• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

FBR Ungkap Arah Baru Jakarta: Modern Global, Tapi Tetap Berakar pada Budaya Betawi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 14 November 2025 - 10:31
in Megapolitan
Pramono-Rano

Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno. Foto: Feris Pakpahan/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Kiai Haji (KH) Lutfi Hakim buka suara soal arah baru pembangunan Jakarta sebagai kota global berbudaya.

Lutfi menegaskan, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di bawah duet Pramono-Rano bukan sekadar pencitraan, tetapi strategi visioner untuk menjawab tantangan pasca Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara.

BacaJuga:

Hujan Mewarnai Prakiraan Cuaca di Jakarta Awal Pekan Ini

Lebih dari Sekadar Liburan, Ancol Bangun Ekosistem Experience Tanpa Batas

Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Siang Hari

“Jakarta boleh modern, tapi tidak boleh tercerabut dari akar budayanya,” kata Lutfi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, gagasan Jakarta Kota Global Berbudaya yang dicanangkan pada hari ulang tahun (HUT) ke-498 bukan hanya tema seremonial, tetapi tonggak moral menjelang lima abad perjalanan Jakarta.

Lutfi menyebut tema tersebut sejalan dengan kegelisahan dunia terhadap modernisasi yang mengikis identitas budaya.

Dia juga menyinggung dinamika global yang tengah dibahas dalam Konferensi Iklim PBB COP30 di Brasil.

Dalam forum itu, dunia menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari aksi iklim global.

“Jakarta sudah bicara soal ini sejak awal. Saat dunia baru menimbang, kita sudah melangkah,” ujar Lutfi.

Transformasi Jakarta sebagai kota global berbudaya, lanjutnya, memiliki landasan hukum kuat melalui Undnag-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Regulasi tersebut mengarah pada tiga agenda besar yakni kota global, pusat ekonomi nasional, dan kota berkelanjutan yang seluruhnya tetap mewajibkan pelestarian budaya lokal.

Ia mengungkapkan, FBR menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi pertama yang membaca arah perubahan tersebut.

Bahkan jauh sebelum gagasan kota global berbudaya menjadi tema resmi pemerintah, FBR sudah mendorong pembentukan lembaga adat sebagai amanat UU DKJ.

Lutfi bercerita bagaimana para pemikir FBR melakukan roadshow ke fraksi-fraksi DPR RI melalui Kaukus Muda Betawi untuk memastikan frasa lembaga adat masuk dalam UU DKJ.

Perjuangan itu akhirnya menghasilkan Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi) sebagai penjaga moral, budaya, dan identitas Betawi di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, menjadi kota global membutuhkan daya saing tinggi, namun tanpa budaya, pembangunan akan kehilangan arah.

Karena itu, Lutfi mengapresiasi langkah Pramono-Rano yang menandatangani fakta integritas bersama masyarakat Betawi sebagai komitmen menjaga nilai-nilai lokal.

“Jakarta kini memasuki miqot baru, titik balik sejarah menuju kota global yang tetap berpijak pada kearifan lokal,” ucapnya.

Lutfi menegaskan, masa depan Jakarta bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat Betawi. Ia berharap visi kota global berbudaya tetap dilanjutkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya.

“Kita harus menjadi global tanpa kehilangan akar,” pungkasnya.(fer)

Tags: budaya betawifbrlembaga adat betawiLutfi hakimPramono-Rano

Berita Terkait.

Hujan
Megapolitan

Hujan Mewarnai Prakiraan Cuaca di Jakarta Awal Pekan Ini

Senin, 20 April 2026 - 08:16
ancol
Megapolitan

Lebih dari Sekadar Liburan, Ancol Bangun Ekosistem Experience Tanpa Batas

Senin, 20 April 2026 - 07:07
Berawan
Megapolitan

Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Siang Hari

Minggu, 19 April 2026 - 08:15
Korsleting Tiang Listrik Picu Kebakaran di Tanjung Duren, 5 Orang Meninggal
Megapolitan

Kasus Pembunuhan Perempuan di Tangsel, Mantan Suami Siri Jadi Tersangka

Sabtu, 18 April 2026 - 16:06
minyak
Megapolitan

Narasi ‘Stok Aman’ vs Fakta Lapangan: Pedagang Soroti Ketimpangan Suplai Minyakita

Sabtu, 18 April 2026 - 11:11
hujan
Megapolitan

Hujan Mengguyur Jakarta pada Akhir Pekan Ini

Sabtu, 18 April 2026 - 08:20

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    836 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.