• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Marah Iklan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:00
in Disway
disway-Minggu-780x470

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setiap kali marah yang ia tembakkan adalah ”peluru tarif”. Kemarin yang kena marah Kanada. Maka tarif barang ekspor Kanada ke Amerika dinaikkan lagi 10 persen.

Yang marah Anda sudah tahu: Presiden Donald Trump. Padahal ia sedang dalam penerbangan ke Malaysia –untuk menghadiri KTT Asean-plus-plus.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Penyebab marahnya pun hanya sebuah iklan di televisi. Tapi iklan itu memang seperti mengejek Trump. Masif pula. Di begitu banyak televisi Amerika.

Isi iklan: kutipan pidato Presiden Amerika Ronald Reagan tahun 1987. Reagan separtai dengan Trump. Sering disebut pula sebagai inspirator Trump.

Tapi isi pidato yang ditayangkan di iklan itu menggambarkan seolah Trump mengabaikan ”fatwa” Reagan.

Trump marah lantaran iklan itu hanya mengutip satu potong dari banyak kalimat Reagan. Hanya diambil potongan kalimat yang ”anti tarif”.

Simaklah bunyi iklan itu: “You see, awalnya ketika orang minta agar barang impor dikenakan tarif, seolah itu sangat patriotic karena seperti membela produk dalam negeri Amerika dan menjaga lapangan kerja. Itu kadang berhasil, untuk jangka pendek, tapi hanya jangka pendek”.

Iklan itu, seperti kata perusuh Disway kapan itu, ”nabok nyilih tangan’ –menampar Trump pinjam tangan Reagan.

Siapa pemasang iklannya?

Ia adalah orang paling marah pada kebijakan Trump: Douglas Robert Ford Jr. Umur 60 tahun.

Doug adalah gubernur Ontario. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Minnesota dan Michigan. Anda pasti masih ingat: di awal kemarahannya kepada Trump dulu Doug sampai memutus jaringan listrik Ontario ke kota-kota kecil Amerika di sebelahnya.

Pemerintah pusat Kanada segera minta iklan itu dihentikan. Alasannya: perundingan dagang dengan Amerika sedang dirintis untuk bisa dimulai lagi. Doug pun setuju. Tapi khusus untuk tayangan di pertandingan baseball antara Los Angeles lawan Ontario tidak bisa dibatalkan. Itu pertandingan penting seri kejuaraan dunia.

Presiden Reagan memang berpidato soal itu tanggal 25 April 1987. Saat itu Reagan lagi marah kepada Jepang. Penyebabnya: Jepang tidak mematuhi perjanjian dagang. Bukan karena Reagan pro pengenaan tarif.

Awalnya tarif yang dikenakan ke Kanada 25 persen. Hanya bidang tertentu yang 10 persen. Kanada melawan. Dan terus melawan. Trump justru menaikkannya menjadi 35 persen.

Ontario adalah provinsi yang paling terkena tarif itu. Doug sendiri seorang pengusaha –sejak dari ayahnya. Ia baru saja terpilih untuk kali ketiga jadi gubernur Ontario.

Di dalam negeri Doug amat populer –termasuk lantaran obesitasnya. Berat badannya pernah sampai 125 kg. Saya sendiri sulit mencari foto Doug yang langsing.

Sebenarnya di saat Trump di Malaysia, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga di Kuala Lumpur. Tapi Trump sudah bilang ia belum akan mau bertemu Carney sementara waktu.

Dari Malaysia Trump ke arah utara, ke Jepang. Carney ke arah selatan, ke Singapura. Keduanya lantas sama-sama ke Korea Selatan: KTT APEC. Di situ akan hadir pula Xi Jinping. Ketiganya tentu akan bertemu. Maka menarik untuk dilihat bagaimana mereka bertemu untuk tidak bertemu.

Di antara pemimpin yang sedang bersitegang itu muncul Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Terlihat jelas intelektualitas Wong sangat tinggi. Simaklah jawaban Wong saat diwawancara Financial Times London. Saya sarikan intinya berikut ini:

###

Saat ini adalah masa transisi global yang sulit. Setelah Amerika mundur dari globalisasi aturan globalisasi lama sudah tidak berlaku. Namun aturan baru belum ada. Tapi kita tidak boleh diam. Kita harus mengambil tindakan sekarang. Kita harus membangun koneksi dan perdagangan baru untuk menjaga liberalisasi perdagangan. Jadi, itulah yang ingin dilakukan Singapura tapi tidak dapat melakukannya sendiri. Kita akan melakukannya dengan negara-negara lain yang memiliki pemikiran serupa. Mungkin Amerika belum siap bergabung sekarang tapi kita harus melakukannya

###

Jernih sekali pemikiran Wong. Ingin meninggalkan Amerika tanpa menyerang Amerika. Alasan yang dibangunnya juga sangat logis: apa yang harus diperbuat di saat rezim lama menghilang, rezim baru belum ada. Konsepnya begitu nyata.

Kelihatannya Singapura mulai mendekat ke Tiongkok sebagai realitas baru untuk mengisi kekosongan hilangnya konsep lama globalisasi ekonomi.

Jangan-jangan Kanada juga akan menjadi Asia –setelah bertengkar dengan Amerika tidak terlihat ujungnya. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!
Olahraga

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

INDOPOSCO.ID – Perjalanan Timnas Indonesia menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung jauh lebih dramatis dari yang terlihat di papan...

SelengkapnyaDetails
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3893 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.