• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Survei INSS: Mayoritas Publik Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 9 November 2025 - 20:01
in Nasional
soeharto

Pengunjung mengamati koleksi museum yang dipamerkan di Museum HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (19/3/2018). Foto : Antara/Andreas Fitri Atmoko/aww/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Survei terbaru yang dilakukan oleh Intelligence and National Security Studies (INSS) menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia mendukung pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto.

Sebanyak 84,25 persen responden menyatakan setuju Soeharto layak memperoleh gelar tersebut, sedangkan 8,17 persen menolak, dan 7,58 persen lainnya memilih untuk tidak berpendapat.

BacaJuga:

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla

Apresiasi MPP Jember, Menteri PANRB: Urus Dokumen Makin Mudah dengan Layanan dan Inovasi Digital

Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan

Direktur Riset dan Pengembangan INSS, Ahmad Rijal, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/11/2025), menjelaskan bahwa hasil survei ini mencerminkan adanya perubahan cara pandang publik terhadap figur Soeharto dalam konteks sejarah nasional.

“Banyak masyarakat menilai Soeharto dari keberhasilan pembangunan ekonomi dan kestabilan nasional. Walaupun sisi kontroversial masa pemerintahannya tetap diingat, hal itu kini tidak lagi menjadi faktor dominan dalam membentuk persepsi publik,” jelas Ahmad.

Lebih dari 50 persen responden menilai jasa Soeharto paling besar di bidang pembangunan ekonomi (50,58 persen), diikuti perannya dalam menjaga stabilitas nasional (33 persen).

Adapun sektor yang paling diingat publik meliputi pertanian dan pangan (33,75 persen)—terutama program swasembada beras—serta bidang ekonomi nasional (31,25 persen) dan politik-keamanan (30,83 persen).

Sementara kelompok yang menolak, sebagian besar mendasarkan pandangannya pada isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (7,42 persen) serta pelanggaran HAM (5,67 persen).

Menurut Ahmad Rijal, kecenderungan publik saat ini menunjukkan bahwa citra Soeharto lebih dikaitkan dengan keberhasilan pembangunan ketimbang sisi gelap kekuasaannya.

“Masyarakat tetap kritis terhadap masa lalu, tetapi mereka dapat memisahkan antara catatan negatif politik dan kontribusi nyata bagi negara,” katanya.

Sebanyak 61,08 persen responden menyatakan kasus-kasus masa lalu seperti HAM dan KKN tidak menjadi hambatan bagi pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

Mayoritas responden (86,67 persen) juga menilai bahwa penilaian terhadap tokoh sejarah seharusnya dilakukan secara objektif dan bebas kepentingan politik.

“Publik tidak menghendaki pengagungan berlebihan, tapi ingin penilaian yang adil dan proporsional. Sejarah harus dibaca dengan jernih, bukan dengan kebencian atau nostalgia,” ujar Ahmad.

Selain itu, 56,83 persen responden menilai proses penetapan gelar pahlawan sebaiknya dilakukan melalui kombinasi survei publik dan kajian akademik, bukan hanya melalui keputusan elite politik semata.

Ahmad menegaskan bahwa hasil survei ini memperlihatkan harapan masyarakat agar pemerintah lebih transparan dan partisipatif dalam menentukan gelar kebangsaan.

“Publik ingin adanya ruang diskusi terbuka, baik akademik maupun sosial, agar keputusan seperti ini tidak bersifat politis,” katanya dikutip Antara.

Survei INSS bertajuk “Polemik Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tahun 2025” dilakukan secara tele-survey terhadap 1.200 responden di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1–8 November 2025. (aro)

Tags: pahlawanpresidenSoeharto

Berita Terkait.

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla
Nasional

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:05
Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan, KPK Periksa Sestama dan 3 Tenaga Ahli BNPB
Nasional

Apresiasi MPP Jember, Menteri PANRB: Urus Dokumen Makin Mudah dengan Layanan dan Inovasi Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:05
Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan
Nasional

Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:44
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Nasional

Menteri P2MI Gandeng Pemda dan Perguruan Tinggi Perkuat Akses Kerja Luar Negeri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:37
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Nasional

Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:17
Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI
Nasional

Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:07

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4964 shares
    Share 1986 Tweet 1241
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.