• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Analis Nilai Gaya Komunikasi Purbaya Sejalan dengan Teori Konsistensi Kognitif, Begini Maksudnya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:29
in Nasional
purbaya2

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Polemik soal gaya komunikasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengemuka. Setelah eks Kepala Kantor Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menilai gaya “baku tikam” Purbaya dengan pejabat lain bisa melemahkan soliditas pemerintahan, kini pandangan berbeda datang dari analis komunikasi politik, Hendri Satrio.

Menurut Hendri, justru gaya bicara Purbaya yang lugas dan terbuka membawa efek positif bagi publik dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

BacaJuga:

Skrining 10.564 Dokter Internship, DPR RI Minta Kemenkes Benahi Sistem Kerja

40 Juta Warga Miskin Terancam Tak Dijamin, BPJS Watch: RAPBN 2027 Abaikan Hak Kesehatan Rakyat

Mensesneg Sebut Pemerintah Belum Putuskan Amnesti Pejabat BUMN Korup

“Itu (pandangan negatif) kan hanya untuk orang-orang yang tidak suka pada Purbaya, yang tidak suka masyarakat itu optimistis,” ujar Hendri ditemui INDOPOSCO di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio, menilai, dalam perspektif ilmu komunikasi, pendekatan yang dilakukan Purbaya selaras dengan teori konsistensi kognitif, yakni usaha menciptakan keselarasan antara pikiran, perasaan, dan tindakan audiens terhadap pesan yang diterima.

“Apa yang disampaikan Pak Purbaya itu dekat dengan teori konsistensi kognitif. Masyarakat saat ini memang membutuhkan optimisme, dan Purbaya memberikan itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hensa menilai Purbaya merupakan sosok menteri yang tidak sekadar mengelola angka, tetapi juga membangun semangat.

“Purbaya satu-satunya menteri yang ngajak rakyatnya kaya bareng-bareng. Hal itu menimbulkan optimisme dan berdampak positif bagi pemerintahan Prabowo. Karena kepercayaan rakyat terhadap pemerintah meningkat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gaya komunikasi terbuka yang sering dilakukan Purbaya menjadi jembatan penting antara pemerintah dan masyarakat.

“Kalau Purbaya tidak menyampaikan langsung kepada rakyat, ya bagaimana rakyat tahu apa yang dilakukan pemerintah. Justru keterbukaannya itu penting untuk mendapatkan dukungan rakyat terhadap Prabowo,” kata Hensa.

Meski demikian, Hendri mengingatkan bahwa optimisme publik perlu diimbangi dengan hasil nyata.

“Kritik itu perlu dan penting. Saya juga berkali-kali mengingatkan Pak Purbaya bahwa kenikmatan ini ada batas waktunya. Rakyat nggak hanya butuh optimisme, tapi juga kenyataan. Kalau optimisme terus tapi kantong rakyat nggak tebal-tebal, lama-lama mereka ngomel juga,” ujar CEO lembaga survei KedaiKOPI itu.

Namun, Hensa menilai pernyataan-pernyataan Purbaya yang kadang menohok justru bagian dari kejujuran dan pembelajaran publik.

“Ketika beliau bilang ‘jangan minta ke pemerintah dong, kalau untung maunya sendiri, kalau rugi-rugi minta ke negara,’ itu kan benar. Pesannya keras, tapi jujur dan realistis,” tutur Hensa.

Menurutnya, gaya blak-blakan Purbaya bukan bentuk perpecahan, melainkan cermin keberanian dan konsistensi seorang pejabat publik yang ingin rakyatnya tahu kondisi sebenarnya.

“Justru dengan sikap terbukanya, rakyat bisa memahami apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah,” imbuhnya.

Ia menilai, di tengah iklim komunikasi politik yang sering serba formal, sosok seperti Purbaya membawa penyegaran baru dalam gaya berkomunikasi pemerintahan.

“Purbaya tidak hanya bicara angka, tapi juga bicara harapan. Dan saat ini rakyat memang butuh itu, optimisme, bukan pesimisme,” pungkas Hensa.

Dengan gaya yang mungkin tak selalu nyaman bagi sebagian kalangan, Purbaya menunjukkan bahwa kejujuran dan transparansi bisa menjadi bentuk komunikasi politik yang paling kuat.

Dan seperti kata Hendri Satrio, selama optimisme itu membuat rakyat percaya dan pemerintah terus bekerja nyata, maka suara tegas seorang Purbaya bukan ancaman, melainkan napas baru bagi semangat bangsa. (her)

Tags: Analis NilaiGaya KomunikasiMenkeupurbaya yudhi sadewaTeori Konsistensi Kognitif

Berita Terkait.

Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito
Nasional

Skrining 10.564 Dokter Internship, DPR RI Minta Kemenkes Benahi Sistem Kerja

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:16
Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito
Nasional

40 Juta Warga Miskin Terancam Tak Dijamin, BPJS Watch: RAPBN 2027 Abaikan Hak Kesehatan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:31
Mensesneg Sebut Pemerintah Belum Putuskan Amnesti Pejabat BUMN Korup
Nasional

Mensesneg Sebut Pemerintah Belum Putuskan Amnesti Pejabat BUMN Korup

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:45
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nasional

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:33
Rini
Nasional

35 Kasus Pelanggaran Disiplin ASN Disidangkan, 31 Sanksi Diperkuat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:32
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nasional

Pascagempa di NTT, Sore Ini Getaran Gempa M 6,4 Hantam Simalungun di Sumatera Utara 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:22

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3767 shares
    Share 1507 Tweet 942
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.