• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hari Guru Harus Jadi Momentum Mengurai Beratnya Hidup Sang Pendidik

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 25 November 2025 - 18:08
in Nasional
guru

Ilustrasi - Seorang guru menerima ucapan dari muridnya pada peringatan Hari Guru Nasional 2025. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa di balik senyum para pendidik, masih tersimpan perjuangan besar terkait kesejahteraan dan beban tugas yang mereka hadapi. Foto: Dok. BRI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah peringatan Hari Guru Nasional ke-80, yang kembali menjadi momen refleksi pada 25 November 2025, muncul dorongan agar perhatian publik tidak berhenti pada pujian klise untuk para pendidik. Peringatan ini, menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio, seharusnya menjadi ruang untuk melihat lebih dalam realitas keseharian para guru dan keluarganya—sebuah sisi yang kerap terabaikan.

“Bicara guru itu bukan tentang hanya bicara kualitas guru saja, tapi juga tentang kehidupan para guru. Kehidupan guru itu termasuk kehidupan keluarga para guru,” ujar Hendri melalui gawai, Selasa (25/11/2025).

BacaJuga:

Kekeringan Meluas, BNPB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Sejumlah Daerah

Bisnis Maritim Kian Kompleks, PPAL Dorong Sinergi Lewat Pusat Kajian Baru

Mendiktisaintek: Forum Rektor Indonesia Harus Jadi Motor Hilirisasi Riset Kampus

Pria yang akrab disapa Hensa itu menggarisbawahi bahwa sebagian guru masih menghadapi tekanan hidup yang berat. Terutama guru honorer atau mereka yang penghasilannya jauh dari sepadan dengan dedikasi yang mereka berikan setiap hari.

“Kehidupan para guru atau kehidupan keluarga guru itu tidak semudah yang dibicarakan, dengan persoalan guru honorer misalnya atau guru-guru yang masih mendapatkan penghasilan yang belum setara dengan pengabdiannya itu luar biasa berat tekanannya,” katanya.

Baginya, hal ini bukan sekadar analisis, melainkan pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupannya. “Saya memahami betul posisi tersebut, karena kedua orang tua saya juga guru,” ungkapnya.

Ia lalu menggambarkan bahwa tantangan finansial tersebut juga berdampak pada anak-anak guru, yang seharusnya bisa menikmati kesempatan yang sama seperti anak-anak lain.

“Dan keluarga guru, seperti misalnya anak-anak guru, itu kan harus menjalani kehidupan seperti layaknya anak-anak lainnya. Mereka bersekolah, memakan makanan bergizi, butuh juga berkreasi, nah bagi keluarga atau buat anak guru itu tidak mudah,” papar Hensa.

CEO lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu menegaskan bahwa perbincangan mengenai guru jangan berhenti pada guru sekolah formal saja. Banyak tenaga pendidik lain yang juga berhak mendapatkan perhatian negara.

“Belum lagi bukan saja guru-guru yang di level SD, SMA, SMK, guru-guru lain yang berhak menyandang predikat guru, misalnya dosen, not to mention guru mengaji itu repot juga,” ucap Hensa.

“Jadi pada saat bicara guru, kita tidak hanya bicara tentang guru di sekolah-sekolah formal, tapi kita juga bicara tentang guru di kehidupan atau di kegiatan informal lainnya, yang kehidupannya masih tough secara ekonomi,” lanjutnya.

Karena itu, ia berharap momentum Hari Guru Nasional tidak hanya menyoroti tenaga pendidik yang terdaftar secara formal, tetapi juga mereka yang mengabdikan diri di ruang-ruang belajar informal.

“Maka di hari guru ini, saya mengharapkan bahwa selain tentang guru-guru di sekolah formal, tapi juga pemerintah mulai membicarakan guru-guru yang juga hadir di lembaga-lembaga informal seperti guru mengaji, guru silat, dan guru-guru honorer,” katanya.

Selain persoalan pendapatan, para guru juga terbebani tumpukan administrasi yang menyita waktu istirahat maupun kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Belum lagi, selain harus menghadapi kehidupan yang tidak mudah, mereka juga harus dihadapkan dengan beban paperwork (tugas administrasi) yang lumayan banyak,” jelas Hensa.

Hensa pun berharap pemerintah mengambil langkah nyata, bukan sekadar wacana, agar kesejahteraan guru dapat terangkat secara menyeluruh—dari ruang kelas formal hingga pusat-pusat pembelajaran masyarakat.

“Nah, jadi semoga saja di hari guru ini, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang bukan saja nyaman, untuk memperbaiki ekonomi guru, tapi juga memperbaiki kehidupan keluarga guru, termasuk guru-guru yang tidak hanya terdaftar di lembaga pendidikan formal,” tambahnya.

Dengan suara yang mewakili harapan jutaan pendidik, seruan ini kembali mengingatkan bahwa masa depan bangsa tidak hanya bertumpu pada kualitas mengajar, tetapi juga pada kualitas hidup mereka yang mengajar. (her)

Tags: Hari GurumomentumSang Pendidik

Berita Terkait.

bnpb
Nasional

Kekeringan Meluas, BNPB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Sejumlah Daerah

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:44
maritim
Nasional

Bisnis Maritim Kian Kompleks, PPAL Dorong Sinergi Lewat Pusat Kajian Baru

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:20
brian
Nasional

Mendiktisaintek: Forum Rektor Indonesia Harus Jadi Motor Hilirisasi Riset Kampus

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:30
to
Nasional

Siapkan Jalur Alternatif, Kasatgas Tito Tinjau Kondisi Jalan Werlah di Bener Meriah

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:53
enang
Nasional

Warga Sampaikan Terima Kasih Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-Enang

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:06
Dokter
Nasional

Soroti Ketimpangan Dokter di Daerah, DPR: Masalahnya Bukan Kekurangan, tapi Distribusi

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:44

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2297 shares
    Share 919 Tweet 574
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Hossam-Hassan
Olahraga

Jelang Lawan Argentina, Pelatih Mesir Curi Perhatian Lewat Pesan Solidaritas Palestina

Editor Dilianto
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:58

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan mengalihkan fokus dari laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Argentina demi...

SelengkapnyaDetails
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.