• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Deteksi Dini dan Mengenali Tanda-Tanda Kekerasan Pada Anak

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 2 Desember 2025 - 20:34
in Nasional
BKKBN

ilustrasi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. Wihaji, saat berinteraksi dengan anak-anak/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Maraknya kasus kekerasan dan perundungan pada anak belakangan makin mengkhawatirkan bagi para orang tua. Hal itu masuk dalam pembahasan deteksi dini “Tata Laksana Penanganan Kekerasan pada Anak” yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), secara hybrid. Selasa (2/12/2025).

“Banyak tanda kekerasan yang sering kita lewatkan, misalnya anak-anak yang datang ke TPA dengan memar, tetapi disebut “jatuh sendiri”, anak yang tiba-tiba menjadi sangat pendiam atau takut disentuh, anak yang memperlihatkan ketakutan terhadap suara keras atau orang tertentu, atau anak yang menunjukkan regresi perkembangan, misalnya dari bisa bicara menjadi gagap, dari ceria menjadi menarik diri,” ungkap
Hemiliana Dwi Putri, Penata KKB Ahli Madya, Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak, Kemendukbangga/BKKBN.

BacaJuga:

SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru

Survei: Orang Tua Khawatir Sistem SPMB 2026 Bermasalah dan Rawan Kecurangan

Tak Bisa Lagi Andalkan Transfer Pusat, Daerah Diminta Cari Mesin Pendapatan Baru

Berdasarkan data Simfoni PPA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kekerasan terhadap anak periode Desember 2024 tercatat sebanyak 4.603 kasus dengan jumlah korban 4.988 anak. Sebanyak 70,23% kekerasan terjadi pada anak perempuan dan 29,77% terjadi pada anak laki-laki.

“Kekerasan terhadap anak adalah fenomena yang seringkali berada “di balik pintu”, tidak terlihat, tidak terlaporkan, namun dampaknya luar biasa dalam menghancurkan masa depan seorang anak,” lanjut Hemiliana.

Sementara itu, Tim Pakar RS Akademik UGM, dr. Budiatri Retno Noormaningrum, M.Sc., Sp.F.M, dalam kesempatan yang sama memaparkan bentuk-bentuk kekerasan pada anak. Ada kekerasan fisik, kekerasan emosional/psikologis, kekerasan seksual, penelantaran. “Eksploitasi kekerasan yang terjadi ini dapat diidentifikasi melalui dua hal, secara fisik dan perilaku,” ujar dr. Budiatri.

Dampak kekerasan pada Anak dapat didentifikasi menjadi dampak fisik, seperti cedera ataupun masalah kesehatan jangka panjang. Atau gangguan perkembangan kognitif dan mental seperti gangguan konsentrasi dan belajar, keterlambatan bicara, stress pasca trauma seperti kecemasan, dan depresi.

Atau juga kesulitan membangun kepercayaan dan hubungan sosial, perilaku agresif atau menarik diri, risiko keterlibatan dalam perilaku berisiko di masa remaja. Ciri anak mengalami kekerasan dapat dilihat melalui tanda-tanda tertentu seperti, tanda fisik, tanda perilaku (emosional), tanda pada interaksi sosial dan akademik, tanda anak diabaikan, dan tanda pada orang tua.

Kepolisian saat ini memiliki Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan & Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (DITTIPID & PPO), di bawah Bareskrim Polri. “Tugas dan fungsinya melaksanakan penyelidikan dan penyidikan serta memberikan perlindungan terhadap korban,” ujar Kanit 2 Subdit II Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri, Dwi Astuti, SH, MA.

Sementara narasumber lainnya dari Tim Pakar RS Akademik UGM, dr. Fita Wirastuti, M.Sc, Sp.A, mengatakan upaya pencegahan kekerasan pada anak dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu primary prevention, secondary prevention, tertiary prevention.

Primary prevention dilakukan sebelum perlakuan salah dan penelantaran anak terjadi. Secondary prevention, individu yang memiliki risiko kesulitan menjadi orang tua yang baik. Tertiary prevention, kasus perlakuan salah/penelantaran anak sudah terjadi. (ney)

Tags: Deteksi Dinikekerasan pada anakKemendukbangga/BKKBN

Berita Terkait.

SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru
Nasional

SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:04
Survei: Orang Tua Khawatir Sistem SPMB 2026 Bermasalah dan Rawan Kecurangan
Nasional

Survei: Orang Tua Khawatir Sistem SPMB 2026 Bermasalah dan Rawan Kecurangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:28
tkd
Nasional

Tak Bisa Lagi Andalkan Transfer Pusat, Daerah Diminta Cari Mesin Pendapatan Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:06
kodok
Nasional

Bikin Heboh, BRIN Temukan Spesies Katak Langka Merapi Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:50
kkp
Nasional

KKP Salurkan Bantuan 12 Excavator Percepat Pemulihan Tambak Pascabencana di Sumatera

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:13
dolli
Nasional

Fenomena OTT Kepala Daerah Berulang, Doli Kurnia Minta Evaluasi Sistem Pencalonan

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:12

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2215 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko
Olahraga

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Editor Dilianto
Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13

INDOPOSCO.ID – Maroko kembali mengirim pesan keras kepada dunia sepak bola: pencapaian mereka di Qatar 2022 bukan kebetulan. Di Houston...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.