INDOPOSCO.ID – PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi memperkenalkan Digital Lensa Invoice (Intelligent Vendor Input Document & Disbursement)—sebuah sistem otomasi berbasis Robotic Process Automation (RPA) yang ditujukan untuk mempermudah pengelolaan administrasi proyek hingga proses verifikasi dan pembayaran Pekerjaan Pasang Baru (PSB). Peluncuran sistem ini berlangsung di Jakarta pada Rabu, 19 November 2025.
Hadirnya Lensa Invoice menjadi langkah penting bagi Telkom Akses dalam menghadirkan proses bisnis yang lebih ringkas, cepat, dan terstandarisasi. Platform ini dirancang untuk memangkas kerumitan administrasi proyek, mulai dari pengumpulan dokumen hingga pencairan pembayaran, sehingga seluruh alur kerja dapat berjalan lebih efisien dan akurat.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menegaskan bahwa implementasi Lensa Invoice merupakan strategi perusahaan untuk mewujudkan proses kerja yang modern, transparan, dan terintegrasi, sejalan dengan upaya perusahaan mendorong percepatan transformasi digital di setiap lini operasional.
“Melalui Lensa Invoice, kami ingin memastikan proses operasional di Telkom Akses menjadi lebih cepat, akurat, serta sesuai dengan standar tata kelola dan regulasi yang berlaku,” ujar Hery dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Lensa Invoice menghadirkan terobosan baru dalam efisiensi transaksi melalui integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Optical Character Recognition (OCR) untuk validasi tagihan mitra.
“Sistem ini tidak hanya mempercepat proses administrasi lewat tanda tangan digital dan materai elektronik, tetapi juga memperkuat keamanan transaksi melalui validasi otomatis jaminan asuransi pelaksanaan dan pemeliharaan yang terhubung langsung dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Seluruh proses pada Lensa Invoice dirancang paperless dengan fokus pada kecepatan, akurasi, dan kepatuhan terhadap standar legal serta keuangan yang berlaku. Dengan ini, Telkom Akses menargetkan implementasi nasional Lensa Invoice di seluruh wilayah operasionalnya.
“Kehadiran sistem ini diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan efisiensi internal, mempercepat pelayanan kepada mitra kerja dan pelanggan, serta memperkuat posisi Telkom Akses sebagai penyedia infrastruktur digital andalan Indonesia,” tambahnya. (srv)











