INDOPOSCO.ID – Kepedulian terhadap penanganan dampak bencana alam yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) datang dari sejumlah kalangan, mulai dari pemerintah, swasta hingga individu-individu.
Salah satunya datang dari relawan Pertamina. Mereka datang dari berbagai entitas di Subholding Upstream Pertamina, seperti Pertamina Hulu Rokan (PHR), PHR Zona 1, Pertamina Hulu Energi dan Regional 2 Subholding Upstream Pertamina.
Misi yang dibawa oleh relawan Pertamina ini adalah mengirimkan atau menyalurkan bantuan kepada warga di Aceh Tamiang yang saat ini sedang berjuang melewati hari-hari sulit pascabencana. Dua truk besar diturunkan untuk membawa logistik dari Kota Medan menuju Kuala Simpang pada Kamis (11/12/2025) pagi.
Truk logistik ini membawa beras, mie instan, minyak goreng, susu, air mineral, biskuit, teh celup, gula, kopi, popok bayi, pembalut, sikat gigi, pasta gigi dan obat-obatan. Bantuan ini akan disalurkan melalui Posko BPBD Aceh Tamiang yang didirikan di Kantor Bupati Aceh Tamiang.
“Bantuan ini bentuk wujud kepedulian Pertamina terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Kami bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” kata Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen.
Ditegaskannya, setiap misi kemanusiaan selalu mengingatkan pihaknya bahwa peran Pertamina tidak hanya berhenti pada operasi energi. Pertamina merupakan bagian dari masyarakat. Sehingga, ketika masyarakat membutuhkan, Pertamina hadir.
Koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang terus dilakukan, mulai dari rute aman, titik serah terima, hingga mekanisme distribusi. Semua ini diatur untuk memastikan agar bantuan tiba tanpa hambatan.
Di sisi lain, Tim Relations dari Pertamina EP Rantau Field telah lebih dulu berada di posko untuk menyambut kedatangan truk serta memastikan proses penyaluran berjalan lancar.
Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah menceritakan bagaimana buruknya kondisi di wilayah Aceh Tamiang saat puncak banjir.
“Di beberapa titik ketinggian air mencapai 3 meter, akses jalan terputus, jaringan komunikasi dan listrik juga down. Kami di lapangan mengalami blackout full selama 3 hari. Namun, kini keadaan makin membaik,” tuturnya.
Meski demikian, bukan berarti tugas para relawan Pertamina ini berakhir. Penanganan pascabencana menjadi tantangan terbesar bagi para relawan. Bahu membahu dengan warga sekitar, para relawan Pertamina membersihkan jalanan dari lumpur dan rumah-rumah yang hanyut di jalanan umum.
Tak hanya itu, para relawan juga melakukan layanan trauma healing kepada anak-anak yang berada di posko pengungsian dengan mengajak mereka bermain.
Untuk diketahui, sejak akhir pekan lalu, sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang dilanda banjir besar akibat curah hujan ekstrem. Air sungai yang meluap merendam permukiman, memaksa warga mengungsi ke titik-titik aman di sekitar Kecamatan Kuala Simpang. (rmn)











