• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Nikmat Karina

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 17 November 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Happy. Dia mungkin jadi orang Indonesia yang paling berbinar atas penganugerahan hadiah Nobel Kedokteran kepada Prof Shimon Sakaguchi tahun ini: Dr dr Karina SpBE-RE, K.

Gelar ”K” yang terakhir itu dari saya. Singkatan dari ”keriting” baik rambutnya maupun otaknyi.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Sakaguchilah, profesor dari Kyoto University itu, mendapat Nobel 2025 berkat penelitiannya soal T-Cell. Prof Sakaguchilah yang mengenali bahwa di antara berbagai sel di tubuh manusia ada sel T.

Sel itu tempatnya di dalam darah putih. Menjadi bagian dari darah putih. Anda sudah tahu fungsi utama darah putih: untuk kekebalan tubuh dalam menghadapi penyakit.

Tentu penyakit itu banyak jenisnya. Maka di dalam sistem kekebalan itu rupanya banyak jenis sel yang tugasnya berbeda-beda. Sel T punya tugas khusus: menghadapi penyakit tertentu. Tugas awalnya mengenali gejala jika ada sel lain yang terkena virus dan sejenisnya. Dia semacam intelijen khusus dalam tubuh. Disebut khusus karena tidak hanya bertugas melaporkan hasil deteksinya, melainkan sekaligus berusaha membunuh penyakit itu.

Anda masih ingat Disway 15 Oktober lalu. Karina membawa ibunyi yang sakit kanker ke Jepang. Itu tahun 2016. Dia tinggalkan seluruh kegiatannyi demi sang ibunda. Termasuk sekolah S-3 nyi yang hampir selesai. Di almamaternyi. Di bidang biologi molekuler.

Sang ibu sembuh. Karina tidak hanya mendampingi sang ibu, tapi juga mempelajari proses pengobatannyi. Termasuk tindakan yang dilakukan dokter untuk sang ibu: memberikan pasokan sel-T ke sang ibu.

Karina tidak hanya mempelajari. Dia berusaha membawa ilmu itu ke Indonesia. Dia akan menerapkannya di klinik miliknyi. Meski ahli bedah plastik Karina juga mendalami sel. Bahkan mempraktikkan suntikan aa PRP lihat Disway 6 Agustus 2021.

Selama di Jepang Karina mencari kontak bisnis terkait sel-T. Berhasil. Resmilah Karina sebagai pembawa teknologi sel-T di Indonesia. Ibunyi sembuh. Bisnis didapat. Tak lama kemudian gelar doktor diraih. Nikmat apa lagi yang masih harus dicari.

Sebagai peneliti Karina tidak berhenti di situ. Setelah memegang teknologi itu untuk Indonesia dia mendalaminya. Siapa tahu masih bisa ditambahkan ”kebijakan lokal” ke teknologi sel-T.

Hasilnya: Karina mencobakannya ke seorang pasien yang kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuh (Disway 15 Oktober 2025).

Setelah kembali dari Beijing saya berusaha bertemu sang pasien. Saya ingin ke rumahnya di Pasar Minggu Jakarta. Mungkin saja ia belum sesehat yang dikatakan Karina kala itu.

Lebih baik saya yang ke rumahnya: sekalian reportase tingkat kehidupannya. Keadaan ekonomi seseorang bisa dilihat dari kondisi rumahnya. Sewaktu jadi pimpinan media dulu saya melarang wartawan wawancara lewat telepon. Wartawan harus datang ke rumah sumber berita. Agar bisa menggambarkan keadaan rumahnya. Handphone telah membunuh cabang ilmu reportase dalam jurnalisme.

“Jangan ke rumah saya. Saya yang ke rumah Pak Dahlan,” jawab istrinya. Saya pura-pura ngotot: saya saja yang mengalah ke rumahnya. Ia juga ngotot: ia yang harus ke rumah saya.

Ia ternyata arek Suroboyo. Bonek. Usianya baru 45 tahun. SMA nya di dekat PDAM itu. Lalu kuliah perminyakan di Jakarta. Itu atas beasiswa prestasi dari perusahaan tempat bapaknya bekerja sebagai satpam.

Ia datang bersama istri asal Lahat, dekat Palembang. Alumnus teknik sipil ITB Bandung. Mereka bertemu di umur yang sama saat sama-sama bertugas di Aceh. Jodoh tidak lari ke mana. Hanya sama-sama lari sejauh ke Aceh.

Begitu bertemu dengannya saya terpana: sama sekali tidak terlihat ia baru saja sembuh dari sakit kanker di tahap gawat. Jalannya tegap tinggi sekitar 170 cm. Wajahnya segar. Banyak senyum.

Istrinya pakai jilbab hitam. Sang istrilah yang rupanya pemegang seluruh data penyakit suami. Juga data berbagai pengobatan yang pernah dilakukan. Semua ada di HP sang istri. Kami pun ngobrol bertiga ups, berempat dengan HP itu.

Ternyata ia sudah berobat ke mana-mana –sebelum akhirnya bertemu teknologi sel T di klinik Karina. Saya kagum dengan optimisme dan kegigihan Bonek satu ini dalam melawan penyakit. Anda benar: di balik perlawanan kanker ada istri hebat yang ikut melawan di belakangnya. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.