• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Bawazier Soedomo

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 29 November 2025 - 08:00
in Disway
disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Awalnya saya kada pinandu dengan Kholid Bawazier. Saya agak ragu saat menyalaminya di Jeddah dua minggu lalu. Ia agak berubah –dibanding lebih 10 tahun lalu. Jenggotnya kini jauh lebih panjang. Umurnya memang sudah 68 tahun.

“Saya masih sering ke Surabaya,” ujar Kholid yang kelahiran Jalan Sasak, Ampel, Surabaya. Tahun-tahun belakangan Kholid memang sudah lebih banyak di Jeddah. Bisnisnya di Arab Saudi terus berkembang. Yang terakhir bersama kopi Kapal Api bikin pabrik Kopi Kapal Api Wazaran (Disway 13 November 2025: Soedomo Bawazier).

BacaJuga:

Alih Kekuasaan

URI URI

Pulih Percaya

Sebelum itu Kholid sudah punya pabrik Indomie di sana. Banyak. Di Saudi saja punya dua pabrik Indomie. Di Jeddah (sisi barat Saudi) dan di Dammam (sisi timur). Dari Saudi Indomie berkembang ke berbagai negara Arab lainnya.

Kini pabrik Indomie-nya sudah berdiri di delapan negara lainnya: Mesir, Syria, Lebanon, Yaman, Turkiye, Ethiopia, Sudan, Maroko –lalu meloncat ke Serbia di Eropa.

Perusahaan Kholid di Saudi bernama Wazaran. Itulah sebabnya nama perusahaan baru yang dibangun bersama Soedomo Mergonoto di Jeddah disebut Kapal Api Wazaran.

“Apa arti Wazaran?” tanya saya.

“Nama lain dari Bawazier,” jawabnya.

Kholid Bawazier memulai bisnis saat tamat SMA. Ibundanya memintanya tidak usah kuliah untuk membantu ayahnya yang sudah tua. Yakni untuk mengelola toko sarung di kampung Arab, Jalan Sasak –dekat pabrik kopi Kapal Api milik ayah Soedomo di Pecinan Surabaya.

Dari situ Kholid berkembang ke dagang sarung ke berbagai jurusan. Lama-lama bisa ekspor sarung ke luar negeri.

Setelah memiliki pasar yang luas, Kholid bikin pabrik sarung sendiri –sarung cap Mangga. Ekspor sarungnya bertambah-tambah.

Pengalaman ekspornya itu dipakai untuk mulai ekspor yang lain: jamur. Kholid tahu Jepang memerlukan banyak jamur. Ia pun tanam jamur sendiri. Di lereng Gunung Bromo. Sekaligus membangun pabriknya sekitar lima kilometer dari kebunnya.

Dari sukses ekspor jamur, Kholid ekspor ikan tuna. Ia pun membangun pabrik pengolahan tuna di Bitung, dekat Manado. Ia sangat dipercaya Jepang. Jamur dan tunanya dapat pasar yang besar.

Tidak semuanya lancar. Di zaman Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti, bisnis ikannya terganggu. Pabriknya di Bitung sampai ditutup.

Kholid tidak menyerah. Ia ingin pindah ke Cirebon. Ia bangun pabrik pengolahan tuna di Cirebon.

“Membangun pabrik tuna di Cirebon tidak masuk akal tetapi harus saya lakukan,” ujar Kholid.

Tunanya diambil dari Bitung. Dibawa ke Cirebon. Lalu diekspor ke Jepang melewati laut dekat Bitung.

Sebelum pabrik Cirebonnya beroperasi menteri perikanannya ganti. Peraturan berubah. Pabriknya yang di Bitung dijalankan lagi. Sampai sekarang. Investasi barunya di Cirebon tidak dilanjutkan –meski sudah telanjur keluar uang banyak.

“Apakah punya niat membangun pabrik mie dengan merek sendiri?” tanya saya sambil makan siang serba kambing di Jeddah usai peresmian Kapal Api Wazaran. Di meja makan itu ada Soedomo Mergonoto, pemilik Kapal Api dan Novi Basuki, redaktur Harian Disway.

“Tidak ada. Kan tidak etis,” jawabnya.

Meski sudah mengetahui dengan detail soal mie, untuk bisnis bidang itu ia akan tetap bersama Bogasari dengan Indomie, Supermi, dan Sarimi-nya.

Kini ia sudah 40 tahun menjalankan pabrik Indomie di Saudi. Sudah tahu A sampai Z. Pun soal selera rasanya. Tapi Kholid tidak akan melakukannya sendiri.

Riwayat Kholid di bisnis mie juga sangat natural. Awalnya dari coba-coba dulu. Ia beli Indomie dari koperasi karyawan Bogasari di Surabaya. Ia kirim mie itu ke Arab Saudi. Awalnya hanya kirim 100 kardus. Dikirimnya bersama sarung cap Mangga.

Kholid dapat pasar di sana. Lama-lama bisa kirim Indomie satu kontainer. Tiga kontainer. Lima kontainer.

“Sampai akhirnya saya tidak bisa beli Indomie lagi di koperasi karyawan Bogasari Surabaya,” ujar Kholid.

Padahal dengan kulakan lewat koperasi ia bisa dapat harga lebih murah. Tapi setelah itungan kontainer, koperasi tidak bisa melayani.

Sejak itulah Kholid berhubungan dengan Indomie pusat di Jakarta. Ekspornya pun terus bertambah. Lalu Kholid mengusulkan agar Indomie bikin pabrik di Saudi.

Usul itu tidak disetujui. Dianggap terlalu berisiko. Indomie punya ide lain: kenapa tidak Kholid saja yang membangun. Pakai sistem royalti. Bayar royalti ke Indomie.

Kholid setuju dengan ide itu. Dibangunlah pabrik di Jeddah. Lokasinya hanya sekitar 500 meter dari pabrik kopi Kapal Api Wazaran.

Apakah pabrik sarungnya masih diurus?

Tidak saja masih diurus! Bahkan juga dikembangkan. Kholid tiga tahun lalu mengambil alih pabrik sarung merek Gadjah Duduk. Yang di Pekalongan itu. Tahun itu Gadjah Duduk pailit. Dilelang. Kholid ikut lelang. Menang.

Sebagai satu-satunya anak yang tidak boleh kuliah oleh ibunya, Kholid tidak sakit hati. Perintah ibu dianggapnya berkah. Apalagi latar belakang perintah itu jelas: agar Kholid membantu di toko sarung ayahnya yang sudah tua.

Ketika sang ayah meninggal dunia, perusahaan pun dimiliki bersama delapan bersaudara. Hanya saja Kholid menjadi pemegang saham terbesarnya: 40 persen. Sisanya dibagi rata untuk tujuh orang. Termasuk untuk dua anak perempuan yang semuanyi jadi dokter gigi.

“Biar pun anak perempuan bagiannyi sama. Kami tidak menjalankan ketentuan bahwa anak perempuan dapat separo anak laki-laki,” ujar Kholid.

Itulah sebabnya delapan bersaudara itu tetap rukun. Saya tidak bertanya bagaimana Wazaran Group di tangan generasi ketiga kelak. Kapal Api sudah berproses beralih ke generasi ketiga.

Mitos ”generasi ketiga menghancurkan” kini sedang dilawan oleh generasi ketiga Kapal Api. Pendidikan mereka kian tinggi. Kian modern. Kian banyak cara yang ditemukan agar di tangan generasi ketiga mereka tetap jaya –seperti tekad partner Kholid di Kapal Api. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Alih Kekuasaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

URI URI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Pulih Percaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Independensi Habibie

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Abu Putih

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Satpam MBG

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2089 shares
    Share 836 Tweet 522
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1075 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3182 shares
    Share 1273 Tweet 796
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.