• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pembiayaan Syariah Melemah, Himbara Kian Agresif Serap Nasabah

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 November 2025 - 12:13
in Ekonomi
WhatsApp Image 2025-11-02 at 10.37.36

Ilustrasi - Pegawai bank syariah memantau kinerja pembiayaan. Sektor syariah mencatat perlambatan pertumbuhan pada September 2025. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah geliat industri keuangan nasional yang terus tumbuh, sektor perbankan syariah justru mulai melambat. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pembiayaan syariah pada September 2025 hanya naik 7,55 persen secara tahunan (YoY), lebih rendah dibanding kredit perbankan konvensional yang naik 7,70 persen YoY.

Padahal, beberapa bulan sebelumnya, bank syariah konsisten unggul. Per Juni 2025 misalnya, pertumbuhannya mencapai 8,37 persen YoY, melampaui industri secara umum.

BacaJuga:

Indonesia Perjuangkan Masa Depan UMKM Inklusif di Forum APEC SMEWG 2026

Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek

Pertamina-ERIA Perkuat Arah Transisi Energi, CCS/CCUS Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Menurut pengamat ekonomi syariah sekaligus Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, perlambatan ini bukan tanpa sebab.

Sebab, pemerintah menempatkan dana jumbo Rp200 triliun ke bank-bank negara atau Himbara, yang memberikan ruang likuiditas tambahan untuk mempercepat penyaluran kredit. Dampaknya, ada perpindahan debitur ke bank BUMN, termasuk dari bank syariah swasta. Seraya menegaskan dinamika persaingan yang kini semakin ketat.

“Ada contoh nyata nasabah bank syariah swasta yang diambil alih pembiayaannya oleh bank Himbara,” ujar Emir melalui gawai, Minggu (2/11/2025).

Emir memproyeksikan ritme melambat ini masih bisa berlanjut hingga 2026, meski tetap ada peluang kebangkitan. BI sendiri sudah mengoreksi target pertumbuhan pembiayaan syariah 2025 dari 11 – 13 persen menjadi 8 – 11 persen. Jika tak ada dorongan kebijakan yang signifikan, tren itu bisa berulang tahun depan.

Semua, kata Emir, kembali pada denyut ekonomi nasional. “Kalau ekonomi mulai bergerak kembali, ada peluang bank syariah bisa tumbuh lebih besar. Nature bank syariah itu mengikuti sektor riil. Jika sektor riil tumbuh, bank syariah ikut tumbuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emir menambahkan bahwa kinerja Bank Syariah Nasional akan menjadi katalis penting. “Kalau memang bisa progresif mungkin bisa jadi pembeda bagi keuangan syariah,” tambahnya.

Di tengah kompetisi yang makin sengit, industri syariah kini berada di persimpangan, antara bertahan mengikuti ritme pasar atau melompat lebih tinggi lewat inovasi dan strategi agresif. (her)

Tags: Bank SyariahBIHimbaraKNEKSPembiayaan Syariah

Berita Terkait.

APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS
Ekonomi

Indonesia Perjuangkan Masa Depan UMKM Inklusif di Forum APEC SMEWG 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:31
Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek
Ekonomi

Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:57
Jelang Iduladha, Banjir Rendam Puluhan Rumah di Berbagai Daerah
Ekonomi

Pertamina-ERIA Perkuat Arah Transisi Energi, CCS/CCUS Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:34
API-IMA Ingatkan Risiko Pasar Jika Transisi Kebijakan Ekspor Tidak Terarah
Ekonomi

API-IMA Ingatkan Risiko Pasar Jika Transisi Kebijakan Ekspor Tidak Terarah

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:32
Tata Kelola Ekspor SDA Lewat Danantara, Optimistis APBN Menguat untuk Program MBG
Ekonomi

Tata Kelola Ekspor SDA Lewat Danantara, Optimistis APBN Menguat untuk Program MBG

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:02
b50
Ekonomi

Kawal Biodiesel B50, Ini Komitmen Efisiensi dari Produsen Filter Lokal

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:57

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5661 shares
    Share 2264 Tweet 1415
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2987 shares
    Share 1195 Tweet 747
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2392 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2288 shares
    Share 915 Tweet 572
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.