INDOPOSCO.ID – PT Patra Drilling Contractor (PDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan Food & Lodging Services (FLS) melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan ini berlangsung di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dan diikuti 22 peserta yang merupakan koki dan baker dari proyek PDC di Sumatera Bagian Selatan (SBS), Kawasan Timur Indonesia (KTI), dan Jawa.
Sebagai unit bisnis yang bertanggung jawab menyediakan layanan makanan, laundry, dan housekeeping dengan standar tinggi, FLS PDC menilai peningkatan kompetensi SDM sebagai kunci utama dalam menjaga mutu layanan.
“Kaitan pelatihan ini dengan kualitas layanan yang kami berikan bukan hanya mengenai bahan-bahan yang digunakan, tetapi juga dari kemampuan orang-orang yang memasak,” kata Manager Food & Lodging Services PDC, Rahmat Wijaya dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Pelatihan yang diselenggarakan sejak tanggal 1-5 Desember 2025, tidak hanya mengajarkan proses pembuatan makanan, tetapi juga mencakup HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) pangan, prosedur kesehatan dan keselamatan kerja, prosedur pengolahan, kontrol pemakaian serta penyimpanan untuk mengurangi food waste.
Setelah pelatihan, peserta menjalani asesmen sertifikasi yang mencakup uji praktik, wawancara, dan ujian tertulis, dipandu langsung oleh asesor resmi dari BNSP.
Sertifikasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas individu sekaligus memberikan dampak positif terhadap produktivitas perusahaan.
“Harapannya sertifikasi ini tidak berakhir hanya sebagai selembar kertas, melainkan benar-benar meningkatkan kompetensi para koki dan baker sesuai standar kualitas PDC,” jelas Rahmat.
Pada akhir kegiatan, PDC menggelar sesi diskusi antara karyawan lapangan dan kantor pusat untuk memperkuat komunikasi dan membahas tantangan yang kerap muncul di lokasi kerja.
“Kami berharap peserta pelatihan bisa mengimplementasikan apa yang dipelajari ketika kembali ke lokasi kerja. Tantangan bisa muncul kapan saja, dan para koki serta baker harus mampu mengidentifikasi serta menyelesaikan permasalahan secara kritis,” ungkap Rahmat.(srv)










