• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

KEK Tembakau Madura Dorong Industrialisasi Rakyat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 13 November 2025 - 21:01
in Nusantara
kek

Wakil Bupati Pamekasan H. Sukrianto (dua dari kiri). istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah dibuka di UIN Sunan Ampel Surabaya, rangkaian Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” berlanjut di Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, Rabu (13/11/2025).

Acara ini merupakan rangkaian kedua dari lima forum akademik yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) dalam penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.

BacaJuga:

Gandeng KPK dan Pemda Sulsel, Kementerian ATR/BPN Optimalkan Transformasi Layanan Pertanahan

Bea Cukai Sibolga Gagalkan Peredaran 4 Juta Batang Rokok Ilegal di Padangsidimpuan

Bea Cukai Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal dari Dua Penindakan di Gowa

Dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Universitas Madura menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan KEK Tembakau sebagai strategi menguatkan ekonomi rakyat dan mendorong industrialisasi berbasis kearifan lokal Madura.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukrianto menegaskan bahwa Madura sedang mengalami transformasi ekonomi yang signifikan, ditandai dengan tumbuhnya pabrik-pabrik rokok lokal di Pamekasan.

“Fenomena ini menunjukkan dua hal. Pertama, kekuatan ekonomi lokal sedang tumbuh, di mana masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha sendiri. Kedua, ekosistem industri tembakau mulai terbentuk secara alami di tingkat lokal,” ujarnya.

Namun ia menekankan perlunya arah yang jelas dari pemerintah.

“Pertumbuhan ini perlu tata kelola yang benar agar tidak hanya bersifat konsumtif dan informal. Pemerintah harus hadir menata, membina, mendorong inovasi, standardisasi mutu produk, serta mengintegrasikan usaha kecil ke sistem ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.”

H. Sukrianto menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menolak tumbuhnya pabrik rokok rakyat.

“Kita justru mendukung industri rokok lokal, tapi kita ingin memastikan pertumbuhan itu menyejahterakan rakyat dan memuliakan petani.”

Ia juga menjelaskan bahwa KEK Tembakau merupakan solusi tata kelola modern dan terintegrasi bagi sektor ini.

“KEK adalah ekosistem inovasi ekonomi baru: hilirisasi tembakau, riset pascapanen, teknologi pengeringan ramah lingkungan, inkubasi UMKM berbasis tembakau, hingga kawasan riset kampus–industri. Dengan KEK, perusahaan rokok lokal bisa naik kelas, memperoleh kemudahan investasi, dan memperkuat branding Madura sebagai Pusat Tembakau Bermartabat.”

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. H. Gazali, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi Madura sesungguhnya tidak bisa diremehkan.

Ia menyebut tiga sektor nasional terbesar penyumbang pendapatan negara: cukai hasil tembakau, SDA migas, dan dividen BUMN.

“Ada tiga sektor utama penyumbang pendapatan negara: cukai, migas, dan BUMN. Nah, 60 persen cukai disumbang dari Jawa Timur. Pasuruan terbesar karena pabriknya di sana. Tapi dari Madura, penerimaan cukai naik dari 700 miliar menjadi 1,3 triliun. Hampir naik 50 persen.”

Di Pamekasan, ia mengungkap data menarik, “Dana yang berputar dari industri rokok bahkan lebih besar dari Pendapatan Asli Daerah. Itu sebabnya industri ini bisa menurunkan kemiskinan nyata di lapangan.”

Rektor kemudian menegaskan bahwa “Tembakau itu daun emas. Kalau musim tembakau, pasar malam ramai. Itu indikator lebaraannya petani.”

Ia menyebut gagasan KAMURA sangat tepat karena bersandar pada kearifan lokal ini.

Ia menutup sambutannya dengan dukungan penuh “KAMURA sudah melakukan kajian akademik. Maka kita harus bersama-sama menggolkan KEK Tembakau sebagai pintu kesejahteraan masyarakat Madura.”

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa rangkaian forum ini adalah upaya membangun fondasi akademik yang kuat bagi kebijakan publik yang berpihak pada petani dan industri rakyat.

Ia menegaskan bahwa tembakau adalah jantung ekonomi Madura “Bagi masyarakat Madura, tembakau bukan sekadar komoditas, tetapi cara hidup. Dari tembakau orang bisa sekolah, menikah, bahkan melunasi utang.”

Subairi menekankan bahwa KEK Tembakau merupakan gagasan besar yang lahir dari suara akar rumput, riset lapangan, dan dukungan seluruh kepala daerah di Madura. (ney)

Tags: Industrialisasi RakyatKEK Tembakau Madura

Berita Terkait.

Gandeng KPK dan Pemda Sulsel, Kementerian ATR/BPN Optimalkan Transformasi Layanan Pertanahan
Nusantara

Gandeng KPK dan Pemda Sulsel, Kementerian ATR/BPN Optimalkan Transformasi Layanan Pertanahan

Rabu, 29 April 2026 - 21:03
BC-Sibolga
Nusantara

Bea Cukai Sibolga Gagalkan Peredaran 4 Juta Batang Rokok Ilegal di Padangsidimpuan

Rabu, 29 April 2026 - 14:46
Sulbagsel
Nusantara

Bea Cukai Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal dari Dua Penindakan di Gowa

Rabu, 29 April 2026 - 13:35
Maman
Nusantara

Pemerintah Genjot Pemanfaatan KUR di NTT, UMKM Diminta Lebih Inovatif

Rabu, 29 April 2026 - 09:01
Serap Aspirasi Maluku Utara, BAM DPR RI Soroti DBH yang Mandek hingga Status Ibu Kota Sofifi
Nusantara

Serap Aspirasi Maluku Utara, BAM DPR RI Soroti DBH yang Mandek hingga Status Ibu Kota Sofifi

Selasa, 28 April 2026 - 21:02
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal Emas, Negara Terhindar dari Kerugian Rp41 Miliar
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal Emas, Negara Terhindar dari Kerugian Rp41 Miliar

Selasa, 28 April 2026 - 18:31

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2547 shares
    Share 1019 Tweet 637
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.