• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Regulasi Tak Lagi Cukup, Akademisi Dorong Edukasi Kreatif untuk Bendung Scam

Dilianto - Editor Dilianto -
Jumat, 21 November 2025 - 14:04
in Ekonomi
iniji

Akademisi University of Jakarta International (UNIJI), Liana Rahardja. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penipuan transaksi keuangan terus berevolusi dan kini bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan sistem untuk menahannya.

Akademisi University of Jakarta International (UNIJI), Liana Rahardja, menilai perubahan lanskap digital telah menciptakan ruang yang sangat luas bagi para pelaku kejahatan finansial untuk memanfaatkan celah keamanan yang belum tertutup.

BacaJuga:

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079

Liana menjelaskan bahwa modus penipuan saat ini sudah meninggalkan cara-cara tradisional berbasis dokumen kertas. “Sekarang semua sudah digital. Pelaku scammer itu bukan orang bodoh. Mereka intelektual, punya kemampuan teknis, dan tahu betul titik lemah sistem perbankan kita,” ujar Liana kepada INDOPOSCO, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, besarnya nilai kerugian yang mencapai triliunan rupiah menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak dilakukan oleh individu tunggal.

“Tidak mungkin mereka bekerja sendiri. Angka sebesar Rp7,5 triliun itu jelas melibatkan sindikat yang paham celah keamanan sistem keuangan di Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai regulasi pencegahan penipuan online yang berlaku saat ini belum berjalan efektif. Meskipun regulator dan Satgas OJK (Satuan Tugas Otoritas Jasa Keuangan) rutin mengeluarkan imbauan, pesan tersebut tidak mampu menembus perilaku masyarakat.

“Kita ke ATM saja ada tulisan peringatan, tapi siapa yang baca? Orang cenderung menganggapnya angin lalu,” kata Liana.

Karena itu, ia mendorong adanya pendekatan baru yang lebih konkret, kreatif, dan persuasif. Universitas, katanya, siap membantu menjembatani agar edukasi anti-penipuan benar-benar sampai ke masyarakat.

Liana mengungkapkan rencana pihaknya untuk membuat konten edukasi berupa podcast dan video role play berdurasi 5–10 menit, yang menggambarkan skenario penipuan nyata beserta langkah penanganannya. Ia menyebut generasi Z dan kelompok usia lanjut sebagai dua kelompok yang paling rentan.

“Agar pesan mengena, aktornya harus relevan dengan penontonnya. Kalau targetnya lansia, ya pemerannya juga lansia. Biar mereka merasa ‘ini gue banget’,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa OJK sudah memberi izin penggunaan logo dalam konten edukasi tersebut. Kolaborasi dengan media juga akan diupayakan agar dampaknya lebih luas. “Pemerintah sudah punya banyak program, tapi pesan tidak sampai ke ujung. Kami ingin menjembatani itu,” tegasnya.

Upaya ini, menurut Liana, menjadi bentuk tanggung jawab akademisi melihat fakta bahwa sebagian pelaku kejahatan digital ternyata berlatar belakang pendidikan tinggi. “Kami sedih melihat alumni universitas justru memanfaatkan kecerdasannya untuk hal negatif. Ini pukulan bahwa dunia pendidikan juga harus ikut memperbaiki,” tambah Kepala Prodi Akuntansi UNIJI itu.

Liana menegaskan bahwa mencegah scam bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal bagaimana pesan edukasi dirancang agar benar-benar mengena. Tanpa perubahan pendekatan, ia khawatir masyarakat akan terus menjadi korban dari kecerdasan para pelaku yang bergerak lebih cepat dari sistem. (her)

Tags: EdukasiLiana RahardjapenipuanPenipuan Digitalpenipuan onlineScamUNIJI

Berita Terkait.

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT
Ekonomi

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Senin, 27 April 2026 - 22:00
Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham
Ekonomi

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Senin, 27 April 2026 - 21:08
Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079
Ekonomi

Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079

Senin, 27 April 2026 - 20:31
Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional
Ekonomi

Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional

Senin, 27 April 2026 - 20:07
Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 27 April 2026 - 19:08
Krakatau Steel
Ekonomi

Krakatau Steel Reborn di Kuartal I, Efisiensi Jadi Kunci Kebangkitan

Senin, 27 April 2026 - 18:31

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    1450 shares
    Share 580 Tweet 363
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.