• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Defisit Energi Membesar, Pemerintah Siapkan Jurus Teknologi dan Insentif Migas

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 17 Desember 2025 - 16:06
in Nasional
migas

Ilustrasi - Anjungan pengeboran migas lepas pantai beroperasi di perairan Indonesia/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketimpangan antara konsumsi dan produksi energi nasional kian menganga. Di saat kebutuhan minyak terus melesat, kemampuan produksi dalam negeri justru tertinggal jauh, memaksa Indonesia bergantung pada impor. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mempercepat langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Koordinator Eksploitasi Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Maruf Afandi, menegaskan bahwa optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) kini menjadi agenda utama pemerintah.

BacaJuga:

Terkait Keabsahan Ijazah, Ketua dan Anggota KPU RI Diperiksa DKPP

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Wamenkop: Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu

“Peningkatan produksi migas menjadi prioritas strategis di tengah konsumsi domestik yang terus melampaui kapasitas produksi nasional,” ujar Maruf dalam diskusi energi di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Ia memaparkan, konsumsi minyak nasional telah menyentuh angka sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi dalam negeri masih berkisar di angka 600 ribu barel per hari. Selisih yang lebar tersebut menjadi sumber utama defisit energi sekaligus peningkatan impor minyak mentah dan produk BBM.

Untuk sektor gas, situasinya relatif lebih terkendali. Produksi nasional sekitar 6.500 juta kaki kubik per hari dinilai masih mencukupi. Namun, tantangan besar muncul pada ketersediaan dan pemerataan infrastruktur agar pasokan gas dapat menjangkau kebutuhan pembangkit listrik, industri, hingga rumah tangga.

Menjawab persoalan tersebut, pemerintah menggenjot aktivitas hulu migas melalui pembukaan wilayah kerja baru dan revitalisasi aset lama. “Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah mendorong eksplorasi secara masif dengan membuka lebih dari 75 blok migas potensial, serta mereaktivasi sekitar 4.500 sumur dan lapangan idle,” jelasnya.

Tidak hanya bergantung pada pembukaan blok baru, lapangan produksi yang telah beroperasi juga dioptimalkan dengan sentuhan teknologi mutakhir.

“Optimalisasi lapangan produksi juga dilakukan melalui penerapan teknologi lanjutan seperti multi-stage fracturing, horizontal drilling, dan berbagai metode enhanced oil recovery (EOR) guna meningkatkan recovery factor dari lapangan eksisting,” ungkapnya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah juga melakukan pembenahan fundamental guna memperbaiki iklim investasi hulu migas. Fleksibilitas kontrak dan berbagai insentif fiskal diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik proyek eksplorasi dan pengembangan.

Skema kontrak cost recovery dan gross split yang diperbarui, pembebasan pajak tidak langsung pada fase eksplorasi, serta percepatan perizinan melalui regulasi baru—termasuk Peraturan Menteri ESDM No.14 Tahun 2025—diharapkan mampu memperbaiki keekonomian proyek sekaligus mempercepat tambahan produksi nasional.

Ke depan, sinergi lintas pelaku menjadi kunci akselerasi produksi. Pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), mitra teknologi, dan investor.

“Ke depan, pemerintah menargetkan akselerasi produksi melalui kolaborasi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan mitra teknologi maupun investor, termasuk melalui kerja sama operasi dan pengelolaan sumur tua,” jelasnya.

Namun Maruf mengingatkan, strategi ini tidak akan berjalan efektif tanpa kepastian regulasi, kecepatan adopsi teknologi, serta koordinasi yang solid antarlembaga.

“Keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada percepatan adopsi teknologi, kepastian regulasi, serta koordinasi erat antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan pelaku industri untuk memastikan peningkatan lifting migas berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

Di tengah tantangan defisit energi yang kian nyata, langkah-langkah ini menjadi taruhan besar pemerintah agar produksi migas nasional tak hanya bertahan, tetapi kembali menemukan momentumnya. (her)

Tags: Defisit EnergiESDMInsentif MigasMaruf AfandiTeknologi

Berita Terkait.

Terkait Keabsahan Ijazah, Ketua dan Anggota KPU RI Diperiksa DKPP
Nasional

Terkait Keabsahan Ijazah, Ketua dan Anggota KPU RI Diperiksa DKPP

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:12
guru
Nasional

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:27
kemenkop
Nasional

Wamenkop: Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:07
menag
Nasional

Manajemen Talenta Segera Diterapkan, Menag: Jabatan ASN Kemenag Berdasarkan Kompetensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:37
sutan
Nasional

DPD RI Kawal Program Perumahan agar Tepat Sasaran, Sultan: Rumah Layak Hak Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:17
brin
Nasional

Indonesia Perkuat Kebijakan Konservasi Lewat Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:16

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12556 shares
    Share 5022 Tweet 3139
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3177 shares
    Share 1271 Tweet 794
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.