• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Prabowo Larang Siswa Sambut Pejabat, Analis: Jangan Lagi Ada Kultur ‘Kegenitan’

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 21 November 2025 - 13:13
in Nasional
pelajar

Presiden Prabowo Subianto melintas di depan barisan siswa yang berdiri menyambut kedatangannya pada sebuah kunjungan kerja, momen yang kini diminta untuk tidak lagi melibatkan pelajar agar jam belajar tidak terganggu. Foto: Dokumen Setneg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional, sebuah pesan sederhana dari Presiden Prabowo Subianto memantik dukungan luas. Seruan agar siswa tidak lagi dikerahkan untuk menyambut kedatangan pejabat dinilai sebagai langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar pada dunia pendidikan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menjadi salah satu yang menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, perhatian presiden terhadap perlindungan jam belajar menunjukkan keberpihakan yang jelas pada kepentingan siswa.

BacaJuga:

BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Lingkungan Pendidikan

Hadapi Bencana Informasi, Wamendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Komunikasi Krisis

Bea Cukai Malang Terbitkan NPPBKC kepada PT Pandawa Berdaya Nusantara

“Setuju itu apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo untuk mengembalikan siswa-siswi kembali belajar, kembali ke sekolah dan tidak terlibat acara-acara seremonial yang sangat mungkin menyita jam belajar mereka,” ujar Hendri melalui gawai, Jumat (21/11/2025).

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai kebijakan yang tampak sederhana tersebut sejatinya menyentuh persoalan mendasar, yakni kualitas pendidikan. Ia menegaskan bahwa kebiasaan melibatkan siswa dalam penyambutan pejabat bukan hanya membuang waktu belajar, tetapi juga mengaburkan prioritas utama sekolah.

“Yang seperti ini mungkin tampak seperti hal kecil, tapi bisa berpengaruh ke hal yang lebih besar. Pak Prabowo bisa jadi berharap mereka agar lebih fokus konsentrasi belajar saja dan tidak sibuk ikuti seremonial penyambutan itu sehingga bisa lebih fokus menerima pendidikan dan menjadi lulusan yang berkualitas,” jelasnya.

Hensa kemudian mengaitkan arahan presiden dengan Asta Cita ke-4, yang memuat visi besar mengenai penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan unggul, penguasaan teknologi, pembangunan kesehatan, olahraga, hingga pemberdayaan beragam kelompok masyarakat. Bagi Hensa, melindungi jam belajar anak adalah pondasi untuk mewujudkan visi tersebut.

“Jika jam belajar anak-anak terus terganggu hanya untuk acara seremonial, maka cita-cita membentuk generasi emas yang unggul dan berdaya saing akan sulit tercapai,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Hensa menilai contoh yang diberikan presiden semestinya menjadi rujukan bagi seluruh pejabat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, budaya meminta sambutan meriah seharusnya diakhiri demi kepentingan yang lebih besar.

“Yang paling penting, contoh ini harus menjadi standar baru bagi semua menteri, gubernur, bupati, wali kota, dan pejabat negara lainnya. Jangan lagi ada kultur ‘kegenitan’ pejabat yang merasa harus disambut meriah dengan barisan siswa, drum band, atau kerumunan massa hanya untuk memuaskan ego sesaat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kunjungan kerja seharusnya sarat substansi, bukan sekadar panggung untuk pencitraan.

“Kunjugan kerja itu semestinya substansial, memeriksa dan memastikan langsung program pemerintah serta mendengar keluhan masyarakat. bukan sekadar datang untuk difoto dan dipuja,” terangnya.

Hensa optimistis, jika seluruh pejabat mengikuti keteladanan ini, maka ruang belajar anak akan kembali utuh dan cita-cita pembangunan SDM Indonesia akan bergerak lebih cepat.

“Jika semua pejabat mengikuti teladan ini, maka waktu belajar anak-anak benar-benar terlindungi dan fokus negara pada peningkatan kualitas SDM seperti yang tertuang dalam Asta Cita akan terwujud nyata di lapangan,” tutup Hensa. (rmn)

Tags: AnalisHendri SatrioHensaLarang Siswa Sambut PejabatPrabowo Subianto

Berita Terkait.

bnpbb
Nasional

BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Lingkungan Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:33
fauzan
Nasional

Hadapi Bencana Informasi, Wamendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Komunikasi Krisis

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:48
bc2
Nasional

Bea Cukai Malang Terbitkan NPPBKC kepada PT Pandawa Berdaya Nusantara

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:38
bc
Nasional

Operasi Asap 2026: Bea Cukai dan Satpol PP Amankan 553.100 Batang Rokok Ilegal di Pekalongan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:18
nanik
Nasional

Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:42
judol
Nasional

Aktivis Pemuda Apresiasi Sinergi Kemkomdigi Berantas Judi Online hingga Akar Ekosistem

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:32

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3185 shares
    Share 1274 Tweet 796
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12560 shares
    Share 5024 Tweet 3140
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2760 shares
    Share 1104 Tweet 690
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.