• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

KEK Tembakau Madura Dorong Industrialisasi Rakyat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 13 November 2025 - 21:01
in Nusantara
kek

Wakil Bupati Pamekasan H. Sukrianto (dua dari kiri). istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah dibuka di UIN Sunan Ampel Surabaya, rangkaian Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” berlanjut di Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, Rabu (13/11/2025).

Acara ini merupakan rangkaian kedua dari lima forum akademik yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) dalam penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.

BacaJuga:

Gempa Susulan Masih Terjadi, Jumlah Pengungsi di NTT Melonjak Hampir 37 Ribu Jiwa

Hari Kedelapan Pendataan Paralel, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak

Gempa Bumi Guncang Kota Sukabumi di Jawa Barat Pagi Ini, Pusat Episenter di Darat

Dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Universitas Madura menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan KEK Tembakau sebagai strategi menguatkan ekonomi rakyat dan mendorong industrialisasi berbasis kearifan lokal Madura.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukrianto menegaskan bahwa Madura sedang mengalami transformasi ekonomi yang signifikan, ditandai dengan tumbuhnya pabrik-pabrik rokok lokal di Pamekasan.

“Fenomena ini menunjukkan dua hal. Pertama, kekuatan ekonomi lokal sedang tumbuh, di mana masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha sendiri. Kedua, ekosistem industri tembakau mulai terbentuk secara alami di tingkat lokal,” ujarnya.

Namun ia menekankan perlunya arah yang jelas dari pemerintah.

“Pertumbuhan ini perlu tata kelola yang benar agar tidak hanya bersifat konsumtif dan informal. Pemerintah harus hadir menata, membina, mendorong inovasi, standardisasi mutu produk, serta mengintegrasikan usaha kecil ke sistem ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.”

H. Sukrianto menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menolak tumbuhnya pabrik rokok rakyat.

“Kita justru mendukung industri rokok lokal, tapi kita ingin memastikan pertumbuhan itu menyejahterakan rakyat dan memuliakan petani.”

Ia juga menjelaskan bahwa KEK Tembakau merupakan solusi tata kelola modern dan terintegrasi bagi sektor ini.

“KEK adalah ekosistem inovasi ekonomi baru: hilirisasi tembakau, riset pascapanen, teknologi pengeringan ramah lingkungan, inkubasi UMKM berbasis tembakau, hingga kawasan riset kampus–industri. Dengan KEK, perusahaan rokok lokal bisa naik kelas, memperoleh kemudahan investasi, dan memperkuat branding Madura sebagai Pusat Tembakau Bermartabat.”

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. H. Gazali, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi Madura sesungguhnya tidak bisa diremehkan.

Ia menyebut tiga sektor nasional terbesar penyumbang pendapatan negara: cukai hasil tembakau, SDA migas, dan dividen BUMN.

“Ada tiga sektor utama penyumbang pendapatan negara: cukai, migas, dan BUMN. Nah, 60 persen cukai disumbang dari Jawa Timur. Pasuruan terbesar karena pabriknya di sana. Tapi dari Madura, penerimaan cukai naik dari 700 miliar menjadi 1,3 triliun. Hampir naik 50 persen.”

Di Pamekasan, ia mengungkap data menarik, “Dana yang berputar dari industri rokok bahkan lebih besar dari Pendapatan Asli Daerah. Itu sebabnya industri ini bisa menurunkan kemiskinan nyata di lapangan.”

Rektor kemudian menegaskan bahwa “Tembakau itu daun emas. Kalau musim tembakau, pasar malam ramai. Itu indikator lebaraannya petani.”

Ia menyebut gagasan KAMURA sangat tepat karena bersandar pada kearifan lokal ini.

Ia menutup sambutannya dengan dukungan penuh “KAMURA sudah melakukan kajian akademik. Maka kita harus bersama-sama menggolkan KEK Tembakau sebagai pintu kesejahteraan masyarakat Madura.”

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa rangkaian forum ini adalah upaya membangun fondasi akademik yang kuat bagi kebijakan publik yang berpihak pada petani dan industri rakyat.

Ia menegaskan bahwa tembakau adalah jantung ekonomi Madura “Bagi masyarakat Madura, tembakau bukan sekadar komoditas, tetapi cara hidup. Dari tembakau orang bisa sekolah, menikah, bahkan melunasi utang.”

Subairi menekankan bahwa KEK Tembakau merupakan gagasan besar yang lahir dari suara akar rumput, riset lapangan, dan dukungan seluruh kepala daerah di Madura. (ney)

Tags: Industrialisasi RakyatKEK Tembakau Madura

Berita Terkait.

Sosialisasi
Nusantara

Gempa Susulan Masih Terjadi, Jumlah Pengungsi di NTT Melonjak Hampir 37 Ribu Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:23
Kerusakan
Nusantara

Hari Kedelapan Pendataan Paralel, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40
Gempa-Sukabumi
Nusantara

Gempa Bumi Guncang Kota Sukabumi di Jawa Barat Pagi Ini, Pusat Episenter di Darat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:49
Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki
Nusantara

Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:31
Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa
Nusantara

Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Nusantara

Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:40

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.