• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Harmonisasi KUHP Baru, Seluruh Fraksi di Komisi III Sepakat Bahas RUU Penyesuaian Pidana

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 25 November 2025 - 08:51
in Nasional
DPR

Wakil Ketua Komisi III Dede Indra Permana Soediro, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto : Humas DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Selaras dengan akan diberlakukannya UU Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP), Komisi III bersama pemerintah akan menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyesuaian Pidana.

Wakil Menteri Hukum RI Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan RUU Penyesuaian Pidana disusun dalam rangka penyesuaian ketentuan pidana dalam undang-undang di luar KUHP, peraturan daerah, dan ketentuan pidana dalam undang-undang KUHP agar selaras dengan sistem pemidanaan baru.

BacaJuga:

Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Bangunan

IHA 2026, BPJPH: Perusahaan Makanan Ini Perkuat Rantai Pasok Protein Halal Global

Hadapi Era Digital, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Konseling KB Adaptif dan Berkelanjutan

Penyesuaian ini merupakan komitmen dari negara untuk memastikan bahwa seluruh ketentuan pidana nasional berjalan dalam satu sistem hukum yang terpadu, konsisten, dan modern.

Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III dengan Wakil Menteri Hukum RI Edward Omar Sharif Hiariej, seluruh fraksi menyatakan persetujuannya agar RUU tersebut dibahas.

“Masing-masing perwakilan fraksi sudah menyampaikan dan semua pandangan fraksi menyetujui untuk dibahas pada tahapan selanjutnya,” kata Wakil Ketua Komisi III Dede Indra Permana Soediro, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Fraksi PDI-Perjuangan menyambut baik upaya pemerintah untuk menyelaraskan ketentuan pidana yang tersebar di berbagai peraturan perundang-perundangan sektoral.

Harmonisasi pidana harus memperhatikan landasan filosofi yang kuat, kajian akademik yang komprehensif, serta mempertimbangkan realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Fraksi Partai Gerindra mendukung setiap upaya untuk mengurangi ketidakpastian hukum dan memperbaiki efektivitas sistem peradilan pidana di tanah air.

Dengan penyesuaian yang cermat, Fraksi Partai Gerindra yakin RUU ini akan memberikan landasan hukum yang baik dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkuat sistem hukum nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Fraksi Partai Nasionalis Demokrat (NasDem) menilai penyesuaian ketentuan pidana mendesak dilakukan sebelum berlakunya KUHP tersebut pada 2 Januari 2026 untuk menghindari adanya disparitas penegakan hukum, duplikasi peraturan pidana, serta dampak negatif terhadap kepastian hukum dan rasa keadilan di masyarakat. Sehingga beberapa ketentuan dalam UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP perlu dilakukan penyesuaian atau perubahan.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpendapat bahwa langkah konsolidasi yuridis penyesuaian terhadap UU KUHP sendiri saat ini relevan untuk dilakukan karena dilatarbelakangi oleh beberapa temuan terhadap UU KUHP seperti kesalahan teknis format penulisan.

Ketentuan pidana minimum khusus untuk kumulatif selain tindak pidana khusus dan perbaikan substansi, konsolidasi yuridis dalam penyesuaian ini juga diperlukan supaya ada keseragaman ketentuan pidana dalam undang-undang di luar KUHP dengan sistem hukum pidana nasional.

Fraksi Partai Demokrat memandang RUU Penyesuaian Pidana memiliki urgensi dalam hal memastikan harmonisasi sistem pemidanaan nasional diundangkan KUHP baru.

Sejalan dengan ketentuan pasal 613 KUHP, penyesuaian terhadap seluruh undang-undang dan peraturan daerah yang memuat ketentuan pidana harus dilakukan agar tercipta kepastian hukum, konsistensi norma, dan tidak terjadi disparitas dalam penerapan ancaman pidana di berbagai peraturan sektoral.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai RUU ini dirancang untuk memastikan bahwa pembaharuan hukum pidana yang dimulai dengan lahirnya KUHP nasional bisa berjalan konsisten, terintegrasi dan efektif dalam praktek penegakan hukum.

Fraksi PKS memandang RUU Penyesuaian Pidana merupakan bagian penting dari agenda pembaharuan hukum nasional untuk memperkuat kohesi sistem pemidanaan, meningkatkan keselarasan antara regulasi, serta menghadirkan hukum pidana yang lebih jelas, modern dan dapat diterima oleh masyarakat.

Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa upaya pembaharuan hukum pidana nasional merupakan bagian dari proses pembangunan sistem hukum Indonesia yang berkeadilan, berkepribadian nasional, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pembaharuan ini telah diwujudkan melalui diundangkannya UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP yang akan mulai berlaku pada 2 Januari 2026, sehingga diperlukan langkah konkrit untuk memastikan keselarasan antara ketentuan pidana dalam KUHP dan ratusan ketentuan pidana yang tersebar dalam undang-undang sektoral dan peraturan daerah.

Fraksi Partai Amanat Nasional berpandangan bahwa melalui RUU Penyesuaian Pidana negara berupaya melakukan pembaharuan menyeluruh terhadap jenis, bentuk, dan proporsi hukuman.

Penyesuaian ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki nominal pidana atau masa hukuman, tetapi juga memastikan bahwa setiap aturan selaras dengan prinsip keadilan, HAM, dan kebutuhan rehabilitasi pelaku.

Selain itu, rancangan undang-undang ini diharapkan meminimalkan disparitas putusan antar pengadilan sehingga masyarakat mendapat kepastian hukum yang lebih kuat.

Adapun, dalam rapat tersebut, juga telah disetujui pembentukan Panja RUU Penyesuaian Pidana dengan pimpinan Panja Wakil Ketua Komisi III Dede Indra Permana Soediro.

Sementara itu, jadwal pembahasan RUU Penyesuaian Pidana adalah:

– 25-26 November 2025 Rapat Panja RUU Penyesuaian Pidana

– 27 November 2025 Rapat Timus dan Timsin RUU Penyesuaian Pidana

– 1 Desember 2025 Rapat Kerja Tingkat I atau Pengambilan Keputusan. (dil)

Tags: DPR RIKomisi IIIUU KUHP

Berita Terkait.

Ole Romeny Rasakan Arti Istimewa Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Nasional

Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Bangunan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:02
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Berkelakar Hanya Ingin Tidur
Nasional

IHA 2026, BPJPH: Perusahaan Makanan Ini Perkuat Rantai Pasok Protein Halal Global

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:08
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Berkelakar Hanya Ingin Tidur
Nasional

Hadapi Era Digital, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Konseling KB Adaptif dan Berkelanjutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:06
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Berkelakar Hanya Ingin Tidur
Nasional

Gantikan Djamari Chaniago, Menko Polkam Dudung Tancap Gas Tangani Karhutla Hingga Isu Papua

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:45
Perkuat Budaya Antikorupsi, BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Melalui Pelatihan PELOPOR 2026
Nasional

Perkuat Budaya Antikorupsi, BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Melalui Pelatihan PELOPOR 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:04
Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Sumba, Hiposenter Dikategorikan Dangkal
Nasional

BRI Dukung Atlet Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:09

OLAHRAGA

Ole Romeny Rasakan Arti Istimewa Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Olahraga

Ole Romeny Rasakan Arti Istimewa Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:17

INDOPOSCO.ID – Ada kemenangan yang selesai ketika wasit meniup peluit panjang. Namun, ada pula kemenangan yang terasa jauh lebih besar...

SelengkapnyaDetails
Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:53
120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17
Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:05
bolaa

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2710 shares
    Share 1084 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1207 shares
    Share 483 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    821 shares
    Share 328 Tweet 205
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.