• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Pengampunan Presiden

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 2 Desember 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto baru beberapa kali menggunakan hak konstitusionalnya di bidang hukum: Tom Lembong yang mantan menteri perdagangan dan Hasto Kristiyanto, sekjen PDI Perjuangan. Serta Ira Puspadewi, dirut BUMN PT ASDP bersama dua orang direktur lainnya.

Presiden Donald Trump tahun ini saja mengampuni lebih 10 orang. Kalau dijumlah dengan pengampunan yang diberikan pada masa jabatan pertamanya, bisa ratusan orang. Di periode pertama dulu Trump mengampuni sekitar 250 orang.

BacaJuga:

Dokter Icha

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Salah satu yang diampuni hampir bersamaan dengan rehabilitasi Ira Puspadewi adalah David Gentile. Kalau rehabilitasi terhadap Ira mendapat dukungan masyarakat begitu luas, pengampunan untuk David bikin ribut media. Hanya ribut. Hanya di media. Tetap saja itu hak konstitusional Presiden Trump.

David Gentile dijatuhi hukuman tujuh tahun. Mei lalu. Ketika diampuni Trump, ia baru beberapa hari menjalani hukumannya. David adalah seorang fund manager raksasa. Dana investor yang berhasil ia galang sebanyak sekitar Rp 30 triliun –tepatnya USD1,6 miliar.

Sebagai CEO privat equity GPB Capital, David berhasil meyakinkan 10.000 orang lebih untuk berinvestasi di perusahaannya. Investasi itu macet. David diperkarakan sejak Agustus tahun lalu.

Investasi yang dikelola David disamakan dengan skema Ponzi. Yakni: untuk membayar keuntungan bagi investor lama diambilkan dari dana investor yang baru bergabung. Itu karena investasi yang dilakukan GPB Capital tidak menghasilkan laba yang cukup untuk membayar imbal investasi.

Siapa David?

Awalnya ia memperkenalkan diri sebagai akuntan. Dalam kaitan dengan GPB Capital ia menyebut dirinya berpengalaman dalam investasi besar-besaran.

Dalam persidangan, di bawah sumpah, ternyata David mengaku ia masih dalam taraf belajar di dunia penggalangan investasi lewat private equity.

Di saat uang tidak lagi cukup, GPB Capital menerbitkan dokumen-dokumen tanggal mundur. Juga berusaha menutupi kerugian agar tetap mendapat kepercayaan.

Lalu, agar tetap terlihat bonafide, David menggunakan uang investor untuk membeli Ferrari. Juga untuk pengeluaran-pengeluaran pribadi seperti biaya ulang tahun dan melunasi kartu kredit.

Hanya itu informasi tentang David. Selebihnya masih gelap. Berbagai mesin pencarian tidak ada yang punya data siapa David –kecuali usianya yang 59 tahun.

Dari dokumen persidangan juga tidak tersedia latar belakang pribadinya. Misalnya di mana ia lahir dan apa saja latar belakang pendidikannya.

David hanya menyebut diri seorang fund manajer yang berhasil dengan latar belakang akuntan. Tapi di Amerika yang disebut ”seorang akuntan” tidak harus punya ijazah. Cukup kalau punya sertifikat keahlian di bidang akuntansi.

Hebatnya Donald Trump kenal David. Ini beda dengan Prabowo yang merehabilitasi Ira tanpa kenal Ira.

Di kasus Ira tidak ada sangkaan negatif apa pun kepada Presiden Prabowo. Kenal, tidak. Keluarga, tidak. Punya hubungan bisnis, tidak. Satu partai, tidak. Tamatan SMA Taruna Nusantara, bukan. Pensiunan jenderal, apa lagi.

Di Amerika seorang presiden memang biasa mengampuni teman-temannya. Juga keluarganya. Bahkan pengampunan itu sudah diberikan sejak sebelum dijadikan tersangka –lebih tepat disebut dengan memberikan kekebalan.

Presiden Joe Biden memberikan itu kepada anak laki-lakinya –sehingga tidak bisa dipidanakan. Jangan tanya lagi Trump. Pada saatnya nanti pun Trump akan bisa memberikan itu kepada dirinya sendiri.

Bahwa David mendapat pengampunan Trump, Gedung Putih beralasan: semua risiko investasi itu sudah disebutkan dalam dokumen penawaran. Termasuk klausul ”bisa menggunakan uang investor untuk membayar imbal investasi”. Dengan demikian tidak ada penipuan. Tidak ada ponzi. Salah investor sendiri mengapa menaruh uang di GPB Capital.

Singkatan apakah GPB?

Justru saya memerlukan para perusuh Disway untuk ikut turun tangan. Carilah singkatan apa GPB itu. Perusuh seperti Putu Leong tentu akan menjawabnya tanpa mencari-cari ke mesin pencarian. Ia cukup menggunakan imajinasinya: Gak Perlu Bayar.

Bagaimana cara GPB Capital memasarkan skema investasinya? Ternyata tidak lewat pasar modal. Ini lewat private equity. Dengan demikian tidak ada kewajiban di bidang keterbukaan informasi.

Cara penawaran yang dilakukan GPB Capital adalah lewat broker-broker investasi. Antara tahun 2015 sampai 2018. Di sana ratusan, bahkan ribuan, broker investasi seperti itu. Yakni lewat cara yang disebut private investment offering. Semua janji keuntungan investasi dimasukkan dalam dokumen penawaran.

Dengan munculnya nama David Gentile di daftar orang yang diampuni Presiden Trump memang membuat ribut. Tapi itu sekaligus membuat nama David Gentile terkenal. Siapa tahu setelah ini segala hal identitasnya akan segera terungkap. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
Tuchel
Olahraga

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Editor Laurens Dami
Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06

INDOPOSCO.ID - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta publik tidak mengharapkan performa memukau saat timnya bersua Republik Demokratik Kongo di...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.