INDOPOSCO.ID – Danone Indonesia, menggelar Festival Air Bersih dan Sanitasi Pesantren di Jogjakarta sebagai upaya memperluas akses air bersih dan sanitasi yang inklusif untuk lingkungan pesantren.
Kegiatan ini mempertemukan beberapa lembaga meliputi perwakilan pemerintah dari pusat dan daerah, lembaga keuangan mikro (LKM), komunitas pesantren, serta organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang air bersih dan sanitasi. Acara juga melibatkan lebih dari 600 peserta terdiri dari santri, kyai, dan pengurus yang berasal dari puluhan pesantren yang berada di Daerah Istimewa Jogjakarta.
Rangkaian acara diisi dengan talkshow yang membahas seputar upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi untuk pesantren, salah satunya melalui inovasi water credit, yang merupakan skema pembiayaan mikro yang memungkinkan pesantren membangun sarana air bersih secara mandiri, fleksibel, dan berkelanjutan.
Di saat bersamaan acara para santri diberikan edukasi mengenai nutrisi dan hidrasi sehat melalui kelas-kelas kecil, tidak lupa dilakukan distribusi sanitasi kit kepada para santri sebagai sarana untuk menjaga kebersihan diri.
Di Indonesia, masih banyak pesantren yang menghadapi tantangan akses air bersih, mulai dari kualitas air yang tidak layak konsumsi, keterbatasan infrastruktur, hingga biaya pembangunan sarana yang tidak terjangkau. Kondisi pesantren yang padat mengharuskan pemakaian fasilitas secara bersama, sehingga tak jarang santri harus antri lama untuk bisa wudhu dan mandi.
Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan santri, kenyamanan belajar, hingga keberlangsungan aktivitas pesantren.
Dalam sambutannya, Direktur Air Minum Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Oscar SH Siagian, S.T., yang dibacakan oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Program Anggaran, Dibyo Saputro, S.T. M.Sc, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Danone Indonesia atas inisiatif ini.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi serta berterima kasih kepada Danone Indonesia yang telah mendukung penyediaan layanan air minum dan sanitasi di pesantren,” katanya.
Harda Kiswaya, Bupati Sleman mengapresiasi program ini dan siap mendukung implementasi
program ini di Jogjakarta, dan Kabupaten Sleman bersama stakeholder di mulai dengan Pondok
Pesantren Wahid Hasyim. Bupati menambahkan, akses terhadap air minum yang aman dan
sanitasi yang layak merupakan salah satu prioritas Pemerintah baik di tingkat nasional maupun
daerah. “Program ini sejalan dengan upaya kami di Kabupaten Sleman, yakni terus mendorong berbagai program untuk memperluas cakupan layanan air bersih, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan fasilitas sanitasi yang memadai untuk seluruh lapisanmasyarakat” tambahnya.
Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia,
menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari mandat perusahaan untuk
membawa dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa akses air bersih adalah hak dasar setiap orang. Di banyak pesantren, kebutuhan ini masih menjadi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun pembiayaan. Karena itu, melalui kolaborasi
dengan SEP dan Water.org, kami menghadirkan solusi inovatif melalui water credit yang memungkinkan pesantren membangun fasilitas air bersih secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Karyanto Wibowo.
Ustad Ahmad Tazakka Bonanza, Ketua Sinergi Ekosistem Pesantren dalam paparannya menyampaikan bahwa kondisi pesantren yang diidentikkan kotor dan kurang terawat jangan lagi menjadi hal tabu untuk dibicarakan, justru ini merupakan kritik internal untuk perbaikan. Beberapa tahun terakhir, SEP bersama water.org telah mengkampanyekan hal ini kepada pesantren-pesatren di Indonesia.
“Harapannya kondisi air bersih dan sanitasi yang baik di pesantren justru menjadi daya tarik bagi orang tua untuk mau menitipkan anaknya untuk belajar di pesantren” imbuhnya.
Salah satu pengurus Pesantren Daarul Khoir, Ustad Wahyudi Syakuri, menyampaikan pengalamannya dalam mengakses pembiayaan water credit untuk menambah fasilitas sanitasi di pesantrennya.
“Alhamdulillah, dengan adanya program ini kami dapat menambah fasilitas sanitasi di pesantren. Komitmen kami memang telah ada sejak lama, dan pembiayaan ini bertujuan menambah fasilitas sanitasi berupa toilet seiring dengan bertambahnya jumlah santri,” paparnya. (srv)










