• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Regulasi Tak Lagi Cukup, Akademisi Dorong Edukasi Kreatif untuk Bendung Scam

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 21 November 2025 - 14:04
in Ekonomi
iniji

Akademisi University of Jakarta International (UNIJI), Liana Rahardja. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penipuan transaksi keuangan terus berevolusi dan kini bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan sistem untuk menahannya.

Akademisi University of Jakarta International (UNIJI), Liana Rahardja, menilai perubahan lanskap digital telah menciptakan ruang yang sangat luas bagi para pelaku kejahatan finansial untuk memanfaatkan celah keamanan yang belum tertutup.

BacaJuga:

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Kementerian UMKM Hadirkan Peluang Baru bagi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di ICX 2026

Liana menjelaskan bahwa modus penipuan saat ini sudah meninggalkan cara-cara tradisional berbasis dokumen kertas. “Sekarang semua sudah digital. Pelaku scammer itu bukan orang bodoh. Mereka intelektual, punya kemampuan teknis, dan tahu betul titik lemah sistem perbankan kita,” ujar Liana kepada INDOPOSCO, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, besarnya nilai kerugian yang mencapai triliunan rupiah menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak dilakukan oleh individu tunggal.

“Tidak mungkin mereka bekerja sendiri. Angka sebesar Rp7,5 triliun itu jelas melibatkan sindikat yang paham celah keamanan sistem keuangan di Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai regulasi pencegahan penipuan online yang berlaku saat ini belum berjalan efektif. Meskipun regulator dan Satgas OJK (Satuan Tugas Otoritas Jasa Keuangan) rutin mengeluarkan imbauan, pesan tersebut tidak mampu menembus perilaku masyarakat.

“Kita ke ATM saja ada tulisan peringatan, tapi siapa yang baca? Orang cenderung menganggapnya angin lalu,” kata Liana.

Karena itu, ia mendorong adanya pendekatan baru yang lebih konkret, kreatif, dan persuasif. Universitas, katanya, siap membantu menjembatani agar edukasi anti-penipuan benar-benar sampai ke masyarakat.

Liana mengungkapkan rencana pihaknya untuk membuat konten edukasi berupa podcast dan video role play berdurasi 5–10 menit, yang menggambarkan skenario penipuan nyata beserta langkah penanganannya. Ia menyebut generasi Z dan kelompok usia lanjut sebagai dua kelompok yang paling rentan.

“Agar pesan mengena, aktornya harus relevan dengan penontonnya. Kalau targetnya lansia, ya pemerannya juga lansia. Biar mereka merasa ‘ini gue banget’,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa OJK sudah memberi izin penggunaan logo dalam konten edukasi tersebut. Kolaborasi dengan media juga akan diupayakan agar dampaknya lebih luas. “Pemerintah sudah punya banyak program, tapi pesan tidak sampai ke ujung. Kami ingin menjembatani itu,” tegasnya.

Upaya ini, menurut Liana, menjadi bentuk tanggung jawab akademisi melihat fakta bahwa sebagian pelaku kejahatan digital ternyata berlatar belakang pendidikan tinggi. “Kami sedih melihat alumni universitas justru memanfaatkan kecerdasannya untuk hal negatif. Ini pukulan bahwa dunia pendidikan juga harus ikut memperbaiki,” tambah Kepala Prodi Akuntansi UNIJI itu.

Liana menegaskan bahwa mencegah scam bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal bagaimana pesan edukasi dirancang agar benar-benar mengena. Tanpa perubahan pendekatan, ia khawatir masyarakat akan terus menjadi korban dari kecerdasan para pelaku yang bergerak lebih cepat dari sistem. (her)

Tags: EdukasiLiana RahardjapenipuanPenipuan Digitalpenipuan onlineScamUNIJI

Berita Terkait.

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi
Ekonomi

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32
Andra-Soni
Ekonomi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:23
UMKM
Ekonomi

Kementerian UMKM Hadirkan Peluang Baru bagi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di ICX 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:41
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi New Xforce: Bahan Bakar Efisien, Tampilan Modern dan Menawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:40
Fronx
Ekonomi

Tak Sekadar Tampil Sporty, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Kini Punya Fitur DVR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25
Vinfast
Ekonomi

VinFast Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Hadirkan Beragam Inovasi di GIIAS 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:34

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2091 shares
    Share 836 Tweet 523
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3186 shares
    Share 1274 Tweet 797
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.