• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Negara Ro-ro

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 9 Desember 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ingat Ira ingat Lino. Kalau saja kala itu presiden Indonesia sudah dijabat Prabowo Subianto, Lino rasanya akan diselamatkan seperti Ira.

Maka kita pernah kehilangan sosok direktur utama BUMN yang hebat seperti Lino.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Saya akan menulis buku tentang Lino –kelak, kalau keadaan sudah memungkinkan. Anda masih ingat: Lino adalah direktur utama PT Pelabuhan Indonesia II sekarang sudah dilebur bersama Pelindo 1, Pelindo 3, dan Pelindo 4.

Nama lengkapnya Richard J. Lino. Kelahiran Ambon. Tapi kakek-neneknya orang Rote, NTT. Saya tidak perlu menyebutkan mengapa Lino sampai masuk penjara. Anda sudah tahu ­– setidaknya yang tampak di permukaan.

Setelah menjalani hukuman empat tahun Lino tidak bisa diam. Ia tetap kerja keras. Tidak terpengaruh oleh statusnya sebagai mantan narapidana. Rekan kerja Lino baik di dalam maupun di luar negeri– tetap percaya pada integritasnya. Ia begitu mudah mendapatkan investor.

“Orang berprestasi akan tetap berprestasi di mana pun ia berada atau ditempatkan”. Anda masih ingat siapa yang sering mengucapkan kalimat itu.

Saya sendiri masih sering kontak dengan Lino. Saya suka berdiskusi dengan orang seperti Lino. Pikirannya terbuka. Kalau bicara ceplas-ceplos. Tidak mau kompromi. Hitam bukanlah putih.

Sebenarnya Lino bisa tidak masuk penjara. Kalau ia mau kompromi. Saat itu sudah banyak yang lupa bahwa Lino adalah tersangka. Sudah lebih empat tahun sebagai tersangka tidak pernah diperiksa. Tanpa pernah diperiksa. Justru Lino yang minta agar dirinya diperiksa.

Kini, sebagai orang swasta, Lino masih terus bekerja untuk mewujudkan pemikirannya tentang Indonesia. Khususnya di bidang maritim. Kerja keras untuk itu. Badannya sehat. Masih gesit.

Inilah salah satu pikiran besarnya untuk masa depan Indonesia. Terutama di bidang logistik: “Indonesia itu diciptakan sebagai negara ro-ro by nature,” katanya dua hari lalu.

Tapi ia melihat selama ini arah kelautan Indonesia tidak sesuai dengan kehendak alam itu. Jenis kapal dan pelabuhan yang dikembangkan melawan alam.

“Arah pembangunan seharusnya sesuai dengan kehendak alam,” katanya. “Tapi yang dilaksanakan berdasar pemikiran proyek,” ujar Lino. Yang penting ada proyek. Kian besar proyek kian semangat. Soal cocok dengan nature Indonesia atau tidak siapa yang peduli.

“Mungkin karena saya dilahirkan sebagai orang laut. Dari Ambon dengan kakek-nenek dari Rote. Pemikiran saya berangkat dari laut,” katanya. “Ini beda dengan pemikiran orang yang lahir di darat,” tambahnya –sambil menunjuk saya yang lahir di pedalaman Jawa.

Cara berpikir yang salah itulah, kata Lino, yang membuat biaya logistik di Indonesia termasuk yang terjelek di dunia. Paling mahal. Pun di Asia Tenggara.

Angkutan barang dari Surabaya ke Jakarta, misalnya, yang lewat laut kurang dari 10 persen. Yang pakai kereta api hanya satu persen. Selebihnya lewat truk, jalan darat.

Jepang saja, kata Lino, mengandalkan ro-ro. Di Jepang, peranan angkutan barang lewat laut sampai hampir 50 persen. Termasuk untuk angkutan di satu pulau yang bisa sepenuhnya lewat jalan darat. Padahal Jepang bukan dilahirkan sebagai “negara ro-ro”.

Pun Norwegia. Dari selatan ke utara mengandalkan ro-ro. Begitu dipentingkannya ro-ro sampai truk trailer pun dibuat bisa masuk ro-ro.

Dengan kapal jenis ro-ro maka truk bisa langsung masuk kapal. Tidak perlu ada biaya bongkar-muat. Sampai di tujuan truk bisa langsung jalan ke alamat. Tidak perlu juga biaya bongkar muat.

Pembangunan pelabuhannya pun lebih sederhana. Tidak perlu pelabuhan dengan kedalaman sembilan sampai 16 meter. Kedalaman lima meter pun cukup.

Harusnya satu-satunya yang boleh tidak pakai ro-ro hanyalah Jakarta-Medan dan Jakarta-Makassar. “Surabaya-Makassar pun masih bisa pakai ro-ro,” kata Lino.

Sebenarnya sangat menarik menuliskan jalan hidup Lino secara berseri di Disway. Utamanya tentang nasib tragisnya itu –sampai masuk penjara. Lino hidup di era yang kurang tepat –atau Prabowo yang kurang cepat jadi presiden.

Setelah berhasil membangun pelabuhan New Priok 1, sebenarnya Lino segera ingin membangun New Priok 2, dan New Priok 3. Dalam waktu singkat. Targetnya waktu itu, tiga tahun setelah New Priok 1 selesai langsung bangun New Priok 2 dan 3.

Kini New Priok 1 sudah berumur delapan tahun. Sudah hampir full capacity. Secara bisnis sangat menguntungkan. Tapi belum ada tanda-tanda New Priok 2 dan 3 akan mulai dibangun.

Takut kalau di-Lino-kan. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.