INDOPOSCO.ID – Artificial Intelligence (AI) tidak boleh menggantikan peran manusia dan budayawan, tetapi harus membantu melestarikan dan mengembangkan kebudayaan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) RI Giring Ganesha dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
Giring menekankan pentingnya menjaga orisinalitas budaya, sembari mendorong generasi muda agar mampu mengembangkan karya berbasis budaya menjadi sumber nilai ekonomi dan lapangan kerja.
Ia juga memastikan pemerintah membuka ruang kolaborasi lanjutan agar produk digital finalis terkoneksi dengan industri kreatif, museum, hingga lembaga pendidikan.
“Dua puluh karya ini adalah pemenang. Pemerintah akan memperkenalkan mereka ke jaringan yang tepat,” kata Giring.
Di tempat yang sama, Direktur Pengembangan Budaya Digital, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI Andi Syamsu Rijal menambahkan, kompetisi ini bukan sekadar ajang penilaian, tetapi langkah strategis memperkuat posisi budaya Indonesia di ruang digital.
Menurutnya, proyek-proyek finalis tahun ini bergerak dalam tiga area utama: literasi budaya, konservasi digital, dan pengembangan ekonomi budaya.
“Banyak karya telah memanfaatkan teknologi tingkat lanjut seperti AI, AR/VR, hingga gim edukasi budaya, untuk mempertemukan kreativitas digital dengan kearifan lokal,” ungkap Andi.
Sebelumnya, Kemenbud menggelar Kompetisi Inovasi Digital Berbasis Budaya Budaya GO! 2025 di Jakarta. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani ekosistem budaya dengan teknologi. Kompetisi tahun ini mencatat partisipasi besar, yakni 627 tim dari 33 provinsi, terdiri dari kategori Pelajar/ Mahasiswa serta Profesional.
Dari ratusan peserta, 20 tim terpilih melaju ke Grand Final dan memamerkan karya selama empat hari melalui pameran, penjurian, dan demonstrasi produk.
Berikut pemenang Budaya GO! 2025. Untuk kategori pelajar/mahasiswa: Little Vietnam, 25PERSEN dan Masukkan Nama Tim Anda. Untuk kategori profesional: Nusaheritage.id, AIN E-MBAT Gamelan Tuner dan PANTUNESIA DEV. (nas)










