• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Satu Triliun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 20 November 2025 - 08:00
in Disway
disway-kamis

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pun universitas Islam. Sudah ada yang omzetnya mencapai Rp 1 triliun: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Waktu masih berstatus institut dulu (Institut Agama Islam Negeri) ia dikenal dengan singkatan ”IAIN Syahid”. Setelah jadi universitas singkatannya jadi ”Syahida”.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Maka di bawah universitas di Ciputat ini ada Rumah Sakit Syahida. Tiga buah. Semuanya berlaba. Termasuk RS Syahida di kompleks asrama haji Pondok Gede. RS besar ini dibangun UIN dari dana bantuan Arab Saudi. Yakni usai tragedi Mina tahun 1990 yang menewaskan jemaah haji Indonesia sebanyak 1.426 orang.

Pun hotel di dalam kampusnya, disebut Syahida Inn. Juga berlaba. Dan akan diperbesar.

Pukul 07.30 saya sudah tiba di kampus itu. Sebelum ke Jeddah dulu. Lebih pagi dari jadwal antisipasi kalau macet. Maka saya punya waktu untuk keliling Kampus II, hampir satu kilometer dari Kampus I.

Di kampus II inilah fakultas kedokterannya berada. Kini sudah punya dua program spesialis. Syahida-lah di lingkungan UIN yang pertama membuka fakultas kedokteran dan sains. Kini banyak Universitas Islam Negeri mengikuti jejak itu.

Mahasiswa UIN Syahida berjumlah 34.000 orang. Pun masih berpikir bagaimana bisa lebih banyak lagi. Misalnya dengan ide mendirikan program vokasi. Pokoknya universitas negeri termasuk yang Islam kini seperti vacum cleaner menyedot sebanyak-banyak mahasiswa baru.

Dari kunjungan ini saya baru tahu: UIN pun ingin menjadi PTNBH Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum. Ikut jejak UI, ITB, UGM, Unair, sampai Universitas Terbuka.

Di situ kami pun berdiskusi soal masa depan Syahida. Rektornya, Prof Dr Asep Saipudin Jahar, hadir. Berserta seluruh wakil rektor. Juga para dekan dan ketua jurusan. Pokoknya: bagaimana caranya UIN Syahida ke depan kian terpandang.

“Seberapa besar keinginan menjadi PTNBH itu?”

“Besar sekali,” jawab Prof Asep.

“Skala satu sampai 10?”

“Sepuluh,” jawabnya.

Prof Asep (asli Pandeglang, Banten), alumnus pondok modern Gontor Ponorogo. Lalu masuk IAIN Syahid: jurusan perbandingan mazhab. S-2-nya di McGill, Kanada. Sedang doktor bahasa Arab dan filologinya di Leipzig, Jerman.

Prof Asep mungkin bukan pemikir keagamaan tingkat tinggi seperti beberapa rektor Syahida sebelumnya Prof Harun Nasution, Prof Azyumardi Azra, Prof Komarudin Hidayat. Tapi ia bertekad bisa membawa UIN Syahida ke jenjang PTNBH.

Menurut Prof Asep ada tiga UIN yang bisa berangkat bersama-sama ke PTNBH bersama UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Tantangannya hanya satu: bisa dianggap terlalu komersial. Maka UIN Syahida lagi merumuskan bagaimana membuat aspek ibadah dan bisnis bisa seimbang.

Tapi itu dialami tidak hanya oleh UIN. Semua lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan serupa. Pun di lembaga pendidikan Kristen. Tapi realitas di masyarakat memang sudah berubah. Sekolah yang mahal justru dikejar dengan alasan mutu. Mereka punya cukup biaya untuk meningkatkan kualitas fisik, mutu pendidikannya sampai ke mampu mengadakan guru terbaik.

“Banyak sekolah Islam yang karena diniatkan ibadah tidak berani menarik biaya tinggi. Akibatnya niat ibadah itu jatuh ke dosa: gurunya menderita,” kata orang yang Anda bisa menduga siapa yang mengucapkan itu.

Menyeimbangkan ibadah dan bisnis memang tetap harus diupayakan. Kalau perlu dengan menetapkan persentase tertentu dari hasil ”bisnisnya” untuk beasiswa: khusus bagi pendidikan keluarga miskin. Kuliah gratis.

Realitasnya pergeseran sudah terjadi antara jurusan ”dunia” dan prodi ”jurusan akhirat”. Mahasiswa UIN jurusan duniawi kian menggeser jumlah mahasiswa jurusan ukhrowi. Yang terakhir itu kian didominasi mahasiswa dari kalangan kurang mampu dari daerah-daerah. Sedang mahasiswa dari perkotaan kian memilih prodi non agama.

Saya harus mengakhiri diskusi intens pagi itu. Ada jadwal berikutnya: bertemu Menteri Pertahanan Jenderal Sjafrie Syamsuddin. Dari Ciputat ke Merdeka Barat tidaklah bisa diprediksi seperti hitungan prodi matematika. Rencana makan pagi pun batal. Untung saya masih menyimpan singkong rebus beberapa potong. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup
Olahraga

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07

INDOPOSCO.ID - Timnas Indonesia tampil mengesankan saat menjalani laga penentu melawan Timnas Bangladesh dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda...

SelengkapnyaDetails
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3893 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.