INDOPOSCO.ID – Banjir dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. Bencana hidrometeorologi itu telah menyebabkan kerusakan signifikan dan korban jiwa di ketiga wilayah tersebut, mendorong sejumlah pihak mengirimkan bantuan darurat.
Seperti halnya dilakukan lembaga filantropi nirlaba, BSI Maslahat mengevakuasi dan menyalurkan bantuan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh. Tim bergerak menggunakan kapal nelayan dari Lhokseumawe menuju Krueng Geukuh pada, Sabtu (29/11/2025).
Beberapa warga berhasil dievakuasi, termasuk seorang ibu hamil. BSI Maslahat juga mendistribusikan makanan siap saji, air bersih, peralatan tidur, dan obat-obatan kepada penyintas di Aceh.
Hujan berintensitas tinggi sepekan terakhir memicu banjir dan pergerakan tanah di tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Debit sungai meluap, akses jalan putus, dan jaringan komunikasi terganggu di banyak titik.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cakupan wilayah terdampak di Aceh mencapai 16 kabupaten dan kota. Beberapa daerah itu antara lain Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, hingga Aceh Selatan.
Di Sumatera Utara, 12 kabupaten dan kota dilaporkan mengalami bencana serentak. Sementara di Sumatera Barat, 13 daerah terdampak, termasuk Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan.
Perkembangan data korban bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Tercatat total ada 174 orang tewas dan 79 orang masih hilang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, korban tewas paling banyak berasal dari Sumatera Utara yakni 116 orang.
“Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus karena masih dalam proses penanganan yang diindikasikan di tempat longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa,” kata Suharyanto dalam jumpa pers disiarkan akun YouTube BNPB, Sabtu (29/11/2025).
Suharyanto mengemukakan, korban meninggal dunia di wilayah Aceh akibat banjir dan longsor sebanyak 35 orang. Kemudian 25 orang lainnya masih hilang. “Sumatera Barat korban meninggal dunia sebanyak 23 orang. 12 orang lainnya masih dalam pencarian,” ujar Suharyanto.
Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari: Sumatera Barat sejak 25 November hingga 8 Desember, Sumatera Utara sejak 27 November hingga 10 Desember, dan Aceh sejak 28 November hingga 11 Desember 2025.(dan)









