INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pembatasan jumlah wisatawan ke Candi Borobudur, Jawa Tengah, yang selama ini dibatasi hanya 1.200 pengunjung per hari. Ia menilai aturan tersebut telah memukul sektor wisata dan menurunkan pendapatan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di sekitar kawasan.
“Kebijakan pembatasan ini sangat mempersulit masyarakat yang ingin berkunjung, padahal minatnya sangat tinggi. Sekitar 80 persen wisatawan yang datang ke Jawa Tengah ingin ke Borobudur,” ujar Bambang Haryo di sela kunjungan kerja Panja Standarisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI di Desa Wisata Wanurejo, Magelang, dikutip dari lamam DPR RI, Minggu (9/11/2025).
Politikus Gerindra itu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penurunan aktivitas ekonomi yang terjadi. Menurutnya, pembatasan yang terlalu ketat membuat wisatawan enggan datang karena akses yang terbatas.
“Saya prihatin karena ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. UMKM kehilangan pengunjung dan omzet,” tegasnya.
Bambang mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kebudayaan di bawah Menteri Fadli Zon yang telah menaikkan batas wisatawan menjadi 4.000 pengunjung dan tengah mengusulkan peningkatan hingga 5.000. Ia bahkan berharap angka itu bisa kembali seperti sebelum pandemi, yaitu sekitar 10.000 wisatawan per hari.
Ia menilai Borobudur memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dan mencontohkan berbagai destinasi dunia seperti candi di Thailand dan Vietnam, maupun Penang Hill di Malaysia, yang tidak menerapkan pembatasan kunjungan serupa.
“Borobudur adalah ikon Indonesia. Jika dikelola lebih terbuka, jumlah wisatawan dan devisa negara pasti meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Bambang menekankan pentingnya pengembangan desa wisata di kawasan Borobudur sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Menurutnya, desa wisata sekitar belum banyak dikenal dan membutuhkan promosi intensif.
“Hotel-hotel bisa membantu menyebarkan informasi melalui media di kamar-kamar hotel. Kalau promosinya kuat, wisatawan akan tertarik menjelajahi desa wisata juga,” katanya.
Lebih lanjut Ia berharap sinergi pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat dapat mendorong lahirnya destinasi-destinasi baru yang akan menggerakkan ekonomi warga sekitar Borobudur. (dil)










