• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menuju Masa Depan Rendah Karbon, Energi Terbarukan Didorong Jadi Andalan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 17 Desember 2025 - 12:22
in Ekonomi
Panel Surya

Ilustrasi - Petugas melakukan perawatan panel surya di pembangkit listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkah Indonesia menuju masa depan energi bersih kian dipercepat, seiring tekad pemerintah menjadikan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai fondasi utama transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission tahun 2060.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam ajang Energy and Infrastructure Thought Series Discussion Series VII 2025 bertajuk “Pemantik Bisnis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral 2026, Dari Hilirisasi Hingga Transisi” yang digelar di Jakarta, Senin (15/12/2025).

BacaJuga:

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Dalam forum itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili oleh M. Wahyu Jasa Diputra menyampaikan penguatan energi bersih tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga kunci ketahanan energi nasional.

Menurut Wahyu, arah kebijakan tersebut selaras dengan agenda swasembada energi serta komitmen penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi. Indonesia, lanjutnya, dianugerahi sumber daya energi terbarukan yang melimpah dan tersebar luas dari barat hingga timur nusantara.

Potensi energi baru dan terbarukan (EBT) nasional diperkirakan mencapai sekitar 3.687 gigawatt, didominasi oleh tenaga surya, tenaga air, angin, dan panas bumi. Namun besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi pasokan energi yang optimal karena masih terkendala sejumlah tantangan struktural.

“Pemerintah menilai optimalisasi potensi ini krusial untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Wahyu.

Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission 2060, pemerintah menempatkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai strategi inti, bersanding dengan percepatan elektrifikasi sektor transportasi dan rumah tangga, serta penerapan efisiensi energi secara masif. Di sisi lain, gas alam tetap diposisikan sebagai energi transisi guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Tak berhenti di sana, pemerintah juga mulai menyiapkan teknologi rendah karbon jangka panjang, seperti carbon capture, utilization and storage, hidrogen, hingga energi nuklir, sebagai bagian dari diversifikasi bauran energi masa depan.

Wahyu memaparkan bahwa hingga Semester I tahun 2025, bauran energi baru dan terbarukan nasional telah mencapai sekitar 16 persen, atau meningkat 1,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada rentang waktu tersebut, kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan bertambah sekitar 1,15 gigawatt, terutama berasal dari pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik tenaga surya.

Meski mencatat tren positif, capaian itu dinilai masih perlu digenjot agar sesuai dengan target bauran energi baru dan terbarukan sebesar 17 hingga 20 persen sebagaimana diamanatkan dalam Kebijakan Energi Nasional.

Ke depan, pemerintah memproyeksikan kebutuhan investasi di sektor energi baru dan terbarukan hingga tahun 2034 mencapai lebih dari Rp1.600 triliun. Investasi tersebut tidak hanya berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau serta menurunkan emisi hingga 129 juta ton karbondioksida.

Menutup pemaparannya, Wahyu menegaskan bahwa percepatan transisi energi tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah, badan usaha milik negara, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas menjadi kunci agar transformasi energi nasional mampu berjalan seimbang antara ketahanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan langkah yang semakin terarah dan kolaboratif, Indonesia menapaki jalan panjang menuju masa depan energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. (her)

Tags: EBTEITSEnergi BersihTransisi Energi

Berita Terkait.

epi
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:23
driling
Ekonomi

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:40
farmasi
Ekonomi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:11
apski
Ekonomi

Kementerian UMKM Gandeng Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Muda Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:22
smk
Ekonomi

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:28
Kelola SPPG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara Fokus Dukung Program Gizi Nasional
Ekonomi

The Banker Tetapkan BRI sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia pada 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1425 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2936 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.