INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengemukakan, ratusan orang masih mengungsi pasca-letusan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Mereka tersebar di dua titik tempat pengungsian.
“Data sementara, titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang 221 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja.
Terkait dengan adanya pos pengungsian, BNPB memastikan pelayanan dasar kepada warga terpenuhi secara optimal. Pemerintah mengapresiasi dukungan berbagai pihak, seperti pelayanan sejumlah dapur umum untuk masyarakat terdampak.
Seperti halnya dilakukan Palang Merah Indonesia, Universitas Brawijaya dan organisasi perangkat daerah. Sedangkan di bidang medis, dinas setempat juga melakukan pelayanan kesehatan warga.
Di samping manajemen logistik, BNPB membantu untuk pemetaan dengan pesawat nirawak. “Hari ini personel BNPB memotret dari udara kawasan hunian tetap Sumbermujur, serta aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak,” ujar Abdul Muhari.
Pemerintah telah menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang berupa bantuan pangan dan non-pangan. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama antara BNPB dan perwakilan Komisi VIII DPR. Bantuan dimanfaatkan oleh mereka yang tempat tinggalnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang turut terpapar abu vulkanik.
Bantuan BNPB tersebut meliputi matras 300 lembar, terpal 300 lembar, selimut 300 lembar, masker medis 200 boks. “Plastik sampah 200 paket dan alat kebersihan 150 paket, sedangkan pangan terdiri dari makanan siap saji 1.000 buah dan sembako 200 paket,” imbuh Aam disapanya. (dan)










