• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dorong Penguatan Bioenergi sebagai Pilar Transisi Energi Nasional

PLN EPI

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 November 2025 - 10:45
in Ekonomi
WhatsApp Image 2025-11-29 at 10.31.38

Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, dalam Workshop “Energi Terbarukan sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan: Potensi, Tantangan, dan Strategi Pengembangannya” yang diselenggarakan di BA Center di Jakarta. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDPOSCO.ID – PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan bioenergi sebagai bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Komitmen ini disampaikan dalam Workshop “Energi Terbarukan sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan: Potensi, Tantangan, dan Strategi Pengembangannya” yang diselenggarakan di BA Center di Jakarta, belum lama ini.
‎
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, menyatakan akselerasi bioenergi harus selaras dengan arah kebijakan energi Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan menyediakan listrik terjangkau bagi masyarakat.

BacaJuga:

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ia menyoroti ketimpangan harga komoditas dan insentif yang belum cukup menarik untuk mendorong sektor biomassa maupun bioenergi.
‎
‎“Kita melihat delapan tahun harga batubara tidak naik, sementara biaya produksi terus meningkat. Ini menimbulkan kontradiksi bagi pelaku usaha di sektor pasokan energi,” ujarnya, seperti dikutip Sabtu (29/11/2025).
‎
‎Anggawira menambahkan pengembangan bioenergi mesti mendapat perhatian lebih serius karena potensinya besar dan dapat memperkuat rantai pasok energi nasional. Ia juga menyoroti bahwa biomassa belum menjadi critical performance indicator (CPI) bagi seluruh subholding PLN Group, sehingga adopsinya masih terbatas.

“Jika biomassa menjadi CPI dan harga lebih kompetitif, ini bisa sangat membantu para pemasok khususnya UMKM, kalau tidak jadi CPI, otomatis tidak ada kewajiban untuk menyerap biomassa. Padahal kalau bioenergi diberi insentif harga, misalnya dinaikkan sedikit, ini bisa lebih solutif,” katanya.
‎
‎‎Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan penggunaan biomassa melalui program co-firing menjadi langkah strategis untuk menurunkan emisi tanpa harus membangun pembangkit baru. Hingga 2025, PLN telah mengimplementasikan co-firing di 48 PLTU dan terus memperluas cakupan.
‎
‎“Kami mencoba menghijaukan listrik yang dihasilkan PLTU dengan co-firing biomassa. Kontribusinya signifikan dalam mengurangi emisi karena menggantikan sebagian batu bara dengan bahan bakar terbarukan,” jelas Hokkop.
‎
‎Ia memaparkan bahwa potensi biomassa Indonesia sangat besar, terutama dari limbah pertanian, lahan konsesi, hingga limbah perkebunan. Namun, distribusi bahan baku yang tersebar, musim hujan, standar kualitas yang belum seragam, serta infrastruktur logistik menjadi tantangan besar.

“Selain itu akses dari hulu ke pembangkit tidak selalu ideal dan dibutuhkan mekanisme handling dan mixing yang lebih detail agar tidak mengganggu operasional PLTU,” jelasnya .
‎
Hokkop menekankan pentingnya penguatan kualitas biomassa agar tidak mengganggu stabilitas operasi PLTU, terutama pada rasio co-firing yang lebih tinggi. Tantangan transportasi darat, kebutuhan pengeringan, dan mekanisme mixing yang lebih rinci juga menjadi faktor pembatas.
‎
‎‎Dalam jangka panjang, PLN EPI tengah menyiapkan pengembangan pasokan biomassa berbasis penanaman untuk menjaga keberlanjutan suplai. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha juga menjadi kunci penguatan ekosistem bioenergi nasional.
‎
‎“Untuk meng unlock potensi bioenergi, kita memerlukan dukungan regulasi, penguatan supply chain, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan,” kata Hokkop.

Workshop ini turut menghadirkan Komisaris Utama PLN, Prof. Burhanuddin Abdullah, yang menyoroti pentingnya inovasi teknologi dan efisiensi rantai pasok dalam memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya domestik.

Selain itu, Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Dina Nurul Fitria menegaskan integrasi riset, peningkatan investasi, dan standarisasi teknologi harus menjadi fokus utama jika Indonesia ingin mempercepat penggunaan energi terbarukan, khususnya biomassa.

‎Workshop ini memberikan wawasan luas mengenai praktik terbaik, peluang investasi, hingga strategi implementasi energi biomassa di seluruh rantai nilai. Moderator Prof. Syamsul Bahri menutup rangkaian acara dengan menegaskan perlunya sinergi nasional untuk menjawab tantangan energi masa depan. (rmn)

Tags: AnggawiraBioenergipln epiTransisi Energi

Berita Terkait.

pc
Ekonomi

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:53
kur
Ekonomi

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:43
phkt
Ekonomi

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:13
rosan
Ekonomi

Danantara Raih USD1,5 Miliar dari Pasar Internasional, Akademisi Sebut Indonesia Makin Dilirik Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:35
umkm
Ekonomi

Dari Warung ke Naik Kelas, Festival UMKM Siapkan Jurus Legalitas hingga KUR

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:12
icar
Ekonomi

Lebih Dekat dengan Konsumen, iCAR V23 Sambangi Lima Kota Lewat Roadshow Pop-Up Booth

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7123 shares
    Share 2849 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1105 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.