubah jadi sawit. Memang pernah harga kelapa jatuh sampai tinggal Rp2.000. Saat itu, 20 tahun lalu, sampai banyak pohon kelapa dibiarkan tidak terawat. Tidak pula ada penanaman baru. Tidak ada peremajaan. Tapi tetap tidak ada yang diubah jadi sawit.

Kini harga kelapa terus melonjak. Terutama sejak orang Tiongkok suka minum santan dingin. Santan yang sudah dikalengkan. Di mana pun saya makan di Tiongkok selalu melihat sajian santan dalam kaleng.

Bahkan kini apa pun dari kelapa laris manis: tepungnya, bahkan airnya. Maka pabrik kelapa modern sekarang ini efisiennya bukan main: airnya pun laku. Yang dulu dibuang itu.

Air kelapa itu dibekukan. Lalu diekspor. Daging kelapanya, dulu, hanya bisa dibuat kopra. Kini daging itu diambil dulu santannya. Diambil 50 persennya. Sisanya dikeringkan. Dijadikan tepung. Tepung itu masih gurih karena masih mengandung sedikit santan. Tepung itu diekspor.

Pabrik yang tidak kombinasi seperti itu akan tutup. Kalah efisien. Persaingan pabrik kelapa pun sangat ketat. Apalagi investor dari Tiongkok juga mulai bikin pabrik di Sulteng-Sulut. Setidaknya sudah ada lima pabrik kelapa dari sana.

Mungkin pabrik-pabrik itu akan berjasa mempertahankan lingkungan alam Sulut dan Banggai. Tapi siapa yang akan mempertahankan hutan-hutan di gunung-gunung itu? Sepanjang Poso, sampai Banggai, hutannya begitu perawan. Saking perawannya teroris pun pilih hutan itu sebagai pertahanan terakhirnya: baru bisa ditumpas habis lima tahun lalu.

Zaman dulu, wilayah ini masuk kerajaan Banggai. Mulai dari Poso sampai pulau-pulau di seberang Luwuk. Di utara pulau-pulau itu berdiri kerajaan Ternate yang kuat.

Banggai bisa bikin bangga: lingkungannya terjaga. Bahkan sungai di dalam kota Luwuk pun mengalir ke laut dalam keadaan jernih. Bening. Padahal ini musim hujan. Air hujan biasanya membawa lumpur dari gunung. Warna cokelat. Keruh.

Boleh dipastikan di antara sungai yang melintas di dalam kota, sungai di kota Luwuk-lah terjernih di Indonesia.

Menjelang senja itu, 19 Desember lalu, saya jalan-jalan di pantainya: pantai Lalong. Pantai yang berbentuk teluk. Teluknya hampir melingkar menyerupai huruf O yang belum selesai ditulis. Salah satu sungai itu bermuara di Lalong. Saya jenguk muaranya: jernih sekali. Sampah pun tidak terlihat.

Ada masjid besar di pantai itu. Saya magriban di situ. Halamannya luas. Menghadap pantai. Sayangnya halaman itu dipasangi keramik. Putih. Mengilap. Silau di siang hari. Licin di kala hujan. Keramik ini sangat tidak cocok dengan lingkungan pantai yang indah. Bahkan tidak cocok dengan keindahan masjidnya.

Dari pantai Luwuk saya memandang senja ke gunung di sekelilingnya. Hijau. Utuh. Tidak terganggu nikel. Tidak terganggu sawit. Tetap perawan. Entah sampai kapan.(Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.