INDOPOSCO.ID – Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, insiden ledakan mengguncang SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi peringatan mengantisipasi perundungan di lingkungan sekolah. Aksi mengerikan itu diduga dipicu perundungan.
“ini memberikan alarm kepada sekolah untuk serius mencegah dan menanggulangi berbagai bentuk bullying atau kekerasan di sekolah mereka,” kata Satriwan melalui gawai di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Sebenarnya pemerintah sudah memiliki berbagai regulasi teknis, salah satunya Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.
“Di antara keseriusan itu dibuktikan dengan sekolah harus memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), yang terdiri dari unsur guru, masyarakat bahkan dari pihak siswa,” ujar Satriwan.
TPPK bertugas menyusun program pencegahan, menerima laporan dugaan kekerasan, menanganinya, memberikan rekomendasi sanksi, mendampingi korban dan pelapor, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Keanggotaannya terdiri dari minimal tiga orang dengan jumlah ganjil, termasuk guru dan perwakilan komite sekolah atau orang tua/wali.
Fungsi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) SMAN 72 diduga tidak berjalan efektif. Kelalaian yang menyebabkan dugaan perundungan di sekolah tersebut berujung pada insiden kekerasan.
Oleh karena itu, polisi didesak untuk mengusut tuntas dan menjerat para pelaku perundungan dalam kasus ledakan tersebut. “Kami P2G berharap kepolisian untuk betul-betul mendalami, investigasi apa yang menjadi pendorong, apa yang menjadi penyebab faktor utama hal ini terjadi. Apakah betul dugaan bullying,” ucap Satriwan.
Insiden ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara terjadi pada Jumat (7/11/2025) atau bertepatan dengan ibadah salat Jumat. Total korban mencapai 96 orang, sebagian besar merupakan pelajar.
Terduga pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta, yang merupakan seorang siswa berinisial FN diduga korban perundungan di sekolah tersebut. Dugaan itu sedang didalami secara intensif oleh pihak kepolisian. (dan)










