• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Puisi Ayah

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 21 Desember 2025 - 08:00
in Disway
disway-Minggu-780x470

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saya ikut menitikkan air mata saat puisi seorang ayah ini dibaca. Inilah seorang ayah yang memiliki satu anak, seorang putri, yang kemarin ia nikahkan dengan seorang lelaki dari negeri nan jauh: orang Amerika kelahiran Nigeria.

Saya dua kali berlinang ketika menghadiri akad nikah adat Banggai di kota Luwuk kemarin pagi.

BacaJuga:

Dokter Icha

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Pertama saat pengantin itu sungkem dengan gaya Banggai yang mirip dengan adat mana pun di Indonesia.

Ayah putri itu, Adrin Sululing, tampak meneguhkan hati saat disungkemi, tapi jebol juga pertahanannya. Apalagi ibunda sang putri: sampai sesenggukan. Putri tunggalnya itu akan dibawa sang menantu menjauh dari Banggai.

Air mata kedua jatuh saat puisi sang ayah dibacakan. Yang membaca salah satu “anak binaan Adrin”. Risal Panigoro. Ia seorang ustad muda dengan jenggot panjang yang lebat dari kelompok Wahdah Islamiyah yang berpusat di Makassar.

Rupanya sang ayah merasa tidak akan mampu membaca puisi bikinannya sendiri itu. Dari puisi itu terasa sang ayah sedang berjuang untuk belajar ikhlas. Yakni ikhlasnya seorang ayah yang sudah mengembara ke seluruh Indonesia, yang sudah berhasil ikhlas melepas duniawi, tapi terlihat belum bisa sepenuhnya merelakan kepergian sang putri.

Sang putri, Reski Sululing, ikut sesenggukan saat puisi sang ayah dibacakan.

Sang suami tentu tidak mengerti arti puisi itu. Tapi Ahmed Ipesa-Balogun, pengantin pria, berusaha meredakan gejolak jiwa istrinya:

Reski, anakku…

Namamu bisa diartikan sebagai anugerah terbaik dalam hidupku, peluruh haus seorang pengembara.

Setiap hari kau tumbuh sedikit lebih tinggi…

Sedikit lebih jauh…

Hati papa sudah mulai berat untuk belajar melepasmu pelan-pelan… seperti daun yang jatuh…lalu mengerti bahwa angin pun punya tugasnya…

Hari ini kau dipersunting, padahal papa baru akan mau belajar berjalan tanpamu…belajar merelakan saat kau memilih langkahmu sendiri…walau setiap langkahmu selalu membuat papa ingin ikut menjaga..

Reski…

Jika nanti kau merasa sendirian…

ingat nak…tubuhmu mungkin jauh…tapi namamu selalu tinggal di dada papa dalam doa yang tak pernah selesai…

Papa mungkin tidak selalu bisa memberi apa yang kau inginkan,

tapi papa tidak pernah rela kau menangis sendirian…

Biarkan air mata itu jatuh di pelukan yang dulu membawamu tidur…pelukan yang diam-diam takut kehilanganmu…

Sekarang tangan lain yang akan menggenggam tanganmu…membawamu berjalan lebih jauh dari rumah kita…

Papa akan mengangguk, tersenyum,

dan diam-diam mengemas sesak di dada…seperti baju lama yang tak pernah ingin dilipat…

Saat ini ada laki-laki yang mencintaimu…tapi biarkan papa memahamkan dia…bahwa pernah ada cinta untukmu yang tak mampu ia lampaui…

Reski…meski dunia nanti mengikat waktumu…

Ingatlah…hati papa akan selalu menjadi tempat kembalimu seletih apa pun…

Selalu ada ruang kosong di hati papa…

Ada pintu yang tidak pernah dikunci…karena kaulah kuncinya..

Jendela rumah kecil kita selalu tersenyum…untuk setiap langkahmu yang ingin pulang…

untuk setiap rindu yang kau lantunkan dalam doa…

Reski…bagaimana pun kau pergi…hati papa tidak pernah benar-benar melepaskan…hanya belajar menyembunyikan rindu

dalam kata yang paling sederhana…“Hati-hati ya, Nak.”

“Berjalanlah dengan nafasku dan keridhaanNya”.

Begitu lulus fakultas teknik (sipil) Universitas Hadanuddin Makassar, sang ayah, Adrin, diterima sebagai pegawai negeri. Yakni di Kementerian Pekerjaan Umum.

Adrin tidak mau jadi pegawai negeri. Ia pilih ikut proyek-proyek swasta. Spesialisasinya adalah irigasi pertanian dan pengukuran tanah.

Ia tidak pernah mau naik jabatan. Tetap ingin di lapangan. Pun walau harus sampai ke pulau We di Sabang dan Merauke. Waktu bandara Digul di pedalaman Papua dibangun ia berbulan-bulan di sana.

Pekerjaan terakhirnya adalah pengukuran tanah untuk bandara Luwuk. Lalu pensiun. Ia membeli tanah di desa. Bukan di kota. Yakni di desa Bunga, setengah jam dari kota Luwuk. Ia bangun sendiri rumah di situ untuk mencukup-cukupkan uangnya.

Rumah itu terlalu sederhana, terutama ukurannya. Saat diadakan acara adat mappacci di rumah itu, orang berjejal. Ruang tamu tempat acara itu hanya cukup untuk delapan orang. Berjejal. Saya sampai sulit untuk memotret.

Terasnya hanya cukup untuk duduk enam orang. Tamu-tamu dari Amerika dan Nigeria terlihat tidak ada yang canggung berdesakan di rumah desa seperti itu.

Akad nikahnya sendiri di lantai lima Hotel Santika, Luwuk. Pakai dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Yang menikahkan ayah Reski sendiri. Pakai bahasa Indonesia. Jawaban Ahmed, pengantin pria, juga dalam bahasa Indonesia dengan cara membaca terpatah-patah teks yang sudah disiapkan.

Pengantinnya sendiri mengenakan pakaian adat Nigeria. Baik pengantin pria maupun wanitanya. Ternyata wanita yang disungkemi Resi itu bukan ibu mertua; itu nenek Ahmed dari ibunya yang sudah meninggal dunia. Sedang ayah Ahmed, seorang pengusaha real estate di Lagos, duduk di sebelahnyi.

Lagos bukan ibu kota Nigeria, tapi kota terbesar di negara itu. Kota pelabuhan. Besarnya mirip Jakarta. Penduduknya sekitar 17 juta termasuk mega city yang sangat cepat berkembang.

Itu kontras dengan Luwuk. Kota begitu kecil. Terpencil. “Tapi Luwuk ini indah sekali,” ujar Rilwan, anggota keluarga Ahmed yang datang dari Lagos.

Jodoh tidak bisa lari ke mana. Pun ketika seorang ayah begitu berat melepaskan putrinya. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1697 shares
    Share 679 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1728 shares
    Share 691 Tweet 432
Piala-Dunia
Olahraga

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Editor Dilianto
Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41

INDOPOSCO.ID - Inggris, Belgia, dan tuan rumah Amerika Serikat menjadi tiga tim yang akan mencuri perhatian pada lanjutan babak 32...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:48
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.