• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Di GRACS IPSS 2025, Grab dan Veda Praxis Serahkan Hasil Riset Legitimate Interest ke Kemkomdigi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:12
in Nasional
gracs
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangkaian acara GRACS IPSS 2025 (Governance, Risk, Assurance, and Cybersecurity Summit & Indonesia Privacy and Security Summit) yang diselenggarakan oleh ISACA Indonesia Chapter dan didukung oleh Grab-OVO, Grab Indonesia bersama dengan Veda Praxis resmi meluncurkan laporan riset terbaru berjudul:

“Analisis Praktik dan Persepsi terhadap Legitimate Interest sebagai Dasar Hukum Pemrosesan Data Pribadi di Indonesia” yang diserahkan secara simbolis kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2025 di Jakarta.

BacaJuga:

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla

Apresiasi MPP Jember, Menteri PANRB: Urus Dokumen Makin Mudah dengan Layanan dan Inovasi Digital

Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan

Riset ini merupakan kajian kolaboratif yang bertujuan menggali pemahaman dan persepsi para pemangku kepentingan lintas sektor terhadap penerapan Legitimate Interest (LI) sebagai salah satu dasar hukum pemrosesan data pribadi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola data pribadi di Indonesia, riset ini juga menjadi salah satu agenda utama yang diluncurkan pada GRACS IPSS 2025, acara tahunan terbesar di Indonesia yang mengusung tema “Trust by Design: Privacy, Security, and AI Governance for the Future.”

Sebagai perusahaan teknologi berbasis platform digital, Grab dan OVO turut berperan aktif dalam inisiatif riset ini dengan menghadirkan perspektif praktis dari penerapan pelindungan data di sektor ekonomi digital. Oleh karena itu, Grab dan OVO berkomitmen untuk selalu menjadi perusahaan yang menempatkan keamanan dan privasi pengguna sebagai prioritas utama dalam setiap inovasi teknologi dan kebijakan operasionalnya.

Melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan survei terhadap 51 perusahaan lintas sektor yang dilakukan oleh Grab, OVO, dan Veda Praxis, ditemukan bahwa mayoritas organisasi (61%) mengakui pentingnya Legitimate Interest (LI) sebagai dasar hukum pemrosesan data pribadi, namun hanya 33% yang telah mendokumentasikannya secara formal.

Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan LI di Indonesia masih menghadapi tantangan pemahaman dan dokumentasi, serta belum memiliki pedoman panduan (guideline) yang terstruktur.

Penelitian ini juga menyoroti tiga insight utama, yaitu:
Variasi Pemahaman dan Dokumentasi LI – Banyak organisasi belum menerapkan LI secara konsisten, menimbulkan ketidakpastian dalam tata kelola.
LI Fleksibel tetapi Berisiko Tinggi – Tanpa panduan dan safeguard yang jelas, LI dapat disalahartikan dan menimbulkan risiko penyalahgunaan data.

Rekomendasi Panduan Praktis untuk LIA – Peneliti merekomendasikan pembentukan Legitimate Interest Assessment (LIA) sebagai kerangka praktis agar LI dapat digunakan secara akuntabel dan proporsional.

Dalam diskusi panel yang turut membahas Legitimate Interest (LI) tersebut, Professor dari Universitas Padjadjaran yang juga menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) laporan riset tersebut, Prof. Sinta Dewi mengemukakan pentingnya riset ini bagi penguatan tata kelola data di Indonesia.

“Riset ini krusial karena penerapan Legitimate Interest (LI) bersifat tidak absolut dan memiliki risiko tinggi karena sangat kontekstual dan interpretatif. Salah satu kelemahan praktisnya adalah kurangnya dokumentasi LIA yang kuat. Oleh karena itu, kami merekomendasikan adopsi Three-Part Test (LIA) yang mencakup purpose test, necessity test, dan balancing test untuk menjadikan dasar hukum ini lebih transparan dan akuntabel. Dalam melakukan balancing test, organisasi dituntut untuk netral dan objektif. Implikasi praktisnya, penggunaan LI harus selalu terdokumentasi dengan baik dalam Record of Processing Activities (RoPA) dan didukung safeguards teknis serta organisasional.” ungkap Prof. Sinta Dewi.

Sementara itu, CEO & Partner dari Veda Praxis yang juga menjadi tim peneliti dan penyusun pada FGD tersebut, Syahraki Syahrir menyampaikan “Riset ini menjawab area paling abu-abu dalam pelindungan data pribadi. Kami menemukan ada kesenjangan: walau sebagian besar organisasi, atau lebih dari 90%, mengakui pentingnya Legitimate Interest (LI), namun baru 33,3% responden yang sudah menerapkan Legitimate Interest Assessment (LIA) secara resmi. LIA adalah jejak moral untuk membuktikan pelindungan benar dijalankan, bukan hanya diklaim. Kami mendorong call to action implementasi Three-Part Test—yaitu Purpose Test, Necessity Test, dan Balancing Test—serta mengintegrasikannya dalam siklus tata kelola data, karena LIA bukanlah sekadar formular,”.

Laporan lengkap “Analisis Praktik dan Persepsi terhadap Legitimate Interest sebagai Dasar Hukum Pemrosesan Data Pribadi di Indonesia” kini dapat diunduh secara publik melalui tautan berikut:
🔗 https://s.id/LaporanRiset_LegitimateInterest

Publikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para praktisi tata kelola data, regulator, akademisi, dan pelaku industri dalam memahami penerapan Legitimate Interest (LI) secara tepat dan seimbang, serta mendorong praktik tata kelola data yang lebih bertanggung jawab di Indonesia. (ibs)

Tags: grabGRACS IPSS 2025KemkomdigiRiset Legitimate InterestVeda Praxis

Berita Terkait.

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla
Nasional

Mendagri Minta Pemda Perkuat Aturan Bakar Lahan dan Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:05
Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan, KPK Periksa Sestama dan 3 Tenaga Ahli BNPB
Nasional

Apresiasi MPP Jember, Menteri PANRB: Urus Dokumen Makin Mudah dengan Layanan dan Inovasi Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:05
Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan
Nasional

Tak Sekadar Perbanyak Tilang, Korlantas Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Kesadaran dan Keselamatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:44
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Nasional

Menteri P2MI Gandeng Pemda dan Perguruan Tinggi Perkuat Akses Kerja Luar Negeri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:37
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Nasional

Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:17
Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI
Nasional

Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:07

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4988 shares
    Share 1995 Tweet 1247
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1242 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.