• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Telkom Catat Rebound Kuat di Bisnis Seluler, Laba Diproyeksi Tembus Rp20,88 Triliun pada 2025

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 10 November 2025 - 20:12
in Ekonomi
telkom

Ilustrasi - Gedung Telkom Indonesia di Jakarta. Emiten pelat merah ini mencatat pemulihan kuat di segmen seluler pada kuartal III-2025, dengan proyeksi laba bersih menembus Rp20,88 triliun tahun ini. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika industri telekomunikasi nasional. Memasuki kuartal ketiga 2025, raksasa pelat merah ini mencatat pemulihan kuat, terutama dari segmen seluler yang kembali menjadi penopang utama bisnis perusahaan.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada layanan data, internet, dan teknologi informasi. Pendapatan dari lini tersebut naik 5,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, seiring kenaikan imbal hasil (yield) data gabungan sebesar 11,2 persen menjadi Rp3.400 per gigabyte. Peningkatan tarif Telkomsel mampu menutupi penurunan lalu lintas data sebesar 3 persen secara kuartalan, yang secara tahunan masih naik 11,8 persen.

BacaJuga:

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Strategi penyederhanaan produk dan rasionalisasi harga terbukti efektif mendukung “price repair” yang memperkuat profitabilitas di tengah kompetisi ketat. Sementara itu, pendapatan dari layanan lama atau legacy service terus menurun, anjlok 22 persen secara kuartalan dan 34 persen secara tahunan — kini hanya berkontribusi 6,8 persen dari total pendapatan seluler, mendekati target manajemen sebesar 5 persen.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, dalam riset Jumat (7/11/2025), menilai momentum positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Tren ini akan ditopang oleh disiplin harga dan portofolio produk yang lebih ramping, meski pendapatan data secara keseluruhan untuk tahun penuh 2025 masih berpotensi turun tipis 1,8 persen secara tahunan,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Tekanan di Layanan IndiHome

Segmen IndiHome masih menghadapi tekanan. Pendapatan internet rumah ini turun 1,7 persen secara kuartalan dan 2,2 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2025, dipicu penurunan Average Revenue per User (ARPU) menjadi Rp210.000 dari rata-rata Rp 217.000 sebelumnya.

Menariknya, jumlah pelanggan justru bertambah 200 ribu menjadi 10,3 juta. “Meski demikian, jumlah pelanggan IndiHome justru bertambah 200 ribu pengguna, mencapai 10,3 juta pelanggan,” jelas Kafi.

Manajemen Telkom menjelaskan, penurunan ARPU dipicu pergeseran pelanggan ke paket satu layanan (single play / 1P) dan ekspansi ke segmen entry-level di luar Pulau Jawa. Pemantauan harga pada November 2025 menunjukkan penurunan rata-rata harga sebesar 3,6 persen akibat peluncuran paket “internet + gaming”, menandakan prospek jangka pendek masih menantang.

Segmen Bisnis dan Wholesale Melemah

Pendapatan dari segmen korporasi (enterprise) serta Wholesale & International Business (WIB) masing-masing turun 2,9 persen dan 7,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama karena pengetatan anggaran pemerintah dan penurunan pendapatan interkoneksi.

Prospek Saham Masih Menarik

Meski menghadapi tekanan, prospek saham Telkom tetap positif. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi “buy” sambil menaikkan target harga menjadi Rp4.000 per saham.

“Kenaikan ini mencerminkan perbaikan disiplin harga dan monetisasi yield yang solid, dengan penerapan valuasi EV/EBITDA +1SD (5,8 kali) dan peralihan valuasi ke tahun 2026,” ujar Kafi.

Pada perdagangan Jumat (7/11/2025), saham Telkom ditutup di level Rp3.470 per saham, melemah tipis 0,29 persen. BRI Danareksa juga merevisi proyeksi ARPU Telkomsel menjadi Rp45.000 untuk 2026 dan Rp46.100 untuk 2027.

Kafi menambahkan, skenario dasar tersebut belum memperhitungkan potensi re-rating dari rencana spin-off InfraCo. Jika Telkom melepas 20 hingga 30 persen saham dengan valuasi 9 hingga 12 kali EV/EBITDA, transaksi ini dapat memberikan dividend yield 5,4 hingga 7,8 persen bagi pemegang saham.

Klaim Pajak dan Proyeksi Kinerja

Terkait klaim pajak Rp14,6 triliun, manajemen Telkom menegaskan posisi teknis yang kuat. Kementerian Keuangan telah menyetujui transfer bisnis IndiHome berdasarkan nilai buku, sehingga Telkom tidak perlu membentuk provisi tambahan.

Untuk tahun penuh 2025, Telkom diproyeksikan mencatat pendapatan Rp145,55 triliun dengan laba bersih Rp20,88 triliun. Pada 2026, pendapatan diperkirakan naik menjadi Rp152,55 triliun dengan laba Rp22,18 triliun.

“Dengan fokus pada efisiensi, penguatan yield data, dan monetisasi aset digital, Telkom diyakini masih berada di jalur positif untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin industri telekomunikasi di Indonesia,” tambahnya dikutip dari Jagat Bisnis.

Telkom kini berada di persimpangan penting, di satu sisi menghadapi tantangan dari bisnis tradisional yang terus menyusut, namun di sisi lain, tengah membuka babak baru lewat strategi digitalisasi, efisiensi, dan pengelolaan aset cerdas. Jika momentum ini terus terjaga, tak berlebihan bila Telkom akan tetap menjadi tulang punggung transformasi konektivitas Indonesia di era digital yang kian kompetitif. (her)

Tags: Bisnis Selulertelkom

Berita Terkait.

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 03:03
Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Rabu, 22 April 2026 - 02:48
Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.