• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Penerapan ESG di Perusahaan Tambang Tidak Bisa Lagi Ditawar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:25
in Ekonomi
nikel

Direktur Health Safety Environment (HSE) Harita Nickel, Tony Gultom (tengah) dalam workshop acara Harita Nickel Journalist Award, di Jakarta, Jumat malam (24/10/2025). Foto: Dokumen E2S

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penerapan Environmental, Social, dan Governance (ESG) di perusahaan tambang tidak bisa dilepaskan dari tiga komponen utama yakni lingkungan, K3 serta sosial masyarakat. Saat ini ketiga komponen tersebut kerap kali dipandang secara terpisah.

Direktur Health Safety Environment (HSE) Harita Nickel, Tony Gultom, menyatakan perencanaan praktik teknik tambang jadi dasar ESG. Peraturan pemerintah merupakan syarat minimal dam ketiga komponen tersebut harus dijalankan secara beriringan.

BacaJuga:

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Dulu terbagi, lingkungan ada, K3 ada, sosial ada. Kalau pembinaannya di minerba ada. Sosial ada pembinaan di pengusahaan. Hanya dulu terpilah satu per satu. ESG itu bagian dari itu, menyatukan, karena tidak bisa kita pisahkan. Tidak bisa kita pilah pilah lagi apalagi ada aturannya,” ujar Tony, dalam sesi workshop Harita Nickel Journalist Award, di Jakarta, Jumat malam (24/10/2025).

Dia mengatakan tanggung jawab perusahaan terhadap safety, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tidak saja untuk karyawan tapi juga demi masyarakat dan lingkungan. Jika bicara lingkungan aturannya sudah ada termasuk didalamnya adalah jaminan penutupan tambang atau reklamasi, yang diwajibkan dalam ESG

“Kalau jaminan reklamasinya tidak disetor bagaimana bisa beyond. Dulu banyak Perusahaan mementingkan produksi, itu tidak bisa lagi seperti itu. Seperti RKAB, itu kan produksi, tapi kalau dana reklamasi tidak ditempatkan, jaminan tidak ada bagaimana RKAB mau disetujui,” jelas Tony.

Koordinator Perlindungan Lingkungan Mineral dan Batu Bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Horas Pasaribu, menegaskan pemerintah tidak akan lagi lembek dengan perusahaan yang tidak menerapkan ESG salah satunya adalah jaminan reklamasi. Baru-baru ini ada 190 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dihentikan sementara kegiatan pertambangannya sampai mereka membayarkan jaminan reklamasi.

“Kalau ESG baik tentu tidak ada yang kena sanksi. Setiap IUP harus tempatkan jaminan reklamasi. Bukan untuk pemerintah, tapi akan kembali lagi ke perusahaan jika sudah terbukti laksanakan reklamasi sesuai dokumen yang telah disetujui,” ungkapnya, di tempat yang sama.

Dalam Peraturan Menteri ESDM No 17/2025 disebutkan penempatan jaminan reklamasi menjadi syarat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Jadi jika belum menempatkan jamiman reklamasi maka RKAB tidak akan disetujui.

Menurut Horas, cara ini jauh lebih tegas dibandingkan aturan main sebelumnya. Meskipun banyak yang menentang, pemerintah kata Horas tidak akan gentar

“Ini demi peningkatan penerapan ESG dan pada akhirnya untuk kepentingan negara kita siap hadapi. Itu untuk kepentingan NKRI,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia, menilai Indonesia memiliki aturan lingkungan yang sangat ketat jika dibandingkan dengan negara lain.

“Faktor ESG itu inherent dengan kegiatan pertambangan. Kita berbicara beyond compliance termasuk Harita Nickel yang sudah menunjukan beyond compliance untuk mencapai target melebihi yang ditetapkan pemerintah,” katanya, di tempat yang sama.

ESG, sosial lingkungan kata Hendra sangat erat kaitannya dengan penerimaan masyarakat ujungnya juga bakal berdampak pada operasional perusahaan. Transparansi ke image perusahaan untuk cari funding mitra hingga buyer.

“Apa yang sudah dilakukan Harita Nickel positif untuk bisa diikuti perusahaan lain. Mereka buktikan perusahaan nasional bisa wujudkan ESG seperti perusahaan multi nasional company,” ungkap Hendra.

Harita Journalistic Award

Pada kesempatan yang sama, Harita Nickel mengumumkan pemenang Harita Nickel Journalistic Award (HNJA) 2025. Selain diikuti media nasional yang di Jakarta, HNJA juga diikuti media lokal di Provinsi Maluku Utara yang menjadi wilayah operasi Harita Nickel.

Head of Corporate Communication Harita Nickel, Hafiz Gautama, mengatakan HNJA 2025 merupakan ajang lomba jurnalistik pertama bagi Harita Nickel yang bekerja sama dengan Editor Energy and Mining Society (E2S). Tujuan HNJA 2025, kata Hafiz, adalah mengangkat cerita yang jarang diangkat, untuk memperlihatkan kenyataan di lapangan.

“Banyak sekali isu mengenai lingkungan yang sudah bermunculan di publik, tapi masih banyak yang tidak paham tentang SDG’s, maupun ESG. Isu ESG sangat sulit dipahami oleh masyarakat awam,” kata Hafiz.

Ketua Panitia sekaligus Dewan Juri HNJA, Lili Hermawan, menambahkan HNJA digelar untuk membangun kebersamaan antara perusahaan, yakni Harita Nickel dengan media, sehingga memiliki persamaan persepsi terhadap sektor pertambangan.

“Tujuannya tentu untuk menjadikan sektor minerba, terutama nikel menjadi lebih baik dan signifikan terhadap perkembangan ekonomi nasional dan lokal tentunya,” ucapnya.

Lili mengatakan, dari ratusan naskah yang masuk, panitia menyaring menjadi 30 naskah untuk dinilai dewan juri, sehingga kemudian terplih 16 naskah terbaik. (rmn)

Pemenang Harita Nickel Journalist Award 2025:

1. Alfian – DE Magazine
“Belajar Pertambangan Hijau dari Pulau Obi”

2. Nurmayanti – Liputan6.com
“Pertambangan Masa Depan: ESG Sebagai Nafas Baru Harita Nickel”

3. Egenius Soda – Majalah Tambang
“Upaya Harita Nickel Menembus “Benteng” Hijau Eropa”

4. Fazry – RM.id
“Nikel Hijau dari Pulau Obi: Menambang Cuan, Menjaga Alam”

5. Ridwan Harahap – OG Indonesia
“Harita Nickel Bersolek ESG demi Pikat IRMA”

6. Whisnus Bagus – InvestorTrust
“Pulau Obi Menyala: Jejak Harita Nickel dan Jalan Panjang Hilirisasi Indonesia”

10 Artikel Pilihan Juri Artiktel Pilihan Juri

1. Ali Rahman – Indoposco.id
“Jaga Keberlanjutan Bisnis Industri Nikel, ESG Jadi Pertimbangan dalam Keputusan Berinvestasi”

2. Aprilia Ika – Kompas.com
“Menambang Kepercayaan dengan Audit Ketat IRMA: Strategi ESG Harita Nickel Menjawab Tuntutan Dunia”

3. Dionisio Damara Tonce- Bisnis.com
“Pantang Surut Strategi Bisnis Harita Nickel (NCKL) saat Nikel Lesu”

4. Fauzi Djamal – SenayanTalks
“Merawat Warisan Tak Tergantikan Bagi Kehidupan Pulau Obi”

5. Godang Sitompul – Ruang Energi
“Merdeka!! Harita Nickel Perkuat Good Mining Practice dan Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tantangan Pasar”

6. Halik Djokrora – malutsatu.com
“Harita Nickel dan Masyarakat Wujudkan Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak di Kawasan Industri”

7. Hardin Hi. Idris – Cerminnusantara.co.id
“Ketika Air Menggenang, Harita Mengalirkan Kepedulian”

8. Herdi Alif Al Hikam – detikcom
“Jurus Harita Nickel Kebut Restorasi Terumbu Karang di Pulau Obi”

9. M Faizal – Sindonews.com
“Penerapan ESG, Win-Win Solution bagi Industri Nikel”

10. Sulha Handayani – Netralnews.com
“Melirik Bisnis Nikel: Masihkah “Mengkilap”?

Tags: ESGHarita NickelHarita Nickel Journalist AwardHNJApertambangan

Berita Terkait.

Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50

BERITA POPULER

  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1433 shares
    Share 573 Tweet 358
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.